Sumpah Pemuda dan Gerakan Dekomposit Kebangsaan

Selasa, 28 Oktober 2025 - 18:53 WIB
loading...
A A A
Dahulu, Sumpah Pemuda menyatukan kesadaran “bertanah air satu” bukan sekadar slogan, membuktikan kesatuan dan persatuan pemuda demi Indonesia merdeka. Tapi kini, komitmen moral tersebut harus dapat terwujud dalam menjaga bumi Indonesia dari eksploitasi dan semangat tersebut perlu diterjemahkan dalam tindakan nyata.

Menjaga tanah dan air berarti melawan perampasan sumber daya, menolak proyek yang merusak ekologi, serta menegakkan kedaulatan rakyat atas ruang hidupnya. Nasionalisme masa kini bukan lagi sekadar mencintai simbol negara, tapi membela keberlanjutan tanah air dari tangan para perusaknya.

Gerakan dekomposit merupakan bentuk cinta tanah air yang rasional, melalui perlawanan terhadap monopoli, sekaligus upaya membangun tata kelola sumber daya yang adil dan berpihak kepada rakyat kecil, transparan, dan berkelanjutan.

Bahasa dan Kesadaran Baru

Bahasa Indonesia pernah menjadi jembatan pemersatu. Kini, ia harus menjadi alat perlawanan. Di tengah arus disinformasi dan perang opini, bahasa dapat jadi senjata untuk menyampaikan kebenaran dan menggugah kesadaran publik, dengan tidak mudah diprovokasi oleh infiltrasi oleh aktor-aktor yang inginkan negeri ini rapuh atas konflik antara anak bangsa.

Kartel SDA tidak hanya menguasai sumber daya alam, tapi juga wacana publik. Mereka mengendalikan narasi, mengemas eksploitasi menjadi pembangunan, dan menstigma kritik korporasi sebagai penghambat kemajuan.

Generasi muda harus merebut kembali fungsi bahasa, menggunakannya untuk berpikir kritis, berdialog, dan membangun kesadaran kolektif. Dalam perang narasi global, kemampuan mengelola kata sama pentingnya dengan mengelola sumber daya.

Persatuan yang Terbelah oleh Adu Domba Asing

Ancaman kebangsaan hari ini tidak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga dari luar. Politik adu domba menjadi strategi halus untuk melemahkan Indonesia dari dalam.

Polarisasi sosial, konflik identitas, dan ujaran kebencian sengaja diciptakan agar bangsa ini kehilangan fokus dan solidaritas. Selama bangsa sibuk bertengkar, kekuatan asing dan kartel domestik bebas mengeruk sumber daya. Inilah bentuk baru divide et impera di era digital.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
49 Pendamping PKH Diberhentikan...
49 Pendamping PKH Diberhentikan Akibat Pelanggaran Penyaluran Bansos
Selewengkan Bansos,...
Selewengkan Bansos, 49 Pendamping PKH Dipecat dan 500 Oknum Disanksi
PPATK dan APH Diminta...
PPATK dan APH Diminta Audit Aliran Dana Asing yang Diduga Biayai Narasi Antinegara
Siapkan Calon Pemimpin...
Siapkan Calon Pemimpin Bangsa, Menhan Beri Pembekalan ke Kadet KKRI
Refleksi Sumpah Pemuda,...
Refleksi Sumpah Pemuda, Zulhas: Persatuan dan Optimisme Kunci Indonesia Maju
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, Kemendagri Gelar Garuda Youth Camp 2026 Pelajar SMA/SMK se-Jabodetabek
PCTA Indonesia-Polri...
PCTA Indonesia-Polri Satukan Spirit Nasionalisme Lewat Konser dan Pameran 'Bangga Merdeka untuk Indonesia Raya’
Semangat Sumpah Pemuda...
Semangat Sumpah Pemuda di Era Digital, MNC University Ajak Generasi Muda untuk Terus Berinovasi
Rekomendasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
Berita Terkini
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved