Di Balik Amarah Massa Gelombang Protes Anti-Imigran Global

Kamis, 02 Oktober 2025 - 10:16 WIB
loading...
Di Balik Amarah Massa...
Abdul Kodir, Dosen Sosiologi Universitas Negeri Malang. Foto/Dok.Pribadi
A A A
Abdul Kodir
Dosen Sosiologi Universitas Negeri Malang

DARI jalanan London yang basah, Alun-alun di Sydney yang terik, hingga persimpangan Tokyo yang ramai, sebuah gelombang amarah yang sama tengah meluap. Puluhan ribu warga biasa turun ke jalan, meneriakkan satu pesan yang sama: “Tutup Pintu!”.

Demonstrasi anti-imigran yang meledak di Inggris, Australia, dan Jepang bukanlah kebetulan. Ini adalah gejala dari tiga tsunami sosial-ekonomi yang tak terlihat namun dampaknya sangat terasa, yang kini telah mencapai titik didih.

Tsunami Pertama: Ekonomi di Titik Nadir


Pemicu pertama dan paling mendasar dari gelombang protes ini adalah kecemasan ekonomi yang semakin meresahkan. Gaji yang tak lagi bisa mengejar kenaikan harga kebutuhan pokok telah menyalakan sumbu amarah di dapur-dapur warga biasa. Setiap hari, semakin banyak yang merasakan ketidakmampuan ekonomi sebagai dampak langsung dari ketidakseimbangan antara upah dan biaya hidup.

Di Inggris, janji manis pasca-Brexit tentang kemakmuran ternyata tak terwujud. Sebaliknya, inflasi pangan yang terus merangkak, yang masih berada di atas 5.1%, membuat tagihan belanja keluarga semakin membengkak (Officer for National Statistic, 2025). Ketika upah riil seakan berjalan di tempat, angka imigrasi yang terus meningkat, dengan catatan rekor 764.000 orang pada tahun 2022, menambah tekanan. Masyarakat, khususnya kelas pekerja, semakin mempertanyakan: “Jika negara ini tak bisa mengurus warganya sendiri, bagaimana bisa menampung ratusan ribu pendatang baru?.

Sementara itu, di Australia, masyarakat menghadapi krisis perumahan yang tak kalah memprihatinkan. Harga sewa yang melonjak gila-gilaan, sementara tingkat kekosongan properti mencapai titik terendah dalam sejarah, membuat generasi muda terjebak dalam siklus ketidakmampuan memiliki rumah. Ketika pemerintah melalui Australian Bureau of Statistics (ABS) mengumumkan bahwa lebih dari 518.000 imigran baru datang pada tahun 2023, narasi yang muncul di masyarakat bahwa “pendatang mengambil rumah kami” bukan lagi sekadar slogan. Itu adalah realitas yang terasa sangat menyakitkan bagi mereka yang setiap minggu ditolak saat mencari tempat tinggal.

Tsunami Kedua: Krisis Identitas Nasional


Tsunami kedua yang menyertai gelombang protes ini adalah krisis identitas nasional yang melanda banyak negara. Dalam dunia yang semakin terhubung, di mana perbatasan semakin kabur, banyak orang mulai merasakan bahwa “identitas mereka” sedang terkikis. Perubahan demografis yang cepat dan arus globalisasi yang deras membuat mereka merasa asing di negara mereka sendiri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
Refleksi 109 Tahun,...
Refleksi 109 Tahun, Generasi Muda Diminta Telaah Gagasan Prof. Soemitro Djojohadikusumo
5 Pendekatan yang Perlu...
5 Pendekatan yang Perlu Dilakukan Pemerintah untuk Perbaiki Ekonomi
Desain Cetak Biru RAPBN...
Desain Cetak Biru RAPBN 2027, Prabowo Patok Kurs Rupiah Rp16.800–Rp17.500 per Dolar AS
Komentari Situasi Terkini,...
Komentari Situasi Terkini, Anies Baswedan: Berikan Kepastian, Jangan Ketenangan Semu
HMNI Nilai Program 1.000...
HMNI Nilai Program 1.000 Kampung Nelayan di Papua Langkah Strategis Wujudkan Keadilan Pembangunan
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Rekomendasi
BCA Buka Pendaftaran...
BCA Buka Pendaftaran Beasiswa PPBP dan PPTI Tahun Ajaran 2027
Dukung Program MBG,...
Dukung Program MBG, Wali Kota Tangsel: Gizi Anak Jadi Prioritas Pembangunan SDM
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Berita Terkini
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Kapolri: ASN Sipil Duduki...
Kapolri: ASN Sipil Duduki Jabatan di Polri Akan Diatur lewat PP atau Perpres
Kapolri Diminta Segera...
Kapolri Diminta Segera Lantik Kapolda Jabar, Kalbar, dan Sumbar
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved