Di Balik Amarah Massa Gelombang Protes Anti-Imigran Global

Kamis, 02 Oktober 2025 - 10:16 WIB
loading...
A A A
Di Inggris, warisan kampanye Brexit yang menjadikan imigrasi sebagai musuh utama masih terasa sangat kuat. Narasi bahwa imigran membawa masalah sosial-ekonomi telah dipelihara dengan cermat dan diteruskan oleh berbagai kalangan politik. Di Australia, laporan ASIO Annual Threat Assessment 2025 mengungkapkan bagaimana kelompok ekstremis secara aktif membajak isu krisis biaya hidup untuk memperburuk ketegangan sosial dan menyebarkan kebencian terhadap pendatang.

Para populis ini menggunakan media sosial untuk membangun ruang gema, memperkuat ketakutan dan frustrasi yang sudah ada, mengubahnya menjadi kebencian terhadap kelompok tertentu. Di dunia yang semakin terpecah ini, bagi banyak orang yang merasa ditinggalkan oleh sistem, para populis terdengar seperti satu-satunya pihak yang benar-benar memahami penderitaan mereka. Mereka menawarkan solusi yang sangat sederhana: menutup pintu bagi imigran.

Sebagai penutup, merebaknya gelombang demonstrasi di London, Sydney, dan Tokyo adalah sinyal peringatan yang tak bisa lagi diabaikan. Pemerintah di seluruh dunia harus sadar bahwa kebijakan imigrasi tidak bisa lagi hanya diputuskan di ruang rapat oleh ekonom dan birokrat. Tanpa mengatasi akar masalahnya, ketidaksetaraan ekonomi yang nyata dan kebutuhan akan narasi identitas nasional yang inklusif, gelombang amarah ini hanya akan terus membesar, memicu ketegangan yang lebih besar di masyarakat.

Sementara itu, populis sayap kanan akan terus menunggangi gelombang ini, menyebarkan kebencian dan ketakutan. Ini bukan hanya ancaman bagi kebijakan imigrasi, tetapi bagi kestabilan sosial dan politik negara-negara tersebut. Pemerintah harus berani menanggapi protes ini dengan cara yang lebih konstruktif, dengan mengatasi ketimpangan sosial-ekonomi dan memperbaiki narasi identitas yang inklusif.

Tanpa langkah-langkah ini, kita hanya akan melihat semakin banyak orang merasa terpinggirkan, semakin banyak protes yang meletus, dan semakin besar jurang pemisah yang tercipta dalam masyarakat. Gelombang protes ini, jika tidak dikelola dengan bijak, bisa menjadi gelombang yang menghancurkan fondasi stabilitas sosial di seluruh dunia.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
Refleksi 109 Tahun,...
Refleksi 109 Tahun, Generasi Muda Diminta Telaah Gagasan Prof. Soemitro Djojohadikusumo
5 Pendekatan yang Perlu...
5 Pendekatan yang Perlu Dilakukan Pemerintah untuk Perbaiki Ekonomi
Desain Cetak Biru RAPBN...
Desain Cetak Biru RAPBN 2027, Prabowo Patok Kurs Rupiah Rp16.800–Rp17.500 per Dolar AS
Komentari Situasi Terkini,...
Komentari Situasi Terkini, Anies Baswedan: Berikan Kepastian, Jangan Ketenangan Semu
HMNI Nilai Program 1.000...
HMNI Nilai Program 1.000 Kampung Nelayan di Papua Langkah Strategis Wujudkan Keadilan Pembangunan
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Mahasiswa UNJ Beraksi,...
Mahasiswa UNJ Beraksi, Pengendara Kompak Bunyikan Klakson sebagai Bentuk Dukungan
Rekomendasi
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
Preview Piala Dunia...
Preview Piala Dunia 2026 Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Batu Sandungan Tuan Rumah
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Berita Terkini
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Terungkap! Andri Mulyono...
Terungkap! Andri Mulyono Kongkalikong dengan PPK untuk Dapat Proyek Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung Tetapkan Penyedia...
Kejagung Tetapkan Penyedia Motor Listrik MBG Andri Mulyono Jadi Tersangka
Stafsus Menag: Kunjungan...
Stafsus Menag: Kunjungan Presiden Jerman ke Istiqlal Perkuat Diplomasi Agama RI-Jerman
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
GP Ansor Rombak Kepengurusan,...
GP Ansor Rombak Kepengurusan, Sejumlah Tokoh Muda NU Masuk Struktur
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved