KH Cholil Nafis Sebut Orang Kadang Salah Perspektif Dalam Melihat Pesantren

Jum'at, 17 Oktober 2025 - 17:33 WIB
loading...
KH Cholil Nafis Sebut...
Ketua MUI KH Cholil Nafis menjabarkan kehidupan dan pola pendidikan di pondok pesantren. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis menyebut kehidupan di pondok pesantren (ponpes) di Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa memiliki tradisi yang berbeda-beda. Bahkan, pesantren di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta juga tidak sama.

“Mereka (santri) punya semboyan orang yang mengajari saya satu huruf saja, kami siap melayani, kami siap untukmengikutinya bahkan menghambanya untuk menunjukkan tentang ketakziman, menghormati kepada guru,” ujarnya di Podcast SindoNews To The Po!nt Aja pada Jumat (17/10/2025).

Menurut Kiai Cholil, orang kadang-kadang salah dalam melihat perspektif budaya dari budaya lain. Akibatnya, sulit menemukan kebenaran. Cholil menyebut sulit menilai budaya dari perspektif budaya orang lain.

“Umpamanya budaya Jawa cium tangan, ya kan, itu bentuk penghormatan lalu menunduk seperti orang Jepang. Itu kan bentuk penghormatan,” katanya.

Baca juga: Di Hadapan Pemimpin Agama Dunia, KH Cholil Nafis Sebut Peran Tokoh Agama Wujudkan Perdamaian

Kiai Cholil menyebut kehidupan di pesantren itu berbeda-beda. Apabila dilihat dari budaya luar pasti tidak cocok. Tapi kalau tahu di dalamnya bagaimana kiai di pesantren berdedikasi untuk bangsa dan negara. Mereka bahkan tidak mengambil SPP dan tidak ada bayaran sama sekali.

“Itu banyak jumlahnya, banyak yang tidak terdaftar di Kementerian Agama. Enggak didaftarkan pesantrennya tapi mereka berdedikasi, seperti pesantren-pesantren tua yang kemarin roboh. Alkoziny itu dari Khozin yakni orang yang alim kemudian orang datang untuk belajar di sana dan tidak ingin pulang pergi. Maka bikinlah pemondokan disebut dengan pondok pesantren. Termasuk Kiai Hasyim Asy'ari mondoknya di situ,” katanya.

Baca juga: Dapat SK dari Kemenag, KH Cholil Nafis: LAZIA Siap Maksimalkan Potensi Zakat

Bahkan, kata Kiai Cholil, dalam sejarahnya Kiai Kholil Bangkalan sepulang dari haji itu bikin pemondokan kayak secara swadaya. “Di beberapa tempat ngecor bareng itu adalah tradisi lama di mana santri itu yang ditempati melakukannya sendiri, berbeda kalau dibandingkan dengan boarding school,” ucapnya.



Terkait dengan anggapan mengendarai kendaraan mewah dan mahal, Kiai Cholil menyebut seringkali kendaraan itu bukan milik kiai pengasuh pondok pesantren.

“Kalau ketempatan naik mobil mewah, mobil cakep itu bukan miliknya (ulama) seringkali. Tapi yang menjemput kiai kondangan. Bahkan mungkin memang ada yang dikasih. Setahu saya, kiai punya alumni yang kaya kemudian kiai kok naiknya mobil begitu? Kita kasihin dah ke kiai hak pakai, kadang-kadang memang dikasih beneran. Jadi kita kalau melihat tradisi pesantren, kondisi pesantren ya tentu jangan dibaca seperti halnya budaya kita di sekolah,” ucapnya.

Kiai Cholil juga menjawab pertanyaan orang-orang mengenai kontribusi pesantren bagi bangsa dan negara Indonesia. Kiai Cholil kemudian menyebut sejumlah tokoh nasional jebolan pesantren.

“Ada Presiden dari pesantren, Wakil Presiden dari pesantren. Menteri tidak kehitung (dari pesantren), dan DPR tidak kehitung, ditanya kontribusinya,” ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Kuota Haji, KPK...
Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Bos Maktour Hari Ini
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Stafsus Menag: Kunjungan...
Stafsus Menag: Kunjungan Presiden Jerman ke Istiqlal Perkuat Diplomasi Agama RI-Jerman
KPK Panggil 2 Tersangka...
KPK Panggil 2 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Kisah Perjuangan Putri...
Kisah Perjuangan Putri Buruh Terasi Rembang Raih Doktor dari UIN Walisongo
Rekomendasi
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Berita Terkini
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
BGN Pastikan Anggaran...
BGN Pastikan Anggaran MBG Dikurangi, Ini Alasannya
Temui Gibran, Mahasiswa...
Temui Gibran, Mahasiswa Beri Tenggat Waktu 5 Hari ke Pemerintah untuk Realisasikan Tuntutan
Prabowo Bertemu Menlu...
Prabowo Bertemu Menlu Qatar di Istana Merdeka, Ini Tiga Poin yang Dibahas
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved