Sering Kritik Pemerintah, PKS: Siapa Lagi yang Mau Menegur Presiden?
Senin, 04 Mei 2020 - 11:42 WIB
loading...
A
A
A
Begitupun Presiden PKS M Sohibul Iman, kata dia, selalu memberikan masukan tertulis secara terbuka langsung kepada Jokowi bila ada yang dirasakan tidak sesuai dalam melaksanakan pemerintahan ini. Termasuk melalui medsos. Hal ini, menurut Dimyati, dilakukan sebagai bentuk persahabatan dan sumbangsih pemkiran dan solusi untuk bangsa dan negara.
Begitu pula ketua, pimpinan dan anggota Fraksi PKS di DPR melakukan check and balances, komunikasi yang intensif dengan semua fraksi dan semua pihak di parlemen dan para stakeholder serta mebuka jejaring aspirasi masyarakat (jaring asmara), serta menerima publik yang merasa dizalimi dan dirugikan oleh kebijakan penguasa atau perusahaan, termasuk keluhan aparatur/petugas yang merasa tidak dapat keadilan dan kesejahteraan.
"Kami akan menolak usulan-usulan anggaran yang tidak terarah dan bermanfaat berpihak kepada rakyat. Kami pun akan mengawasi secara ketat kinerja pemerintahan dalam pelaksanaannya agar sesuai dengan rencana dan program," katanya.
PKS juga terus mencermati peraturan perundang- undangan. Jangan sampai aturan merugikan agama, bangsa dan negara. "Walaupun kami hanya 50 orang dari 575 anggota DPR, kami tetap bersuara keras dan kritis. Kami murni lillahi ta’ala, tidak ingin mendapatkan sesuatu dari Sang Penguasa, baik harta maupun tahta, dan juga tidak ada sedikitpun mau menjatuhkan atau benci kepada Pak Jokowi sebagai Presiden, malah kami mengawalnya secara konstitusional sampai dengan habis masa jabatannya," ungkapnya.
Dimnyati melanjutkan, PKS juga ingin menjaga tidak ada masalah hukum dan sosial yang dilakukan Presiden di kemudian hari, baik saat sedang menjabat maupun setelah pensiun.
"Kami akan terus memberikan masukan dan kritik baik diminta maupun tidak diminta. Kami akan mendukung dan memperkuat yang sudah bagus dan sesuai, tapi kami juga akan mengkritisi dan mengkoreksi yang tidak sesuai sejalan dengan Undang Undang dan Konstitusi," tutur Dimyati.
Dia berharap negeri ini segera tinggal landas maju dan sejahtera sesuai harapan dan cita-cita para ulama, pejuang, dan syuhada yang berjuang dengan jiwa dan raga melawan dan merebut dari para penjajah dan memerdekakan mendirikan Indonesia.
Begitu pula ketua, pimpinan dan anggota Fraksi PKS di DPR melakukan check and balances, komunikasi yang intensif dengan semua fraksi dan semua pihak di parlemen dan para stakeholder serta mebuka jejaring aspirasi masyarakat (jaring asmara), serta menerima publik yang merasa dizalimi dan dirugikan oleh kebijakan penguasa atau perusahaan, termasuk keluhan aparatur/petugas yang merasa tidak dapat keadilan dan kesejahteraan.
"Kami akan menolak usulan-usulan anggaran yang tidak terarah dan bermanfaat berpihak kepada rakyat. Kami pun akan mengawasi secara ketat kinerja pemerintahan dalam pelaksanaannya agar sesuai dengan rencana dan program," katanya.
PKS juga terus mencermati peraturan perundang- undangan. Jangan sampai aturan merugikan agama, bangsa dan negara. "Walaupun kami hanya 50 orang dari 575 anggota DPR, kami tetap bersuara keras dan kritis. Kami murni lillahi ta’ala, tidak ingin mendapatkan sesuatu dari Sang Penguasa, baik harta maupun tahta, dan juga tidak ada sedikitpun mau menjatuhkan atau benci kepada Pak Jokowi sebagai Presiden, malah kami mengawalnya secara konstitusional sampai dengan habis masa jabatannya," ungkapnya.
Dimnyati melanjutkan, PKS juga ingin menjaga tidak ada masalah hukum dan sosial yang dilakukan Presiden di kemudian hari, baik saat sedang menjabat maupun setelah pensiun.
"Kami akan terus memberikan masukan dan kritik baik diminta maupun tidak diminta. Kami akan mendukung dan memperkuat yang sudah bagus dan sesuai, tapi kami juga akan mengkritisi dan mengkoreksi yang tidak sesuai sejalan dengan Undang Undang dan Konstitusi," tutur Dimyati.
Dia berharap negeri ini segera tinggal landas maju dan sejahtera sesuai harapan dan cita-cita para ulama, pejuang, dan syuhada yang berjuang dengan jiwa dan raga melawan dan merebut dari para penjajah dan memerdekakan mendirikan Indonesia.
(dam)
Lihat Juga :