Politik Pangkat Kehormatan: Konsolidasi Simbolik Presiden Prabowo

Jum'at, 03 Oktober 2025 - 18:47 WIB
loading...
Politik Pangkat Kehormatan:...
Selamat Ginting, Pengamat Politik dan Militer Universitas Nasional (UNAS). Foto/Dok.SindoNews
A A A
Selamat Ginting
Pengamat Politik dan Militer Universitas Nasional (UNAS)

PADA perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan kenaikan pangkat kehormatan kepada sebelas purnawirawan perwira tinggi TNI. Upacara tersebut berlangsung megah di atas kapal perang KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat, menambah kesan simbolik dari keputusan tersebut.

Namun di balik seremoni yang penuh hormat, muncul pertanyaan penting: apa sebenarnya makna politik dari langkah ini?

Sarat Pesan Politik


Pemberian pangkat kehormatan kepada para purnawirawan tentu bukan hal baru dalam tradisi militer. Hal ini merupakan bentuk penghargaan atas pengabdian luar biasa terhadap negara. Namun, konteks pemberian, momentum politik, serta latar belakang para penerima membuat publik tidak bisa tidak membaca keputusan ini sebagai langkah yang sarat pesan politik, baik ke dalam tubuh militer maupun ke masyarakat sipil.

Presiden Prabowo adalah purnawirawan jenderal, seorang tokoh militer yang sejak lama terlibat dalam kontestasi politik. Kini, sebagai kepala negara dan panglima tertinggi, ia memegang wewenang penuh atas institusi militer.

Dalam kapasitas itu, ia tampaknya mulai membangun konsolidasi simbolik dan emosional dengan keluarga besar TNI, termasuk para purnawirawan yang selama ini menjadi bagian penting dari jaringan kekuasaan informal di Indonesia.

Politik Patronase


Langkah ini bisa dibaca sebagai bentuk politik patronase yang cerdas, tidak transaksional secara terbuka, namun menyentuh titik sensitif dalam budaya militer: kehormatan dan pengakuan. Penerima pangkat kehormatan tidak hanya mendapatkan gelar, tetapi juga status baru dalam narasi nasional.

Dengan begitu, Prabowo memperkuat ikatan personal dan historis dengan figur-figur yang dapat menjadi jembatan pengaruh di berbagai lini, mulai dari pertahanan hingga dunia usaha dan politik lokal.

Namun, kebijakan ini juga menyimpan potensi risiko. Tanpa standar pemberian yang jelas dan akuntabel, publik dapat memandang kebijakan ini sebagai upaya memperluas kekuasaan simbolik Presiden atas militer dengan cara yang tidak sepenuhnya transparan. Dalam jangka panjang, ini bisa menimbulkan distorsi persepsi terhadap struktur pangkat militer. Apakah masih murni berdasarkan karier dan prestasi, atau sudah terkontaminasi oleh kepentingan politik?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Prabowo Bertemu Menlu...
Prabowo Bertemu Menlu Qatar di Istana Merdeka, Ini Tiga Poin yang Dibahas
Prabowo Ungkap Indonesia...
Prabowo Ungkap Indonesia Ingin Perluas Peluang WNI Kerja di Jerman
Bertemu Prabowo, Presiden...
Bertemu Prabowo, Presiden Jerman Singgung Deklarasi Jakarta Tahun 2012
Pertemuan Prabowo dengan...
Pertemuan Prabowo dengan Steinmeier Perkuat 75 Tahun Diplomatik Indonesia-Jerman
Presiden Jerman Steinmeier...
Presiden Jerman Steinmeier Tiba di Indonesia, Berikut Agenda Lengkapnya
Istana Bicara soal Kembalikan...
Istana Bicara soal Kembalikan Kepercayaan Publik
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
Rekomendasi
FA Simpan Tiket Murah...
FA Simpan Tiket Murah Piala Dunia 2026 untuk Fans Inggris
Super Antusias, Audisi...
Super Antusias, Audisi Liga Bintang Juara Tangerang Diikuti Lebih 500 Siswa! Giliran Audisi Depok 23 & 24 Juni Ini
SPMB Jateng 2026 Dibuka,...
SPMB Jateng 2026 Dibuka, Cek Tata Cara Pemilihan Sekolah Tujuan
Berita Terkini
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
BGN Pastikan Anggaran...
BGN Pastikan Anggaran MBG Dikurangi, Ini Alasannya
Temui Gibran, Mahasiswa...
Temui Gibran, Mahasiswa Beri Tenggat Waktu 5 Hari ke Pemerintah untuk Realisasikan Tuntutan
Prabowo Bertemu Menlu...
Prabowo Bertemu Menlu Qatar di Istana Merdeka, Ini Tiga Poin yang Dibahas
Sekjen GMNI Serukan...
Sekjen GMNI Serukan Gotong Royong dan Persatuan Nasional
Infografis
8 Agenda Prioritas Presiden...
8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved