Pancasila Ampuh Tangkal Propaganda Formalisasi Agama
Kamis, 25 September 2025 - 14:10 WIB
loading...
A
A
A
Zastrouw juga menyoroti peran strategis tokoh agama dan budaya, termasuk dirinya, dalam membimbing pemuda yang sering menjadi target propaganda ekstrem. Ia mengidentifikasi dua pendekatan utama untuk melawan tafsir keagamaan yang kaku.
"Pertama, pada level above the line, yaitu membuat narasi yang menarik, sederhana, dan mudah dipahami mengenai hal-hal konkret yang memilah ajaran agama yang doktriner, qath'i (pasti), dan ushul (pokok) yang tidak dapat diubah, dengan praktik keagamaan yang furu' (cabang), ijtihadi (terpikirkan), dan dapat disesuaikan penerapannya karena bersifat kultural. Narasi ini harus dikembangkan secara masif dan aktif di ruang publik," jelasnya.
"Kedua, level below the line, yaitu melalui dialog langsung dan memberi contoh yang konkret dalam kehidupan nyata. Melalui dua cara ini, pemuda dapat dibimbing untuk membedakan antara ajaran agama yang esensial dengan ideologi politik yang disamarkan sebagai ajaran agama,” tambahZastrouw.
Untuk menjaga ruang publik tetap inklusif dan progresif, Zastrouw menegaskan bahwa negara dan masyarakat sipil memiliki peran masing-masing yang vital. Negara harus membuat kebijakan yang mendorong sikap inklusif, moderat, dan toleran, serta menegakkan hukum dengan tegas terhadap para pelaku intoleran.
“Sementara itu, peran masyarakat sipil adalah melakukan kontrol moral atas tindakan-tindakan intoleran, membangun kebiasaan hidup toleran, dan membentuk jejaring untuk gerakan melawan radikalisme,” pungkasnya.
"Pertama, pada level above the line, yaitu membuat narasi yang menarik, sederhana, dan mudah dipahami mengenai hal-hal konkret yang memilah ajaran agama yang doktriner, qath'i (pasti), dan ushul (pokok) yang tidak dapat diubah, dengan praktik keagamaan yang furu' (cabang), ijtihadi (terpikirkan), dan dapat disesuaikan penerapannya karena bersifat kultural. Narasi ini harus dikembangkan secara masif dan aktif di ruang publik," jelasnya.
"Kedua, level below the line, yaitu melalui dialog langsung dan memberi contoh yang konkret dalam kehidupan nyata. Melalui dua cara ini, pemuda dapat dibimbing untuk membedakan antara ajaran agama yang esensial dengan ideologi politik yang disamarkan sebagai ajaran agama,” tambahZastrouw.
Untuk menjaga ruang publik tetap inklusif dan progresif, Zastrouw menegaskan bahwa negara dan masyarakat sipil memiliki peran masing-masing yang vital. Negara harus membuat kebijakan yang mendorong sikap inklusif, moderat, dan toleran, serta menegakkan hukum dengan tegas terhadap para pelaku intoleran.
“Sementara itu, peran masyarakat sipil adalah melakukan kontrol moral atas tindakan-tindakan intoleran, membangun kebiasaan hidup toleran, dan membentuk jejaring untuk gerakan melawan radikalisme,” pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :