Kedaulatan di Era Algoritme: Setahun Politik Luar Negeri Prabowo

Rabu, 22 Oktober 2025 - 05:49 WIB
loading...
A A A
Kini Prabowo berusaha menjembatani dua arus besar itu: realisme militer dan idealisme moral. Namun, tantangannya jauh lebih kompleks. Dunia kini dikendalikan bukan hanya oleh negara, melainkan oleh algoritme dan korporasi digital. Kekuasaan berpindah dari senjata ke sistem, dari tank ke data, dari medan perang ke ruang persepsi. Maka mempertahankan kedaulatan berarti juga menguasai ruang digital dan arus informasi yang menentukan citra serta legitimasi negara.

Dalam konteks ini, politik luar negeri Indonesia perlu menafsir ulang makna “bebas aktif.” Jika di abad ke-20 istilah itu berarti tidak menjadi satelit blok mana pun, maka di abad ke-21 ia harus dimaknai sebagai kemandirian algoritmik—kemampuan menentukan arah kebijakan tanpa tunduk pada logika data, narasi, atau kepentingan negara besar.

Sejarah memperlihatkan bahwa diplomasi Indonesia selalu berayun antara idealisme dan pragmatisme. Sukarno menekankan moralitas dan solidaritas global; Suharto menekankan stabilitas dan pembangunan; Jokowi memprioritaskan diplomasi ekonomi. Kini Prabowo mewarisi ketiganya, dengan gaya yang lebih personal dan simbolik: antara kenangan Bandung dan daya tawar BRICS, antara moralitas Palestina dan kalkulasi geopolitik global.

Namun ambisi itu menghadapi batas-batas objektif. Indonesia tidak memiliki pengaruh langsung di Timur Tengah, baik secara ekonomi maupun militer. Nilai ekspor ke kawasan tersebut masih kecil dibanding Eropa atau China. Maka, peran Indonesia dalam isu Gaza lebih bersifat moral—cerminan empati yang konsisten, tetapi belum disertai daya ungkit geopolitik nyata.

Sebaliknya, tantangan yang lebih dekat justru muncul di kawasan. Laut Cina Selatan tetap menjadi titik panas yang menguji kecerdikan diplomasi Indonesia. Klaim nine-dash line China menimbulkan gesekan di sekitar Natuna, sementara ketegangan di Selat Taiwan berpotensi mengguncang rantai pasok kawasan. Di sisi lain, krisis Myanmar, sengketa Kamboja–Thailand di Candi Preah Vihear, serta rivalitas India–Pakistan di Kashmir menjadi ujian bagi solidaritas dan efektivitas ASEAN.

Selain itu, ancaman baru hadir di dunia maya. Serangan siber, disinformasi, dan intervensi algoritmik kini menjadi instrumen geopolitik yang tak kasat mata. Dunia tengah bergerak menuju era post-sovereignty, di mana batas negara kabur dan kekuasaan ditentukan oleh kendali atas data. Dalam lanskap ini, diplomasi bukan lagi sekadar negosiasi antarpemerintah, melainkan politik makna—kemampuan memproduksi, mengelola, dan melindungi narasi nasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Minta Aset Negara...
Prabowo Minta Aset Negara Dikelola Maksimal untuk Masyarakat
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
Didesak Tegaskan Sikap...
Didesak Tegaskan Sikap ke Pemerintahan Prabowo, PDIP: Memangnya Jazilul Siapa?
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Istana Bicara soal Kembalikan...
Istana Bicara soal Kembalikan Kepercayaan Publik
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Rekomendasi
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
3.761 Personel Dikerahkan...
3.761 Personel Dikerahkan Amankan Aksi Unjuk Rasa di 2 Lokasi di Jakarta Hari Ini
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Berita Terkini
Dilimpahkan ke Kejari...
Dilimpahkan ke Kejari Jaksel, Roy Suryo: Allahu Akbar, Terus Semangat!
Keluar dari RS Polri,...
Keluar dari RS Polri, Roy Suryo Kepalkan Tangan, dr tifa Dipegang 2 Polisi
135.872 Jemaah Haji...
135.872 Jemaah Haji dan Petugas Telah Kembali ke Tanah Air
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Prabowo Minta Aset Negara...
Prabowo Minta Aset Negara Dikelola Maksimal untuk Masyarakat
Bos Blueray Cargo Jalani...
Bos Blueray Cargo Jalani Sidang Tuntutan Korupsi Bea Cukai Hari Ini
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved