Cak Imin Sebut Ponpes Al Khoziny Berusia 125 Tahun
Selasa, 07 Oktober 2025 - 14:48 WIB
loading...
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyebut Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur yang roboh telah berusia 125 tahun. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyebut Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur yang roboh telah berusia 125 tahun. Pemerintah akan mengambil langkah standardisasi bangunan pesantren.
"Pesantren yang baru saja mengalami musibah seperti di Sidoarjo beberapa waktu yang lalu memang usianya 125 tahun," kata Cak Imin seusai menggelar pertemuan dengan Menteri Agama Nasarudin Umar di Kompleks Menteri, Widya Chandra, Jakarta, Selasa (7/10/2025).
Cak Imin pun mengatakan bahwa rata-rata pesantren-pesantren dengan bangunan yang sangat tua tidak diikuti dengan perencanaan yang memadai karena tiga hal. Pertama, keterbatasan anggaran.
Baca Juga: BNPB: Seluruh Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Telah Ditemukan, 61 Jenazah, 7 Body Part
"Pesantren sering menggunakan cara tambal sulam di dalam melaksanakan pembangunannya. Yang kedua, karena usia yang sangat tua, maka kita akan evaluasi dan kita akan mulai dari pesantren yang paling tua dan yang paling rawan untuk terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujar Cak Imin.
Oleh karena itu, Cak Imin mengungkapkan dirinya dengan Menteri Agama termasuk Kementerian lainnya akan bekerja sama untuk melakukan audit bangungan pesantren dengan usia di atas 100 tahun.
"Nah, saya dengan Pak Menteri Agama nanti juga dengan berbagai kementerian, akan terus melakukan kerja-kerja bersama mengatasi berbagai hal menyangkut penyelamatan pesantren-pesantren dengan usia yang sangat tua di atas 100 tahun dan bangunan-bangunan yang rawan. Kita akan prioritaskan pesantren-pesantren yang memang sangat rawan dan sangat tua usianya," jelasnya.
Bahkan, kata Cak Imin, banyak pesantren yang didirikan jauh sebelum kemerdekaan Indonesia, termasuk Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo yang dibangun pada tahun 1915.
Cak Imin pun mengatakan faktor ketiga terkait independensi pesantren. "Kita memahami bahwa pesantren selama ini sangat menjaga independensinya. Sehingga kita ingin terus melakukan koordinasi agar pesantren mau beradaptasi untuk menanggulangi ancaman-ancaman rawan dari segi bangunan fisik."
Cak Imin menegaskan atas perintah Presiden Prabowo Subianto akan mengambil langkah untuk standardisasi bangunan pesantren yang rawan. "Atas perintah Pak Presiden itu saya akan terus mengambil langkah cepat terutama memprioritaskan kepada pesantren-pesantren yang memang benar-benar sangat rawan untuk segera kita tangani," pungkasnya.
"Pesantren yang baru saja mengalami musibah seperti di Sidoarjo beberapa waktu yang lalu memang usianya 125 tahun," kata Cak Imin seusai menggelar pertemuan dengan Menteri Agama Nasarudin Umar di Kompleks Menteri, Widya Chandra, Jakarta, Selasa (7/10/2025).
Cak Imin pun mengatakan bahwa rata-rata pesantren-pesantren dengan bangunan yang sangat tua tidak diikuti dengan perencanaan yang memadai karena tiga hal. Pertama, keterbatasan anggaran.
Baca Juga: BNPB: Seluruh Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Telah Ditemukan, 61 Jenazah, 7 Body Part
"Pesantren sering menggunakan cara tambal sulam di dalam melaksanakan pembangunannya. Yang kedua, karena usia yang sangat tua, maka kita akan evaluasi dan kita akan mulai dari pesantren yang paling tua dan yang paling rawan untuk terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujar Cak Imin.
Oleh karena itu, Cak Imin mengungkapkan dirinya dengan Menteri Agama termasuk Kementerian lainnya akan bekerja sama untuk melakukan audit bangungan pesantren dengan usia di atas 100 tahun.
"Nah, saya dengan Pak Menteri Agama nanti juga dengan berbagai kementerian, akan terus melakukan kerja-kerja bersama mengatasi berbagai hal menyangkut penyelamatan pesantren-pesantren dengan usia yang sangat tua di atas 100 tahun dan bangunan-bangunan yang rawan. Kita akan prioritaskan pesantren-pesantren yang memang sangat rawan dan sangat tua usianya," jelasnya.
Bahkan, kata Cak Imin, banyak pesantren yang didirikan jauh sebelum kemerdekaan Indonesia, termasuk Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo yang dibangun pada tahun 1915.
Cak Imin pun mengatakan faktor ketiga terkait independensi pesantren. "Kita memahami bahwa pesantren selama ini sangat menjaga independensinya. Sehingga kita ingin terus melakukan koordinasi agar pesantren mau beradaptasi untuk menanggulangi ancaman-ancaman rawan dari segi bangunan fisik."
Cak Imin menegaskan atas perintah Presiden Prabowo Subianto akan mengambil langkah untuk standardisasi bangunan pesantren yang rawan. "Atas perintah Pak Presiden itu saya akan terus mengambil langkah cepat terutama memprioritaskan kepada pesantren-pesantren yang memang benar-benar sangat rawan untuk segera kita tangani," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :