Ketahanan Pangan Nasional sebagai Pilar Kedaulatan

Minggu, 05 Oktober 2025 - 13:27 WIB
loading...
Ketahanan Pangan Nasional...
Petani menanam padi di lahan persawahan Kulon Progo Yogyakarta, Kamis (24/10/2024). Foto/Arif Julianto
A A A
JAKARTA - Pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute R. Haidar Alwi menilai keberhasilan pemerintah menjaga stok beras hingga rekor tertinggi adalah capaian besar yang menunjukkan keseriusan negara. Dia melihat pencapaian ini sebagai langkah strategis untuk menjaga martabat bangsa.

“Pangan bukan hanya soal kenyang, tetapi soal martabat bangsa. Jika rakyat makan dengan tenang, maka bangsa ini berdiri dengan kepala tegak,” ucap Haidar Alwi, Minggu (5/10/2025).

Dia menjelaskan, Program Leuit Rakyat yang digagasnya hadir sebagai pelengkap upaya negara. Dengan menghidupkan lumbung desa dan menghubungkannya dengan Bulog, kata dia, Indonesia membangun ketahanan dari bawah.

Baca juga: Ketum GP Ansor: Siapa Ganggu Pangan, Berhadapan dengan 100.000 Banser Patriot Ketahanan Pangan!



“Kedaulatan pangan lahir dari desa, lalu mengalir ke kota, hingga akhirnya menguatkan negara,” kata Haidar Alwi.

Namun, lanjut dia, martabat itu tidak akan tegak bila distribusi pangan terganggu. Di sinilah peran Polri Presisi menjadi sangat menentukan untuk memastikan jalannya distribusi yang adil dan aman.

Menurut dia, tidak ada pembangunan tanpa stabilitas. Dia menilai Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan program Presisi memastikan ruang sosial tetap aman.

Dikatakannya, Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga pengawal jalannya distribusi pangan, bantuan sosial, dan keamanan rakyat. “Polri adalah tiang yang menjaga agar rumah bangsa tidak goyah. Tanpa stabilitas, semua program hanyalah wacana,” tegasnya.

Dengan kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit, sambung dia, Polri melindungi kebijakan pemerintah dan gerakan sosial rakyat dari gangguan mafia, spekulan, maupun kriminalitas. “Kapolri Presisi menjaga kepercayaan, agar setiap langkah negara dan rakyat benar-benar sampai pada tujuannya,” tuturnya.

Stabilitas inilah yang menyatukan rakyat, fiskal, pangan, dan keamanan dalam satu arah menuju cita-cita Indonesia Emas.

Dia meyakini bahwa kekuatan bangsa Indonesia lahir dari keselarasan antara rakyat dan negara. Baginya, pembangunan bukan hanya soal angka pertumbuhan atau besarnya investasi, melainkan bagaimana solidaritas sosial rakyat, kebijakan fiskal yang tepat, ketahanan pangan, dan stabilitas keamanan bisa berjalan dalam satu irama.

“Rakyat adalah pondasi, negara adalah atap. Keduanya harus menyatu agar rumah besar Indonesia tetap kokoh,” ucapnya.

Dia menambahkan, Gerakan Rakyat Bantu Rakyat yang dijalankan Haidar Alwi Care menghadirkan program santunan dua juta anak yatim. Dia menegaskan bahwa program ini adalah investasi moral jangka panjang untuk menyiapkan generasi tangguh.

“Mereka bukan objek belas kasihan, mereka adalah calon pemimpin bangsa yang harus kita siapkan sejak dini,” katanya.

Dia berpendapat, solidaritas sosial ini menghidupkan kembali semangat gotong royong yang menjadi ciri khas Indonesia. Ketika rakyat saling menopang, negara akan lebih mudah menyalurkan kebijakan yang besar dan bermanfaat luas.

“Solidaritas sosial inilah yang menjadi bahan bakar kebijakan negara. Tanpa rakyat yang kuat, negara akan goyah,” tegasnya.

Karena itu, menurut dia, langkah pemerintah dalam mengelola ekonomi harus berjalan di atas fondasi rakyat yang kokoh. Inilah mengapa kebijakan fiskal di bawah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi sangat penting untuk memastikan arah pembangunan tetap berpijak pada kebutuhan rakyat.

Dia juga menilai Presiden Prabowo Subianto menghadirkan arah baru dengan menekankan kedaulatan, kemandirian, dan pertumbuhan yang berkualitas. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, adik kelas Haidar Alwi di ITB, menyalurkan semangat tersebut ke dalam kebijakan fiskal.

Ia menargetkan pertumbuhan tinggi yang bukan sekadar angka, melainkan janji kesejahteraan bagi seluruh rakyat. “Pertumbuhan 8 persen bukan sekadar target, tetapi janji agar dapur rakyat tetap mengepul dan anak-anak bisa sekolah dengan tenang,” ujar Haidar Alwi.

Kolaborasi antara visi Presiden Prabowo dan kebijakan fiskal Purbaya berpadu dengan energi rakyat. Kebijakan negara diperkuat oleh solidaritas masyarakat, sementara masyarakat merasa lebih percaya diri karena negara hadir dengan solusi.

“Ekonomi yang kokoh hanya lahir jika rakyat, pemerintah, dan fiskal saling menopang,” tuturnya.

Menurutnya, pertumbuhan itu tentu tidak bisa dilepaskan dari pilar pangan yang kuat. Sebab, tanpa pangan yang terjamin, pertumbuhan hanya akan menjadi angka semu.

Haidar Alwi meyakini masa depan Indonesia hanya akan cerah bila energi rakyat dan kebijakan negara berjalan beriringan. Santunan dua juta anak yatim menjadi fondasi moral, kebijakan fiskal Purbaya Yudhi Sadewa menjadi mesin pertumbuhan, stok pangan nasional menjadi pilar kedaulatan, dan Polri Presisi menjadi pengawal stabilitas.

Lebih lanjut dia mengatakan, semua komponen ini berpadu dalam visi besar Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045. “Bangsa besar adalah bangsa yang rakyatnya tidak hanya menunggu, tetapi bangkit, berbagi, dan bekerja sama dengan pemimpin yang amanah. Inilah jalan menuju masa depan Indonesia yang gemilang,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Wali Kota Agustina Bawa...
Wali Kota Agustina Bawa Inovasi Semarang ke Panggung Nasional, Tawarkan Solusi Ketahanan Pangan Kota Masa Depan
Talenta Digital harus...
Talenta Digital harus Diperkuat untuk Kedaulatan Digital dan Ketahanan Nasional
Komisi IV DPR Sebut...
Komisi IV DPR Sebut PSN Wanam Harus Tetap Jalan untuk Wujudkan Ketahanan Pangan
Momen Prabowo Panen...
Momen Prabowo Panen Raya Jagung di Tuban, Naiki Alat Berat hingga Pakai Topi Koboi
Polri Target Bangun...
Polri Target Bangun 1.500 SPPG di Indonesia pada 2026
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Rekomendasi
Ketua PMI DKI Jakarta:...
Ketua PMI DKI Jakarta: Relawan Muda Garda Terdepan yang Siap Go Internasional
Ini Penampakan Taufik...
Ini Penampakan Taufik Hidayat usai Ditangkap Polisi, Tangan Diborgol Tali Ties
Kisah Inspiratif Nasabah...
Kisah Inspiratif Nasabah PNM Warnai Grand Final Pro Futsal League 2026
Berita Terkini
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
SPI Jadi yang Pertama...
SPI Jadi yang Pertama Beri Naskah Analisis RUU Advokat ke Pemerintah
Infografis
10 Tokoh Dianugerahi...
10 Tokoh Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved