ASN Kuasai Teknologi Jadi Kunci Pelayanan Publik di Era Digital
Kamis, 25 September 2025 - 20:30 WIB
loading...
A
A
A
“Kedua tantangan tersebut menuntut kita untuk berhenti berpikir secara ego-system atau setiap sektor bekerja sendiri-sendiri, melainkan mengubahnya menjadi sebuah eco-system pembelajaran yang efisien, tanpa sekat antara pemerintah pusat dan daerah serta sektor swasta," ujarnya, Kamis (25/9/2025).
Taufiq juga manyampaikan, saat ini LAN terus melakukan inovasi melalui berbagai kebijakan pengembangan kompetensi seperti Corporate University yang menggabungkan pembelajaran terintegrasi di tempat kerja dengan fokus mendukung program prioritas pemerintah.
Antara lain, pengentasan kemiskinan, sekolah rakyat, dan koperasi Merah Putih. Selain itu juga pemanfaatan teknologi informasi melalui learning market place yang memastikan ASN mendapatkan sumber pembelajaran yang tepat secara gratis.
Deputi Transformasi Pembelajaran ASN LAN Erna Irawati menggarisbawahi empat pilar utama transformasi pembelajaran ASN, yaitu integrasi, digitalisasi, inovasi, dan kolaborasi. Menurut Erna, pengembangan kompetensi ASN harus selaras dengan kebutuhan organisasi dan perubahan lingkungan strategis.
"Adaptif saja tidak cukup. ASN harus proaktif agar tidak tertinggal dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas,” ujarnya
Erna menambahkan penguasaan kompetensi digital menjadi kebutuhan mendesak. Erna menekankan pentingnya literasi digital, data analitik, keamanan siber, serta kemampuan problem solving sebagai kompetensi generik yang wajib dimiliki setiap ASN.
“Forum Ekonomi Dunia memperkirakan 50% kompetensi kita saat ini sudah tidak relevan pada 2030. Oleh karena itu, pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning) harus menjadi budaya ASN,” imbuhnya.
Taufiq juga manyampaikan, saat ini LAN terus melakukan inovasi melalui berbagai kebijakan pengembangan kompetensi seperti Corporate University yang menggabungkan pembelajaran terintegrasi di tempat kerja dengan fokus mendukung program prioritas pemerintah.
Antara lain, pengentasan kemiskinan, sekolah rakyat, dan koperasi Merah Putih. Selain itu juga pemanfaatan teknologi informasi melalui learning market place yang memastikan ASN mendapatkan sumber pembelajaran yang tepat secara gratis.
Deputi Transformasi Pembelajaran ASN LAN Erna Irawati menggarisbawahi empat pilar utama transformasi pembelajaran ASN, yaitu integrasi, digitalisasi, inovasi, dan kolaborasi. Menurut Erna, pengembangan kompetensi ASN harus selaras dengan kebutuhan organisasi dan perubahan lingkungan strategis.
"Adaptif saja tidak cukup. ASN harus proaktif agar tidak tertinggal dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas,” ujarnya
Erna menambahkan penguasaan kompetensi digital menjadi kebutuhan mendesak. Erna menekankan pentingnya literasi digital, data analitik, keamanan siber, serta kemampuan problem solving sebagai kompetensi generik yang wajib dimiliki setiap ASN.
“Forum Ekonomi Dunia memperkirakan 50% kompetensi kita saat ini sudah tidak relevan pada 2030. Oleh karena itu, pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning) harus menjadi budaya ASN,” imbuhnya.
Lihat Juga :