Dukung Repatriasi Kekayaan Bangsa, Garuda Pulangkan Koleksi Sejarah dari Belanda

Jum'at, 03 Oktober 2025 - 07:02 WIB
loading...
Dukung Repatriasi Kekayaan...
Pemerintah Belanda mengembalikan benda bersejarah kepada Indonesia. Foto/SIndoNews
A A A
JAKARTA - Maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia mengambil peran kunci dalam sejarah repatriasi warisan budaya Indonesia. Garuda sukses terlibat dalam upaya pengembalian aset-aset bersejarah dari Belanda untuk ke Tanah Air.

Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-89 tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa 30 September 2025, setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang dari Amsterdam. Penerbangan ini membawa muatan bernilai tak terhingga berupa ratusan buku kuno, naskah lawas, serta berbagai arsip dan dokumen lain yang menjadi saksi bisu perjalanan sejarah dari beragam daerah di Indonesia.

Setibanya di Jakarta, benda-benda yang direpatriasi itu langsung diserahterimakan kepada perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Den Haag, yang ikut serta dalam penerbangan. Proses serah terima dilakukan dengan protokol ketat, menjamin keamanan dan keutuhan setiap artefak berharga.

Baca juga: Prabowo dan Raja Belanda Sepakati Pengembalian Benda Bersejarah Indonesia

Direktur Utama Garuda, Indonesia Wamildan Tsani menyatakan maskapai merasa terhormat dapat menjadi bagian dari misi nasional ini. "Garuda Indonesia merasa terhormat dapat berperan aktif untuk memulangkan benda-benda yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa Indonesia," ujarnya, Jumat (3/10/2025).

Wamildan memastikan, penanganan benda-benda bersejarah ini dilakukan dengan standar layanan penerbangan terbaik dan penuh kehati-hatian. Prosedur khusus diterapkan untuk menjamin bahwa koleksi tersebut tiba di Tanah Air dalam kondisi aman dan prima.

Baca juga: Belanda Kembalikan 478 Harta Karun yang Pernah Dijarah saat Penjajahan ke Indonesia

Komitmen ini selaras dengan peran Garuda sebagai maskapai pembawa bendera bangsa (flag carrier) yang tak hanya melayani konektivitas, tetapi juga mendukung misi-misi kebudayaan dan diplomatik negara.

Proses pengembalian benda-benda bersejarah ini merupakan tindak lanjut konkret dari kesepakatan tingkat tinggi antara kedua negara. Repatriasi ini merupakan buah dari pembicaraan Presiden Prabowo Subianto dan Raja Belanda Willem-Alexander saat keduanya bertemu di Istana Huis ten Bosch, Den Haag, pada 26 September lalu.

Kesepakatan tersebut membuka jalan bagi kembalinya seluruh aset budaya Indonesia yang tersebar di Belanda. Tim Repatriasi yang dibentuk oleh Kementerian Kebudayaan RI kini bekerja intensif untuk mengawal tahapan pemulangan berikutnya.

Garuda Indonesia menegaskan kesiapannya untuk terus mendukung misi ini. "Sebagai jembatan bagi hubungan politik, ekonomi, dan sosial Indonesia dan Belanda, partisipasi kami dalam proses repatriasi ini adalah tekad untuk terus mendukung misi besar mempererat hubungan antar-kedua negara," tutur Wamildan.

Diharapkan, kepulangan ratusan koleksi bersejarah ini akan memperkaya khazanah museum di Indonesia dan membuka akses penelitian yang lebih luas, terutama bagi generasi muda, untuk mengenal lebih dekat warisan budaya Indonesia yang terangkum dalam naskah dan arsip-arsip tersebut. Langkah ini menjadi momentum penting dalam upaya pemulihan identitas dan penguatan memori kolektif bangsa.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kembali atau Dijajah:...
Kembali atau Dijajah: Menjemput Nusantara Jayasempurna
Budayawan Denny JA Publikasikan...
Budayawan Denny JA Publikasikan 8 Buku Puisi Esai tentang Luka Sejarah
Garuda Hibahkan Pesawat...
Garuda Hibahkan Pesawat untuk Aceh, Wamenhaj: Permudah Jemaah Manasik Haji
Garuda Gandeng Kejagung...
Garuda Gandeng Kejagung Perkuat Tata Kelola Pengadaan Barang dan Jasa Layanan Haji
Datangi KPK, Airlangga:...
Datangi KPK, Airlangga: Bahas Rencana Pembelian Energi dan Pesawat
Buku Sejarah Indonesia...
Buku Sejarah Indonesia 2025 Penyangga Bangsa di Tengah Hoaks dan Pseudohistori
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Alasan Utama Maskapai...
Alasan Utama Maskapai BUMN Ini Migrasi ke SAP Cloud ERP Private
Rekomendasi
Tingkatkan Efisiensi...
Tingkatkan Efisiensi Layanan, ASABRI Digitalisasi 2.000 Klaim Peserta
AKPY, BPDP dan Ditjenbun...
AKPY, BPDP dan Ditjenbun Sinergi Gelar Pelatihan Teknis 90 Pekebun Sawit
Mengenal Penyakit Lyme,...
Mengenal Penyakit Lyme, Infeksi yang Diidap Bella Hadid hingga Sebabkan Gejala Kronis
Berita Terkini
Profil Nadiem Makarim,...
Profil Nadiem Makarim, Menteri Era Jokowi yang Divonis 10 Tahun Penjara
Bumi Eropa Membara,...
Bumi Eropa Membara, Dunia Memilih Bisu: Pelajaran dari Gelombang Panas yang Tak Lagi Anomali
Ketika Gen Z Membawa...
Ketika Gen Z Membawa Orang Tua ke Ruang Interview
Diperiksa 4 Jam, Mantan...
Diperiksa 4 Jam, Mantan Menpora Dito Ariotedjo Dicecar 10 Pertanyaan KPK soal Kunjungan ke Arab Saudi
Ini Hal yang Memberatkan...
Ini Hal yang Memberatkan Nadiem Makarim hingga Divonis 10 Tahun Penjara
Kapolri Naikkan Pangkat...
Kapolri Naikkan Pangkat 4 Pati Polri Jadi Komjen, Ini Daftar Lengkapnya
Infografis
Timnas China vs Indonesia:...
Timnas China vs Indonesia: Saatnya Garuda Perbaiki Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved