Ketahanan Pangan Nasional sebagai Pilar Kedaulatan
Minggu, 05 Oktober 2025 - 13:27 WIB
loading...
A
A
A
Dia juga menilai Presiden Prabowo Subianto menghadirkan arah baru dengan menekankan kedaulatan, kemandirian, dan pertumbuhan yang berkualitas. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, adik kelas Haidar Alwi di ITB, menyalurkan semangat tersebut ke dalam kebijakan fiskal.
Ia menargetkan pertumbuhan tinggi yang bukan sekadar angka, melainkan janji kesejahteraan bagi seluruh rakyat. “Pertumbuhan 8 persen bukan sekadar target, tetapi janji agar dapur rakyat tetap mengepul dan anak-anak bisa sekolah dengan tenang,” ujar Haidar Alwi.
Kolaborasi antara visi Presiden Prabowo dan kebijakan fiskal Purbaya berpadu dengan energi rakyat. Kebijakan negara diperkuat oleh solidaritas masyarakat, sementara masyarakat merasa lebih percaya diri karena negara hadir dengan solusi.
“Ekonomi yang kokoh hanya lahir jika rakyat, pemerintah, dan fiskal saling menopang,” tuturnya.
Menurutnya, pertumbuhan itu tentu tidak bisa dilepaskan dari pilar pangan yang kuat. Sebab, tanpa pangan yang terjamin, pertumbuhan hanya akan menjadi angka semu.
Haidar Alwi meyakini masa depan Indonesia hanya akan cerah bila energi rakyat dan kebijakan negara berjalan beriringan. Santunan dua juta anak yatim menjadi fondasi moral, kebijakan fiskal Purbaya Yudhi Sadewa menjadi mesin pertumbuhan, stok pangan nasional menjadi pilar kedaulatan, dan Polri Presisi menjadi pengawal stabilitas.
Lebih lanjut dia mengatakan, semua komponen ini berpadu dalam visi besar Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045. “Bangsa besar adalah bangsa yang rakyatnya tidak hanya menunggu, tetapi bangkit, berbagi, dan bekerja sama dengan pemimpin yang amanah. Inilah jalan menuju masa depan Indonesia yang gemilang,” pungkasnya.
Ia menargetkan pertumbuhan tinggi yang bukan sekadar angka, melainkan janji kesejahteraan bagi seluruh rakyat. “Pertumbuhan 8 persen bukan sekadar target, tetapi janji agar dapur rakyat tetap mengepul dan anak-anak bisa sekolah dengan tenang,” ujar Haidar Alwi.
Kolaborasi antara visi Presiden Prabowo dan kebijakan fiskal Purbaya berpadu dengan energi rakyat. Kebijakan negara diperkuat oleh solidaritas masyarakat, sementara masyarakat merasa lebih percaya diri karena negara hadir dengan solusi.
“Ekonomi yang kokoh hanya lahir jika rakyat, pemerintah, dan fiskal saling menopang,” tuturnya.
Menurutnya, pertumbuhan itu tentu tidak bisa dilepaskan dari pilar pangan yang kuat. Sebab, tanpa pangan yang terjamin, pertumbuhan hanya akan menjadi angka semu.
Haidar Alwi meyakini masa depan Indonesia hanya akan cerah bila energi rakyat dan kebijakan negara berjalan beriringan. Santunan dua juta anak yatim menjadi fondasi moral, kebijakan fiskal Purbaya Yudhi Sadewa menjadi mesin pertumbuhan, stok pangan nasional menjadi pilar kedaulatan, dan Polri Presisi menjadi pengawal stabilitas.
Lebih lanjut dia mengatakan, semua komponen ini berpadu dalam visi besar Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045. “Bangsa besar adalah bangsa yang rakyatnya tidak hanya menunggu, tetapi bangkit, berbagi, dan bekerja sama dengan pemimpin yang amanah. Inilah jalan menuju masa depan Indonesia yang gemilang,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :