Hari Santri 2025: Santri Jadi Penjaga Iman dan Keindonesiaan
Selasa, 21 Oktober 2025 - 13:40 WIB
loading...
A
A
A
Kang Maman, panggilan akrab KH Maman Imanulhaq menjelaskan bahwa santri adalah identitas asli Nusantara. Jauh sebelum muncul istilah gerakan transnasional, para kiai dan santri telah menjadi bagian dari jantung peradaban Islam di Bumi Nusantara. Mereka menyebarkan Islam melalui pendekatan budaya, bukan kekerasan.
“Santri tidak lahir dari ideologi impor, tetapi dari kearifan lokal yang menyatukan tauhid dan tradisi,” ujarnya.
Baca juga: Hari Santri 2025, dari MBG, Cek Kesehatan Gratis, hingga Aksi 1 Santri 1 Pohon
Bagi santri, menjaga Indonesia berarti menjaga amanah Tuhan atas bumi tempat berpijak. “Islam bagi santri bukan sistem politik yang memusuhi negara-bangsa, melainkan spirit moral yang membangun peradaban,” tambah Kang Maman.
Tema Santri dan Peradaban Dunia, kata KH Maman, merupakan panggilan zaman bagi generasi pesantren. Tantangan santri hari ini bukan lagi mempertahankan kemerdekaan dari penjajahan fisik, melainkan mengawal kemerdekaan dari kebodohan, ketimpangan sosial, dan dekadensi moral.
“Santri harus tampil di panggung global dengan keilmuan, teknologi, dan diplomasi budaya. Indonesia berpotensi menjadi center of moderate Islam di dunia, dan santri bisa menjadi duta nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin di tengah dunia yang haus spiritualitas dan keadilan sosial,” jelasnya.
“Santri tidak lahir dari ideologi impor, tetapi dari kearifan lokal yang menyatukan tauhid dan tradisi,” ujarnya.
Baca juga: Hari Santri 2025, dari MBG, Cek Kesehatan Gratis, hingga Aksi 1 Santri 1 Pohon
Bagi santri, menjaga Indonesia berarti menjaga amanah Tuhan atas bumi tempat berpijak. “Islam bagi santri bukan sistem politik yang memusuhi negara-bangsa, melainkan spirit moral yang membangun peradaban,” tambah Kang Maman.
Tema Santri dan Peradaban Dunia, kata KH Maman, merupakan panggilan zaman bagi generasi pesantren. Tantangan santri hari ini bukan lagi mempertahankan kemerdekaan dari penjajahan fisik, melainkan mengawal kemerdekaan dari kebodohan, ketimpangan sosial, dan dekadensi moral.
“Santri harus tampil di panggung global dengan keilmuan, teknologi, dan diplomasi budaya. Indonesia berpotensi menjadi center of moderate Islam di dunia, dan santri bisa menjadi duta nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin di tengah dunia yang haus spiritualitas dan keadilan sosial,” jelasnya.
Lihat Juga :