Idrus: Bahlil Jalankan Semangat Pancasila dan Konstitusi
Sabtu, 25 Oktober 2025 - 14:27 WIB
loading...
A
A
A
Idrus pun merespons langkah dua organisasi sayap Partai Golkar, Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) mendatangi Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri pada Senin (20/10/2025). Mereka melakukan konsultasi hukum dan menyampaikan keberatan atas sejumlah akun media sosial yang dianggap menghina Bahlil.
Unggahan-unggahan tersebut dinilai telah melanggar Pasal 27 dan 28 UU ITE serta Pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik. Namun, menurut Idrus, langkah tersebut sama sekali bukanlah perintah dari partai maupun dari Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia.
“Tidak ada kebijakan partai untuk melapor, apalagi perintah dari Ketua Umum. Ini murni ekspresi semangat anak muda yang ingin menjaga marwah organisasi dan pemimpinnya. Bagi kami, kritik, bahkan fitnah sekalipun, adalah bagian dari bunga-bunga perjuangan,” imbuhnya.
Dia menjelaskan, perjuangan untuk Rakyat perlu proses, dan dalam proses itu banyak tantangan. Sejatinya, kata dia, tantangan itu tidak dilihat sebagai hambatan, tapi menjadi pemacu dan pemicu untuk maju secara kreatif melahirkan kebijakan program yang produktif untuk kesejahteraan rakyat.
“Ketika terkait kepentingan rakyat, Partai Golkar harus terdepan, Suara Rakyat-Suara Golkar,” pungkasnya.
Sebelumnya, Bahlil Lahadalia merespons meme dan komentar negatif yang menyerang dirinya secara pribadi di media sosial. Bahlil mengaku sudah terbiasa dihina sejak kecil.
“Pribadi saya, yang sudah mengarah ke pribadi, saya itu memang sudah biasa dihina sejak masih kecil. Saya kan bukan anak pejabat, saya bukan anak orang kaya, saya hanya anak kampung. Ibu saya buruh cuci, ayah saya buruh bangunan. Jadi hinaan itu sudah biasa sejak saya SD,” cerita Bahlil di sela Konferensi Pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (24/10/2025).
Namun, Bahlil menegaskan tidak akan membiarkan pihak mana pun mengintervensi arah kebijakan negara, terutama di bidang energi dan sumber daya mineral, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. “Saya tidak mau ada pihak-pihak yang mencoba mendorong keinginannya untuk mengintervensi kebijakan negara. Ini saya tidak mau. Apa pun akan kita pertaruhkan tentang kedaulatan negara,” tegas Bahlil.
“Menteri itu pembantu presiden. Kalau apa yang diarahkan Presiden untuk menjaga muruah negara dan kedaulatan, jangankan selangkah, sejengkal pun saya tidak akan mundur,” pungkasnya.
Unggahan-unggahan tersebut dinilai telah melanggar Pasal 27 dan 28 UU ITE serta Pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik. Namun, menurut Idrus, langkah tersebut sama sekali bukanlah perintah dari partai maupun dari Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia.
“Tidak ada kebijakan partai untuk melapor, apalagi perintah dari Ketua Umum. Ini murni ekspresi semangat anak muda yang ingin menjaga marwah organisasi dan pemimpinnya. Bagi kami, kritik, bahkan fitnah sekalipun, adalah bagian dari bunga-bunga perjuangan,” imbuhnya.
Dia menjelaskan, perjuangan untuk Rakyat perlu proses, dan dalam proses itu banyak tantangan. Sejatinya, kata dia, tantangan itu tidak dilihat sebagai hambatan, tapi menjadi pemacu dan pemicu untuk maju secara kreatif melahirkan kebijakan program yang produktif untuk kesejahteraan rakyat.
“Ketika terkait kepentingan rakyat, Partai Golkar harus terdepan, Suara Rakyat-Suara Golkar,” pungkasnya.
Sebelumnya, Bahlil Lahadalia merespons meme dan komentar negatif yang menyerang dirinya secara pribadi di media sosial. Bahlil mengaku sudah terbiasa dihina sejak kecil.
“Pribadi saya, yang sudah mengarah ke pribadi, saya itu memang sudah biasa dihina sejak masih kecil. Saya kan bukan anak pejabat, saya bukan anak orang kaya, saya hanya anak kampung. Ibu saya buruh cuci, ayah saya buruh bangunan. Jadi hinaan itu sudah biasa sejak saya SD,” cerita Bahlil di sela Konferensi Pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (24/10/2025).
Namun, Bahlil menegaskan tidak akan membiarkan pihak mana pun mengintervensi arah kebijakan negara, terutama di bidang energi dan sumber daya mineral, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. “Saya tidak mau ada pihak-pihak yang mencoba mendorong keinginannya untuk mengintervensi kebijakan negara. Ini saya tidak mau. Apa pun akan kita pertaruhkan tentang kedaulatan negara,” tegas Bahlil.
“Menteri itu pembantu presiden. Kalau apa yang diarahkan Presiden untuk menjaga muruah negara dan kedaulatan, jangankan selangkah, sejengkal pun saya tidak akan mundur,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :