Hari Perdamaian Internasional, OIC Youth Indonesia Dorong Solidaritas Lintas Bangsa
Senin, 22 September 2025 - 19:20 WIB
loading...
A
A
A
Wakil Sekretaris Jenderal, Indre Wanof, menambahkan pentingnya kolaborasi global. Keamanan setiap rakyat di seluruh dunia adalah tanggung jawab kolektif yang memerlukan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.
”Dialog antarbudaya merupakan strategi penting dalam membangun pemahaman dan toleransi, sehingga dapat mencegah konflik dan memperkuat perdamaian global,” ungkapnya.
Untuk mencapai perdamaian sejati, kata dia, diperlukan narasi kemanusiaan, bukan narasi agama semata. Jika konflik dipandang hanya melalui identitas agama, maka akan menimbulkan jarak dan ketidakpedulian dari kelompok lain. Sebaliknya, dengan menempatkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai dasar, solidaritas dapat terbangun lebih luas lintas bangsa, budaya, dan agama.
”Hal ini juga relevan untuk menghadapi tantangan global seperti Islamophobia yang marak di berbagai belahan dunia, di mana umat Islam kerap distigmatisasi secara tidak adil,” katanya.
Melalui peringatan International Day of Peace ini, OIC Youth Indonesia mengajak para pemuda untuk semakin kritis, aktif, dan berkomitmen memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan universal. Solidaritas lintas bangsa diharapkan mampu memperkuat perjuangan menuju perdamaian dunia yang berkeadilan dan berkelanjutan dengan mengedepankan narasi kemanusiaan, bukan narasi agama semata, agar semua pihak dapat merasa memiliki tanggung jawab yang sama.
”Dialog antarbudaya merupakan strategi penting dalam membangun pemahaman dan toleransi, sehingga dapat mencegah konflik dan memperkuat perdamaian global,” ungkapnya.
Untuk mencapai perdamaian sejati, kata dia, diperlukan narasi kemanusiaan, bukan narasi agama semata. Jika konflik dipandang hanya melalui identitas agama, maka akan menimbulkan jarak dan ketidakpedulian dari kelompok lain. Sebaliknya, dengan menempatkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai dasar, solidaritas dapat terbangun lebih luas lintas bangsa, budaya, dan agama.
”Hal ini juga relevan untuk menghadapi tantangan global seperti Islamophobia yang marak di berbagai belahan dunia, di mana umat Islam kerap distigmatisasi secara tidak adil,” katanya.
Melalui peringatan International Day of Peace ini, OIC Youth Indonesia mengajak para pemuda untuk semakin kritis, aktif, dan berkomitmen memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan universal. Solidaritas lintas bangsa diharapkan mampu memperkuat perjuangan menuju perdamaian dunia yang berkeadilan dan berkelanjutan dengan mengedepankan narasi kemanusiaan, bukan narasi agama semata, agar semua pihak dapat merasa memiliki tanggung jawab yang sama.
(cip)
Lihat Juga :