Kementerian Kebudayaan Dorong Musik Tanah Air Berdaya Saing Global
Jum'at, 10 Oktober 2025 - 15:09 WIB
loading...
A
A
A
“Pajak yang didapat dari para musisi lewat karya-karyanya ini adalah penopang bagi pertumbuhan industri musik karena akan kembali dalam bentuk panggung, dana pendidikan, dan infrastruktur budaya. Musik menyambungkan perasaan, dan pajak menyambungkan cita-cita,” tegasnya.
Baca juga: Musik Indonesia Siap Mendunia, KMI 2025 Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Industri Kreatif
Senada dengan Timon Pieter, Mohammad Dian Revindo dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI menjelaskan tentang peluang ekonomi musik di Indonesia yang sangat besar.
“Multiplayer effect dapat terjadi jika ekosistemnya dapat dikoordinasikan dengan baik dari hulu ke hilir, dan juga demand-nya mendukung dan saling menghargai. Pemerintah bisa terlibat tidak hanya soal kebijakan fiskal, tapi juga dapat mengajak diskusi pihak perbankan untuk pembiayaan di bidang musik, hingga jangka jauhnya adalah menyediakan BLU di bidang musik,” ujarnya.
Sedangkan Andro Rohmana, selaku perwakilan dari Backstagers Indonesia memaparkan bahwa saat ini industri event di Indonesia masih menghadapi serangkaian tantangan yang harus disikapi bersama. “Saatnya kita bergerak bersama. Mari ubah cara pandang kita bahwa event bukanlah biaya, tapi instrumen investasi yang bisa menggerakkan ekonomi,” ujarnya.
Yonathan Nugroho dari Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI) menyampaikan bahwa dengan jumlah pengguna internet terbesar keempat di dunia, Indonesia memiliki potensi besar dalam pertumbuhan musik digital. Dengan 70% konsumsi musik digital di Indonesia berasal dari katalog lokal, yang menandakan bergesernya tren dari dominasi musik asing menuju apresiasi terhadap karya anak bangsa.
Baca juga: Musik Indonesia Siap Mendunia, KMI 2025 Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Industri Kreatif
Senada dengan Timon Pieter, Mohammad Dian Revindo dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI menjelaskan tentang peluang ekonomi musik di Indonesia yang sangat besar.
“Multiplayer effect dapat terjadi jika ekosistemnya dapat dikoordinasikan dengan baik dari hulu ke hilir, dan juga demand-nya mendukung dan saling menghargai. Pemerintah bisa terlibat tidak hanya soal kebijakan fiskal, tapi juga dapat mengajak diskusi pihak perbankan untuk pembiayaan di bidang musik, hingga jangka jauhnya adalah menyediakan BLU di bidang musik,” ujarnya.
Sedangkan Andro Rohmana, selaku perwakilan dari Backstagers Indonesia memaparkan bahwa saat ini industri event di Indonesia masih menghadapi serangkaian tantangan yang harus disikapi bersama. “Saatnya kita bergerak bersama. Mari ubah cara pandang kita bahwa event bukanlah biaya, tapi instrumen investasi yang bisa menggerakkan ekonomi,” ujarnya.
Yonathan Nugroho dari Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI) menyampaikan bahwa dengan jumlah pengguna internet terbesar keempat di dunia, Indonesia memiliki potensi besar dalam pertumbuhan musik digital. Dengan 70% konsumsi musik digital di Indonesia berasal dari katalog lokal, yang menandakan bergesernya tren dari dominasi musik asing menuju apresiasi terhadap karya anak bangsa.
Lihat Juga :