Senior PPP Serukan Muktamar X Berjalan Kondusif dan Hindari Konflik
Jum'at, 26 September 2025 - 10:52 WIB
loading...
Para tokoh senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyerukan agar Muktamar X berjalan kondusif, menjaga persatuan, dan menghasilkan keputusan terbaik untuk kejayaan partai berlambang ka’bah tersebut di Pemilu 2029. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Para tokoh senior Partai Persatuan Pembangunan ( PPP ) menyerukan agar Muktamar X berjalan kondusif, menjaga persatuan, dan menghasilkan keputusan terbaik untuk kejayaan partai berlambang ka’bah tersebut di Pemilu 2029 . Adapun forum tertinggi partai tersebut dijadwalkan digelar pada 27-29 September 2025 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta.
Politikus senior PPP Ali Hardi Kiaidemak menegaskan bahwa muktamar harus menjadi ajang konsolidasi, bukan konflik. Ia menyampaikan enam pesan moral kepada para peserta muktamar.
"Pertama, muktamar ke-10 ini harus mencapai hasil maksimal demi kebesaran PPP pada 2029. Kedua, menjaga ukhuwah di antara peserta agar tidak muncul hal-hal yang merusak citra partai,” kata Ali Hardi di kawasan Jakarta, Kamis (25/9/2025).
![Senior PPP Serukan Muktamar X Berjalan Kondusif dan Hindari Konflik]()
Baca juga: 3 Calon Ketua Umum PPP: Mantan Mendag Era Jokowi hingga Eks Dubes
Ia juga menekankan pentingnya merangkul semua potensi kader dalam menyusun kepengurusan baru dengan menempatkan "the right man on the right place". Selain itu, para peserta diharapkan mengedepankan musyawarah mufakat serta menghindari konflik, baik internal maupun hukum, yang berpotensi mencoreng nama baik partai.
“Intinya menjaga agar PPP tetap solid dan besar menuju 2029," tegasnya.
Ali Hardi juga berharap setelah muktamar tidak ada lagi friksi antara kubu pemenang dan yang kalah. "Siapa yang menang jangan menghancurkan yang kalah, dan yang kalah jangan mendongkel yang menang. Semua harus dirangkul," ujarnya.
Ia menutup pesannya dengan mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menggambarkan umat ibarat satu tubuh dan satu bangunan yang saling mendukung agar tetap kokoh. "Kita harapkan muktamar kali ini tidak menyisakan konflik berkepanjangan. PPP harus solid demi masa depan," kata Ali Hardi.
Sebagai penegasan, para senior PPP juga menyampaikan pernyataan sikap hasil pertemuan mereka pada 25 September 2025 di Jakarta. Dalam pernyataan itu, para senior menyerukan agar Muktamar X berlangsung aman, damai, tertib, bebas dari politik uang, serta mengedepankan musyawarah mufakat.
Mereka juga mengingatkan pentingnya menjaga rekam jejak, akuntabilitas, kredibilitas, moralitas, dan nilai ideologis kader PPP dalam menyusun kepengurusan periode 2025–2030.
"Seruan moral ini lahir dari kecintaan mendalam kami pada PPP agar partai ini tetap solid, bersatu, dan kembali berjaya di Pemilu 2029," demikian bunyi pernyataan yang ditandatangani sejumlah tokoh senior PPP, di antaranya Ali Hardi Kiai Demak, Endin AJ Sofhihara, Lukman Hakiem, Imam Suhardjo, Syahrial Agamas, Achmad Farial, Irgan Chairul Mahfiz, Syaiful Tamliha, Rahman Yacob, Fernita, dan Ngudi Astuti.
Diketahui sebelumnya, PPP pernah memiliki rekam jejak tidak baik dan terjadi dualisme kepemimpinan pada Muktamar lalu. Terdapat kubu Djan Faridz dan kubu Romahurmuziy (Rommy). Harapannya hal serupa tidak kembali terjadi di Muktamar kali ini.
Politikus senior PPP Ali Hardi Kiaidemak menegaskan bahwa muktamar harus menjadi ajang konsolidasi, bukan konflik. Ia menyampaikan enam pesan moral kepada para peserta muktamar.
"Pertama, muktamar ke-10 ini harus mencapai hasil maksimal demi kebesaran PPP pada 2029. Kedua, menjaga ukhuwah di antara peserta agar tidak muncul hal-hal yang merusak citra partai,” kata Ali Hardi di kawasan Jakarta, Kamis (25/9/2025).

Baca juga: 3 Calon Ketua Umum PPP: Mantan Mendag Era Jokowi hingga Eks Dubes
Ia juga menekankan pentingnya merangkul semua potensi kader dalam menyusun kepengurusan baru dengan menempatkan "the right man on the right place". Selain itu, para peserta diharapkan mengedepankan musyawarah mufakat serta menghindari konflik, baik internal maupun hukum, yang berpotensi mencoreng nama baik partai.
“Intinya menjaga agar PPP tetap solid dan besar menuju 2029," tegasnya.
Ali Hardi juga berharap setelah muktamar tidak ada lagi friksi antara kubu pemenang dan yang kalah. "Siapa yang menang jangan menghancurkan yang kalah, dan yang kalah jangan mendongkel yang menang. Semua harus dirangkul," ujarnya.
Ia menutup pesannya dengan mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menggambarkan umat ibarat satu tubuh dan satu bangunan yang saling mendukung agar tetap kokoh. "Kita harapkan muktamar kali ini tidak menyisakan konflik berkepanjangan. PPP harus solid demi masa depan," kata Ali Hardi.
Sebagai penegasan, para senior PPP juga menyampaikan pernyataan sikap hasil pertemuan mereka pada 25 September 2025 di Jakarta. Dalam pernyataan itu, para senior menyerukan agar Muktamar X berlangsung aman, damai, tertib, bebas dari politik uang, serta mengedepankan musyawarah mufakat.
Mereka juga mengingatkan pentingnya menjaga rekam jejak, akuntabilitas, kredibilitas, moralitas, dan nilai ideologis kader PPP dalam menyusun kepengurusan periode 2025–2030.
"Seruan moral ini lahir dari kecintaan mendalam kami pada PPP agar partai ini tetap solid, bersatu, dan kembali berjaya di Pemilu 2029," demikian bunyi pernyataan yang ditandatangani sejumlah tokoh senior PPP, di antaranya Ali Hardi Kiai Demak, Endin AJ Sofhihara, Lukman Hakiem, Imam Suhardjo, Syahrial Agamas, Achmad Farial, Irgan Chairul Mahfiz, Syaiful Tamliha, Rahman Yacob, Fernita, dan Ngudi Astuti.
Diketahui sebelumnya, PPP pernah memiliki rekam jejak tidak baik dan terjadi dualisme kepemimpinan pada Muktamar lalu. Terdapat kubu Djan Faridz dan kubu Romahurmuziy (Rommy). Harapannya hal serupa tidak kembali terjadi di Muktamar kali ini.
(rca)
Lihat Juga :