Usman Tokan Sebut Ada Orang Baik Tak Ingin Melihat PPP Rusak dan Hancur
Selasa, 07 Oktober 2025 - 06:01 WIB
loading...
Politikus senior PPP Usman M Tokan mengungkap, ada peran orang baik di balik islahnya kubu Muhamad Mardiono dan Agus Suparmanto. Ilustrasi/Dok Sindo
A
A
A
JAKARTA - Politikus senior Partai Persatuan Pembangunan ( PPP ) Usman M Tokan mengungkap, ada peran orang baik di balik islahnya kubu Muhamad Mardiono dan Agus Suparmanto . Orang baik ini, kata Usman, ada yang berasal dari internal dan eksternal PPP.
"Ya, orang baik ini ada yang internal ada yang eksternal. Jadi ada beberapa orang baik inilah yang tidak ingin melihat PPP rusak, tidak ingin melihat PPP hancur," kata Usman saat dihubungi, Senin (6/10/2025).
Usman berkata, para orang baik ini berupaya untuk melakukan komunikasi ke dua belah pihak. "Sehingga berdua (kubu) ini bisa duduk bareng dan berdiskusi. Alhamdulillah punya kesepakatan," ucap Usman.
Ia pun bersyukur, ada orang baik yang masih ingin melihat PPP tak hancur. Ia berkata, peran orang baik ini memfasilitasi kedua kubu untuk berdamai.
Baca Juga: Islah PPP: Mardiono Ketum, Agus Suparmanto Waketum, dan Gus Yasin Sekjen
"Lalu kemudian disepakati kedua belah pihak, terjadi lah pertemuan. Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan untuk berjalan bersama-sama," kata Usman.
Usman mengajak kedua kubu untuk bersatu dan tinggalkan perbedaan perselisihan saat muktamar lalu. Ia mengajak kedua kubu untuk membangun kekuatan agar PPP lolos ke Senayan.
"Kan target dua-duanya mau lolos Senayan. Tujuannya sama, mungkin caranya yang berbeda. Perbedaan cara itulah yang disatukan nanti di dalam acara kegiatan mukernas," ucapnya.
Dualisme kepengurusan PPP telah berakhir. Kubu Muhamad Mardiono dan Agus Suparmanto sepakat berdamai. Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas resmi mengeluarkan surat keputusan (SK) yang baru terkait kepengurusan PPP periode 2025-2030.
Dalam SK ini, Mardiono menjadi ketua umum PPP. Sementara Agus Suparmanto menjadi wakil ketua umum.
"Pak Haji Muhamad Mardiono tetap menjadi ketua umum PPP, kemudian Pak Agus menjadi wakil ketua umum," kata Supratman di Kantor Kemenkum, Jakarta Selatan, Senin (6/10/2025).
"Ya, orang baik ini ada yang internal ada yang eksternal. Jadi ada beberapa orang baik inilah yang tidak ingin melihat PPP rusak, tidak ingin melihat PPP hancur," kata Usman saat dihubungi, Senin (6/10/2025).
Usman berkata, para orang baik ini berupaya untuk melakukan komunikasi ke dua belah pihak. "Sehingga berdua (kubu) ini bisa duduk bareng dan berdiskusi. Alhamdulillah punya kesepakatan," ucap Usman.
Ia pun bersyukur, ada orang baik yang masih ingin melihat PPP tak hancur. Ia berkata, peran orang baik ini memfasilitasi kedua kubu untuk berdamai.
Baca Juga: Islah PPP: Mardiono Ketum, Agus Suparmanto Waketum, dan Gus Yasin Sekjen
"Lalu kemudian disepakati kedua belah pihak, terjadi lah pertemuan. Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan untuk berjalan bersama-sama," kata Usman.
Usman mengajak kedua kubu untuk bersatu dan tinggalkan perbedaan perselisihan saat muktamar lalu. Ia mengajak kedua kubu untuk membangun kekuatan agar PPP lolos ke Senayan.
"Kan target dua-duanya mau lolos Senayan. Tujuannya sama, mungkin caranya yang berbeda. Perbedaan cara itulah yang disatukan nanti di dalam acara kegiatan mukernas," ucapnya.
Dualisme kepengurusan PPP telah berakhir. Kubu Muhamad Mardiono dan Agus Suparmanto sepakat berdamai. Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas resmi mengeluarkan surat keputusan (SK) yang baru terkait kepengurusan PPP periode 2025-2030.
Dalam SK ini, Mardiono menjadi ketua umum PPP. Sementara Agus Suparmanto menjadi wakil ketua umum.
"Pak Haji Muhamad Mardiono tetap menjadi ketua umum PPP, kemudian Pak Agus menjadi wakil ketua umum," kata Supratman di Kantor Kemenkum, Jakarta Selatan, Senin (6/10/2025).
(zik)
Lihat Juga :