Singgung Maju Mundur Komite Reformasi Polri, Gatot Nurmantyo Bicara Mafia

Minggu, 19 Oktober 2025 - 21:41 WIB
loading...
Singgung Maju Mundur...
Mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo mendesak Presiden Prabowo Subianto segera melakukan reformasi Polri. Foto/Tangkapan layar
A A A
JAKARTA - Mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo mendesak Presiden Prabowo Subianto segera melakukan reformasi Polri. Menurut dia, masyarakat menunggu janji pembentukan Komite Reformasi Polri yang disampaikan Presiden Prabowo.

“Sudah lebih sebulan komite yang tunggu-tunggu masyarakat belum terbentuk,” kata Gatot dikutip Minggu (19/11/2025).

Gatot pun menyinggung langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk Tim Transformasi Reformasi Polri. Menurut Gatot, langkah Jenderal Sigit tersebut sudah menyalib kebijakan presiden.

Baca juga: 9 Tokoh Telah Ditunjuk Masuk Komite Reformasi Polri, Ada Mahfud MD dan Jimly Asshiddiqie



“Namun dari sudut pandang saya sebagai mantan aparat, langkah Polri semakin menunjukkan pentingnya reformasi total segera dilakukan,” ujar Gatot.

Gatot menilai ironis pembentukan Komite Reformasi Polri bentukan Presiden Prabowo terus ditunda. “Semoga tidak kelupaan, apalagi masuk angin,” ungkap Ketua Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ini.

Menurut Gatot, pembentukan Komite Reformasi Polri sangat mendesak. Dia pun memberikan dua contoh kasus, Ferdy Sambo dan Teddy Minahasa Putra.

Dia mengingatkan Sambo seorang petinggi Polri yang secara sistematis membunuh ADC atau ajudannya di rumah. Menurut Gatot, motif Sambo membunuh Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J belum terungkap hingga saat ini.

Dalam kasus tersebut, Sambo berkonspirasi dengan banyak jajarannya, termasuk dengan keluarganya untuk melakukan Obstruction Of Justice.

Sedangkan contoh kasus yang kedua, Teddy Minahasa memerintahkan menyisihkan barang bukti (barbuk) narkoba. Barang bukti diganti zat lain.

Teddy menggunakan jajarannya untuk mengedarkan barbuk hingga bekerja sama dengan pihak lain untuk mengedarkan narkoba tersebut. “Ini kurang jahat apa dua contoh ini? Ini sebenarnya yang menjadi puncak, yang menjadi sorotan masyarakat,” jelasnya.

Dia mengatakan ada sebuah organisasi lain di dunia ini yang namanya mafia. Dia menjelaskan, mafia adalah organisasi kriminal yang menggunakan kekerasan, intimidasi, dan korupsi untuk mencapai tujuan ekonomi dan politiknya.

“Tolong pahami benar definisi yang saya sampaikan, resapi dulu. Setelah itu, kalau sudah paham, saya ingin ajak kita sekalian untuk membandingkan dua kejadian tadi Ferdy Sambo dan Teddy Minahasa, kemudian dengan mafia, karena kejadian yang dua ini merupakan bentuk gunung es,” ujarnya.

Gatot pun bertanya apakah kasus Ferdy Sambo dan Teddy Minahasa sama dengan mafia. “Tidak perlu dijawab, tapi cukup perundukan dalam hati saja. Pahami dalam hati saja. Karena kalau takut, ustaz, enggak usah ngomong. Cukup simpan di hati masing-masing saja,” katanya.

Dia pun menyindir maju mundurnya pembentukan Komite Reformasi Polri yang hingga kini belum juga terwujud. “Kok mau bentuk komite reformasi saja maju mundur, maju mundur, maju mundur, tidak segera. Terus kapan aparat yang kita butuhkan ini benar-benar menjadi aparat dambaan dari seluruh masyarakat yang seperti diharapkan,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penguatan Kompolnas...
Penguatan Kompolnas Jadi Jantung Reformasi Polri Antar Rangga Afianto Raih Doktor Kepolisian
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ryamizard Ryacudu di...
Ryamizard Ryacudu di Mata Gatot Nurmantyo dan Hadi Tjahjanto
Bahas RUU Polri, Pemerintah...
Bahas RUU Polri, Pemerintah Perkuat Pengawasan Internal dengan Pemanfaatan Teknologi
Revisi UU Polri Jadi...
Revisi UU Polri Jadi Inisiatif DPR, Penempatan Polisi di Kementerian hingga Usia Pensiun Kapolri Jadi Poin Penting
Tindak Lanjuti KPRP,...
Tindak Lanjuti KPRP, Polri Susun MEPE yang Atur Peralatan Standar Kepolisian
Markas Kebakaran dan...
Markas Kebakaran dan Bos Diduga Tewas, Yakuza Jepang Rapat Darurat
Siapa Daniel Kinahan?...
Siapa Daniel Kinahan? Bos Mafia Irlandia yang Memiliki Jaringan Internasional
MAFIA KONTEN DESA! Bongkar...
MAFIA KONTEN DESA! Bongkar Dugaan Mark-Up Biaya Dokumentasi
Rekomendasi
Archie dan Lilibet ke...
Archie dan Lilibet ke Inggris, Akankah Bertemu Anak-anak Pangeran William?
Kolombia Pecundangi...
Kolombia Pecundangi RD Kongo, Daniel Munoz Cetak Gol Penentu Kemenangan
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Berita Terkini
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Prabowo Sindir Penolak...
Prabowo Sindir Penolak MBG: Enggak Ada yang Lebih Genting dari Perut Lapar
Kejagung Sebut Kasus...
Kejagung Sebut Kasus Pencurian Sandal Jepit Tak Harus ke Pengadilan, Bisa Diselesaikan lewat RJ
2 Calon Manajer Kopdes...
2 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal saat Latsarmil, TB Hasanuddin Berharap Lakukan Evaluasi Menyeluruh
Legal Standing Belum...
Legal Standing Belum Lengkap, Sidang Perdana Gugatan Bonatua Terhadap KPU-Rektor UGM Ditunda
Jaksa Agung Singgung...
Jaksa Agung Singgung Wacana Peleburan Pidum-Pidsus demi Penanganan Perkara Lebih Efisien
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved