Indonesia Lawan Genosida di Palestina Gelar Aksi Akbar Besok

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 13:43 WIB
loading...
Indonesia Lawan Genosida...
Panitia aksi Indonesia Lawan Genosida Syauki Hafiz mengatakan, akan menggelar aksi akbar mendesak pengiriman pasukan perdamaian ke Palestina besok. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Sejumlah organisasi masyarakat sipil, kepemudaan, dan mahasiswa, akan menggelar aksi besar bertajuk "Indonesia Melawan Genosida ". Aksi tersebut rencananya digelar di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Minggu pagi, 12 Oktober 2025, besok.

Rencana itu disusun, menyusul adanya kabar mengenai gencatan senjata di Gaza, Palestina. Meskipun menyambut baik kabar gencatan senjata, Panitia aksi "Indonesia Lawan Genosida" Syauki Hafiz, menyatakan potensi genosida terulang masih ada. Karena itu, konsolidasi dilakukan untuk merancang kerangka gerakan baru, yang lebih berdampak.

"Hari ini kita kumpulin organisasi masyarakat sipil, dan juga organisasi kepemudaan, mahasiswa. Sebelumnya kita sudah kumpul untuk menyiapkan, bahwa genosida mau masuk tahun ketiga. Tapi alhamdulillah setidaknya ada arah gencatan senjata pada hari ini," ujar Syauki di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/10/2025) sore.

Baca juga: Teks Lengkap Perjanjian yang Ditandatangani Israel dan Hamas untuk Akhiri Perang di Gaza

Syauki menyatakan, kabar gencatan senjata itu membawa kelegaan, namun hal tersebut tidak berarti perjuangan telah usai. "Sebagaimana teman-teman kita di Gaza cukup lega, kami juga sangat lega ada gencatan senjata. Kami ingin Indonesia terlibat aktif, memastikan genosida tidak terulang lagi, pelanggaran gencatan senjata tidak terulang lagi, tidak terjadi lagi perang di Gaza," katanya.

Dalam rencana aksi tersebut, salah satu fokus utama tuntutan yang akan diserukan, adalah penagihan janji Presiden Prabowo Subianto, yang menyatakan kesiapan mengirim 20.000 pasukan perdamaian ke Gaza. Syauki menilai, momentum pengiriman pasukan tersebut harus dilakukan sekarang, tanpa ditunda lagi.



Syauki khawatir, jeda waktu akan dimanfaatkan Israel, untuk kembali melancarkan operasi militer. "Karena yang kami lihat dari preseden yang ada, Israel itu mencari celah kecil, untuk bisa melanjutkan lagi operasi terornya di Gaza," katanya.

Baca juga: 170.000 Ton Bantuan Kemanusiaan Menunggu Masuk Gaza

Syauki berharap, pengiriman 20.000 pasukan perdamaian Indonesia, dapat segera direalisasikan, untuk mengawal proses gencatan senjata, dan menjamin masuknya bantuan kemanusiaan. "Salah satu yang dijanjikan Presiden Prabowo, yang menjanjikan 20.000 pasukan, itu momentumnya sekarang dan tidak ditunda lagi," kata Syauki.

Selain menuntut peran aktif pemerintah Indonesia, Syauki juga menyoroti tanggung jawab masyarakat internasional, untuk mengawal perdamaian abadi.

"Kami ada juga tuntutan yang ditujukan untuk masyarakat internasional, bahwa dunia bertanggung jawab untuk menjaga gencatan senjata tetap bertahan, dan genosida berakhir, dan membangun kembali Gaza," ucapnya.

Menurutnya, tanggung jawab tersebut, kini menjadi tanggung jawab kolektif masyarakat global, termasuk Indonesia, yang selama ini telah menjalankan peran solidaritasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Ungkap Kunci...
Prabowo Ungkap Kunci Negara Sukses: Berani Akui Kekurangan hingga Cari Solusi
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
Presiden Prabowo Hadiri...
Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan Putri Ketua KPK
Survei Puspoll Indonesia,...
Survei Puspoll Indonesia, Kepuasan Publik Atas Kinerja Presiden Prabowo Capai 64,8 Persen
Mensesneg Jelaskan Maksud...
Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo terkait 4 Kali Kalah Pemilu Tak Ganggu Pemegang Mandat
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Rekomendasi
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Tanpa Somasi, Sarwendah...
Tanpa Somasi, Sarwendah Laporkan Akun Media Sosial yang Diduga Cemarkan Nama Baik
Magang Nasional 2026...
Magang Nasional 2026 Gelombang 2 Segera Dibuka, Kuota Peserta Capai 150 Ribu Orang
Berita Terkini
Roy Suryo Ngamuk Sidang...
Roy Suryo Ngamuk Sidang Praperadilannya Disusupi Termul
Soroti Kematian 5 Calon...
Soroti Kematian 5 Calon Manajer Kopdes, Pimpinan Komisi XIII DPR Dorong Komnas HAM Investigasi
Pakar Hukum: Konsep...
Pakar Hukum: Konsep Presisi Jadi Kunci Meningkatnya Kepercayaan Publik kepada Polri
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Roy Suryo Dimulai, Hakim Ungkap Jadwal Setiap Persidangan
Pemerintah Ajukan RUU...
Pemerintah Ajukan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke DPR, Atur Mekanisme Penyidikan dan Sanksi
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved