Gus Irfan Minta KPK Dampingi Pelaksanaan Haji

Jum'at, 03 Oktober 2025 - 17:23 WIB
loading...
Gus Irfan Minta KPK...
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf alias Gus Irfan meminta pendampingan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pelaksanaan ibadah haji. Foto/Nur Khabibi
A A A
JAKARTA - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf alias Gus Irfan meminta pendampingan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) dalam pelaksanaan ibadah haji. Hal itu ia sampaikan setelah audiensi Kementerian Haji dan Umrah dengan KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (3/10/2025).

Gus Irfan menyatakan, pendampingan tersebut sebagai upaya memastikan segala sesuatu terkait pelaksanaan ibadah haji ke depannya terbebas dari praktik korupsi.

"Kita ingin agar selalu mendapat pendampingan dari KPK untuk memastikan bahwa semua proses yang kita lakukan sesuai dengan aturan seperti amanat dari Presiden bahwa proses haji harus dilakukan secara akuntabel dan transparan," kata Gus Irfan di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (3/10/2025).

Baca juga: Menteri Haji dan Umrah Gus Irfan Datangi KPK, Audiensi Pencegahan Korupsi



Selain itu, sebagai kementerian baru kata Gus Irfan, dalam kesempatan tersebut sekaligus memperkenalkan Kementerian Haji dan Umrah ke Lembaga Antirasuah

"Banyak hal yang kita sampaikan kepada teman-teman di KPK. Pertama tentu terkait dengan situasi proses haji di kita, kemudian proses bisnis haji yang akan kita lakukan dan sudah kita lakukan," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal KPK Cahya H. Harefa menyatakan, pihaknya menyambut baik permintaan pendampingan tersebut. Terlebih, pihaknya telah melakukan kajian terkait pelaksanaan ibadah haji.

"Harapannya ke depan proses terkait dengan kepengurusan dan pengelolaan jemaah haji kita ini makin hari makin lebih baik, jadi prinsipnya KPK sangat mendukung upaya-upaya persiapan, pencegahan, dan nantinya juga pada saat pelaksanaannya akan mendukung," ujar Cahya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Noel Divonis 4,5 Tahun...
Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara, KPK Tidak Ajukan Banding
Kemenhaj: 76.829 Jemaah...
Kemenhaj: 76.829 Jemaah Haji dari 195 Kloter Telah Tiba di Indonesia
KPK Telusuri Aliran...
KPK Telusuri Aliran Dana terkait Kasus Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan
KPK Sita Dokumen Pengadaan...
KPK Sita Dokumen Pengadaan saat Geledah Kantor dan Rumah Dinas Bupati Muara Enim
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan...
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Bos Maktour Fuad Hasan Pekan Depan
Kenakan Rompi Tahanan,...
Kenakan Rompi Tahanan, Bupati Muara Enim Edison Resmi Ditahan KPK
KPK Bergerak! Usai OTT...
KPK Bergerak! Usai OTT Bupati Muara Enim, Sejumlah Ruangan Penting Disegel
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
Rekomendasi
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Limbad Jenguk Haji Bolot...
Limbad Jenguk Haji Bolot di Rumah Sakit, Doakan Sang Komedian Cepat Sembuh
Belanda vs Jepang Tanpa...
Belanda vs Jepang Tanpa Gol di Babak Pertama, Samurai Biru Tahan Gempuran Oranje
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
Profil Abdul Wahid yang...
Profil Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK, Baru 8 Bulan Jadi Gubernur Riau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved