Idrus: Bahlil Jalankan Semangat Pancasila dan Konstitusi
Sabtu, 25 Oktober 2025 - 14:27 WIB
loading...
A
A
A
Lahirnya Undang-undang Nomor 2 Tahun 2025 dan Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2025 memberikan kesempatan kepada koperasi, UMKM, dan BUMD untuk mengelola wilayah izin usaha pertambangan. Salah satu program penting dalam mendukung pemerataan listrik di seluruh pelosok negeri adalah Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), yang membantu masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan sambungan listrik secara mandiri.
Pada 2024, program ini telah menjangkau 155.429 rumah tangga di seluruh Indonesia, dan pada 2025 ditargetkan meningkat menjadi 215.000 rumah tangga penerima manfaat. Selain itu, Program Listrik Desa (Lisdes) 2025-2029 sebagai langkah percepatan penyediaan listrik di 10.068 lokasi untuk menjangkau lebih dari 1,2 juta calon pelanggan.
Khusus 2025, pembangunan Listrik Desa diprioritaskan pada 1.285 lokasi dengan target jangkauan pada 77.616 rumah tangga baru di berbagai pelosok tanah air. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral terus berikhtiar mewujudkan swasembada energi, sebagaimana diamanatkan dalam Asta Cita Presiden.
Peningkatan produksi minyak bumi dilakukan melalui penerapan teknologi, reaktivasi sumur mati suri, serta eksplorasi potensi migas di wilayah Indonesia Timur. Periode Januari hingga September 2025, produksi minyak nasional (termasuk NGL) tercatat naik 4,79% menjadi 604,7 ribu barel per hari, dan pada 2026 ditargetkan meningkat menjadi 610 ribu barel per hari.
Penguatan energi dalam negeri juga ditempuh melalui Program Mandatori B40, yang mengoptimalkan pemanfaatan biodiesel dari sawit. Program ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan — menghemat devisa sebesar Rp93,43 triliun, menyerap 1,33 juta tenaga kerja, serta menurunkan emisi CO₂ hingga 28 juta ton pada tahun 2025.
Dalam sepuluh bulan terakhir, pemerintah telah meresmikan sejumlah proyek hilirisasi strategis dan menyerahkan 18 dokumen pra-feasibility study (pra-FS) untuk proyek hilirisasi dengan total nilai investasi mencapai USD 38,63 miliar atau setara dengan Rp618,13 triliun. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat rantai pasok industri nasional, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kemampuan teknologi dan daya saing Indonesia di pasar global.
Kinerja sektor ESDM juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hingga semester I tahun 2025, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor ESDM telah mencapai Rp183,3 triliun, atau 71,9 persen dari target 2025 sebesar Rp254,6 triliun. Capaian ini membuktikan bahwa sektor energi dan sumber daya mineral tetap menjadi penopang utama penerimaan negara, sekaligus motor penggerak pembangunan nasional.
Realisasi investasi Januari – Agustus 2025 sebesar US$17,20 miliar, meningkat 8,5% dibandingkan realisasi periode sebelumnya pada 2024 yaitu US$ 15.85 miliar. Idrus mengungkapkan, Bahlil selalu memiliki komitmen sesuai arahan Presiden Prabowo.
Dikatakan Idrus, kesadaran Bahlil adalah tugasnya sebagai pembantu Presiden. “Cara berpikir ini membuat Bahlil selalu konsisten ada dalam lingkaran kebijakan sebagai pembantu Presiden,” ujarnya.
Pada 2024, program ini telah menjangkau 155.429 rumah tangga di seluruh Indonesia, dan pada 2025 ditargetkan meningkat menjadi 215.000 rumah tangga penerima manfaat. Selain itu, Program Listrik Desa (Lisdes) 2025-2029 sebagai langkah percepatan penyediaan listrik di 10.068 lokasi untuk menjangkau lebih dari 1,2 juta calon pelanggan.
Khusus 2025, pembangunan Listrik Desa diprioritaskan pada 1.285 lokasi dengan target jangkauan pada 77.616 rumah tangga baru di berbagai pelosok tanah air. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral terus berikhtiar mewujudkan swasembada energi, sebagaimana diamanatkan dalam Asta Cita Presiden.
Peningkatan produksi minyak bumi dilakukan melalui penerapan teknologi, reaktivasi sumur mati suri, serta eksplorasi potensi migas di wilayah Indonesia Timur. Periode Januari hingga September 2025, produksi minyak nasional (termasuk NGL) tercatat naik 4,79% menjadi 604,7 ribu barel per hari, dan pada 2026 ditargetkan meningkat menjadi 610 ribu barel per hari.
Penguatan energi dalam negeri juga ditempuh melalui Program Mandatori B40, yang mengoptimalkan pemanfaatan biodiesel dari sawit. Program ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan — menghemat devisa sebesar Rp93,43 triliun, menyerap 1,33 juta tenaga kerja, serta menurunkan emisi CO₂ hingga 28 juta ton pada tahun 2025.
Dalam sepuluh bulan terakhir, pemerintah telah meresmikan sejumlah proyek hilirisasi strategis dan menyerahkan 18 dokumen pra-feasibility study (pra-FS) untuk proyek hilirisasi dengan total nilai investasi mencapai USD 38,63 miliar atau setara dengan Rp618,13 triliun. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat rantai pasok industri nasional, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kemampuan teknologi dan daya saing Indonesia di pasar global.
Kinerja sektor ESDM juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hingga semester I tahun 2025, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor ESDM telah mencapai Rp183,3 triliun, atau 71,9 persen dari target 2025 sebesar Rp254,6 triliun. Capaian ini membuktikan bahwa sektor energi dan sumber daya mineral tetap menjadi penopang utama penerimaan negara, sekaligus motor penggerak pembangunan nasional.
Realisasi investasi Januari – Agustus 2025 sebesar US$17,20 miliar, meningkat 8,5% dibandingkan realisasi periode sebelumnya pada 2024 yaitu US$ 15.85 miliar. Idrus mengungkapkan, Bahlil selalu memiliki komitmen sesuai arahan Presiden Prabowo.
Dikatakan Idrus, kesadaran Bahlil adalah tugasnya sebagai pembantu Presiden. “Cara berpikir ini membuat Bahlil selalu konsisten ada dalam lingkaran kebijakan sebagai pembantu Presiden,” ujarnya.
Lihat Juga :