Hari Santri 2025, dari Spirit Nasionalisme Menuju Peradaban Dunia
Kamis, 23 Oktober 2025 - 22:13 WIB
loading...
A
A
A
KH Hilmi yang juga Wakil Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Depok itu menegaskan bahwa nilai-nilai pesantren seperti tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), dan tawazun (seimbang) harus menjadi fondasi dalam menjaga keutuhan NKRI.
“Nilai-nilai itu harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya menciptakan generasi dengan kematangan spiritual dan sosial. Inilah wujud nyata pengamalan Pancasila,” katanya.
Ia menambahkan, di era digital ini santri harus menjadi penjaga nilai luhur sekaligus pembangun peradaban yang damai dan beradab. Tantangan terbesar justru datang dari derasnya arus informasi dan narasi radikal yang membanjiri media sosial.
Di akhir pesannya, KH Hilmi mengingatkan para santri agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi radikal. “Giatlah belajar dengan guru dan lembaga yang moderat serta berjiwa nasionalis. Dengan begitu, santri akan menjadi pilar penting dalam menjaga persatuan dan kedamaian Indonesia,” pesannya.
Ia juga berharap santri mampu berprestasi di kancah global sesuai tema Hari Santri 2025. “Santri Indonesia harus mampu memberi kontribusi nyata bagi ukhuwah basyariah-persaudaraan antar-manusia, sebagai wujud Islam rahmatan lil’alamin,” pungkas mantan pengurus PCNU Sudan ini.
“Nilai-nilai itu harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya menciptakan generasi dengan kematangan spiritual dan sosial. Inilah wujud nyata pengamalan Pancasila,” katanya.
Ia menambahkan, di era digital ini santri harus menjadi penjaga nilai luhur sekaligus pembangun peradaban yang damai dan beradab. Tantangan terbesar justru datang dari derasnya arus informasi dan narasi radikal yang membanjiri media sosial.
Di akhir pesannya, KH Hilmi mengingatkan para santri agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi radikal. “Giatlah belajar dengan guru dan lembaga yang moderat serta berjiwa nasionalis. Dengan begitu, santri akan menjadi pilar penting dalam menjaga persatuan dan kedamaian Indonesia,” pesannya.
Ia juga berharap santri mampu berprestasi di kancah global sesuai tema Hari Santri 2025. “Santri Indonesia harus mampu memberi kontribusi nyata bagi ukhuwah basyariah-persaudaraan antar-manusia, sebagai wujud Islam rahmatan lil’alamin,” pungkas mantan pengurus PCNU Sudan ini.
(shf)
Lihat Juga :