Pengamat: Fitnah ke Keluarga Jokowi Strategi Politik Jelang Pilpres 2029
Kamis, 23 Oktober 2025 - 12:51 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Survei CISA: 74,8 Persen Publik Puas dengan Kinerja Wapres Gibran
Tak hanya itu, dia menilai di era media sosial, satu unggahan viral bisa menghapus kerja keras satu dekade. Menurutnya, inilah tantangan terbesar pemerintahan pasca-Jokowi, yakni menjaga rasionalitas publik agar tidak larut dalam gelombang disinformasi yang diproduksi secara sistemik.
Pieter Zulkifli berpandangan bila fakta menunjukkan di bawah kepemimpinan Jokowi, ekonomi Indonesia tumbuh rata-rata 5 persen per tahun meski dunia dilanda pandemi dan krisis energi global (BPS, 2024). Kemudian, pembangunan infrastruktur juga dilakukan dengan masif mulai dari jalan tol, bendungan, hingga kawasan industri baru yang menjadi fondasi pemerataan ekonomi.
Sementara itu, kebijakan hilirisasi mineral memperlihatkan arah baru kemandirian nasional. "Tidak berlebihan bila Bank Dunia menyebut Indonesia sebagai salah satu negara dengan policy resilience terbaik di kawasan (World Bank, 2023)," katanya.
Pieter juga mengatakan semasa kepemimpinan Jokowi wibawa Indonesia meningkat di kancah global. Jokowi disebut tampil sebagai pemimpin Asia Tenggara yang berani berbicara lugas kepada kekuatan besar dunia, termasuk Amerika Serikat dan China.
Dia bahkan menegaskan bila Jokowi menjadi satu-satunya pemimpin Asia yang berani melakukan misi perdamaian ke Kyiv dan Moskow ketika krisis Rusia-Ukraina memanas. Di tengah tekanan politik global, Jokowi disebut tidak gentar menegaskan bahwa Indonesia adalah bangsa yang merdeka dan berdaulat dalam mengambil sikap.
Namun kini, kata dia, ketika masa jabatan telah usai, muncul gelombang fitnah baru yang diarahkan bukan hanya kepada Jokowi melainkan juga kepada keluarganya. Dari isu bisnis, relasi politik, hingga gosip pribadi, semuanya diorkestrasi dengan pola yang terukur.
Tak hanya itu, dia menilai di era media sosial, satu unggahan viral bisa menghapus kerja keras satu dekade. Menurutnya, inilah tantangan terbesar pemerintahan pasca-Jokowi, yakni menjaga rasionalitas publik agar tidak larut dalam gelombang disinformasi yang diproduksi secara sistemik.
Pieter Zulkifli berpandangan bila fakta menunjukkan di bawah kepemimpinan Jokowi, ekonomi Indonesia tumbuh rata-rata 5 persen per tahun meski dunia dilanda pandemi dan krisis energi global (BPS, 2024). Kemudian, pembangunan infrastruktur juga dilakukan dengan masif mulai dari jalan tol, bendungan, hingga kawasan industri baru yang menjadi fondasi pemerataan ekonomi.
Sementara itu, kebijakan hilirisasi mineral memperlihatkan arah baru kemandirian nasional. "Tidak berlebihan bila Bank Dunia menyebut Indonesia sebagai salah satu negara dengan policy resilience terbaik di kawasan (World Bank, 2023)," katanya.
Pieter juga mengatakan semasa kepemimpinan Jokowi wibawa Indonesia meningkat di kancah global. Jokowi disebut tampil sebagai pemimpin Asia Tenggara yang berani berbicara lugas kepada kekuatan besar dunia, termasuk Amerika Serikat dan China.
Dia bahkan menegaskan bila Jokowi menjadi satu-satunya pemimpin Asia yang berani melakukan misi perdamaian ke Kyiv dan Moskow ketika krisis Rusia-Ukraina memanas. Di tengah tekanan politik global, Jokowi disebut tidak gentar menegaskan bahwa Indonesia adalah bangsa yang merdeka dan berdaulat dalam mengambil sikap.
Namun kini, kata dia, ketika masa jabatan telah usai, muncul gelombang fitnah baru yang diarahkan bukan hanya kepada Jokowi melainkan juga kepada keluarganya. Dari isu bisnis, relasi politik, hingga gosip pribadi, semuanya diorkestrasi dengan pola yang terukur.
Lihat Juga :