Di Balik Amarah Massa Gelombang Protes Anti-Imigran Global

Kamis, 02 Oktober 2025 - 10:16 WIB
loading...
A A A
Jepang, yang selama ini dikenal sebagai benteng homogenitas budaya, kini menjadi episentrum dari kegelisahan ini. Gagasan tentang kedatangan pekerja asing dalam jumlah besar, seperti rencana visa bagi pekerja IT dari India, terasa seperti ancaman terhadap esensi dari apa yang selama ini dianggap sebagai “budaya Jepang”.

Negara yang sebelumnya kaya akan kesatuan budaya ini kini dihadapkan pada kenyataan pahit: resesi yang mengancam, sementara prospek kompetisi dengan tenaga kerja asing semakin nyata. Di jalanan Tokyo, teriakan "Lindungi Budaya Jepang" semakin lantang, mencerminkan ketakutan mendalam akan hilangnya jati diri bangsa (East Asia Forum, 2025).

Di Inggris, dari hasil sensus yang dilakukan Office for National Statistic (ONS) pada tahun 2021 untuk Inggris dan Wales, hanya 46,2% dari populasi yang mengidentifikasi diri sebagai Kristen, turun signifikan dari 59,3% pada Sensus 2011. Ini menandai pertama kalinya dalam sejarah sensus Inggris dan Wales bahwa proporsi pemeluk agama Kristen turun di bawah setengah populasi, sebuah momen simbolis yang menggambarkan betapa cepatnya perubahan budaya di negara tersebut.

Bagi sebagian warga, perasaan “terasing di negeri sendiri” bukan hanya terkait dengan perubahan agama, tetapi dengan perubahan sosial yang terasa terlalu cepat dan asing. Fenomena ini menjadi bahan bakar emosional yang sangat mudah disulut, menciptakan ketegangan yang meluas di tengah masyarakat.

Tsunami Ketiga: Panggung Para Populis


Tsunami ketiga adalah kemunculan para populis sayap kanan yang lihai menunggangi gelombang amarah ini. Data dari Pew Research Center tahun 2024 menunjukkan bahwa populisme sayap kanan telah mengalami lonjakan signifikan di banyak negara, di mana lebih dari 60% warga menilai bahwa populis sayap kanan berhasil menarik dukungan dengan memanfaatkan ketidakpastian ekonomi dan ketakutan terhadap perubahan budaya.

Mereka adalah aktor politik yang cerdik dalam menyederhanakan masalah yang kompleks, menawarkan kambing hitam yang jelas, dan menyajikan solusi palsu yang terdengar tegas dan mengena. Para populis ini tidak menciptakan amarah, namun mereka mengemasnya, memberi suara pada amarah tersebut, dan mengarahkannya untuk kepentingan politik mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
Refleksi 109 Tahun,...
Refleksi 109 Tahun, Generasi Muda Diminta Telaah Gagasan Prof. Soemitro Djojohadikusumo
5 Pendekatan yang Perlu...
5 Pendekatan yang Perlu Dilakukan Pemerintah untuk Perbaiki Ekonomi
Desain Cetak Biru RAPBN...
Desain Cetak Biru RAPBN 2027, Prabowo Patok Kurs Rupiah Rp16.800–Rp17.500 per Dolar AS
Komentari Situasi Terkini,...
Komentari Situasi Terkini, Anies Baswedan: Berikan Kepastian, Jangan Ketenangan Semu
HMNI Nilai Program 1.000...
HMNI Nilai Program 1.000 Kampung Nelayan di Papua Langkah Strategis Wujudkan Keadilan Pembangunan
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Rekomendasi
Yamaha MX King 150 Prima...
Yamaha MX King 150 Prima Pramac Livery Meluncur di PRJ 2026
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Berita Terkini
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved