Gulai Tunjang Menyambut Musim Gugur di Heidiland
Senin, 22 September 2025 - 11:52 WIB
loading...
A
A
A
Colourful Indonesia dikunjungi 300 orang. Jumlah ini, untuk ukuran Swiss, sebuah perhelatan yang besar. "Saya akui, mereka memang sudah pawai untuk kegiatan kolosal,“ ujar Linggawati Hakim, mantan Dubes RI untuk Swiss dan Liechtenstein.
Joice bersama timnya, tidak hanya menampilkan seniman Indonesia yang menetap di Swiss. Tapi juga ada yang diimpor dari Belanda dan Perancis. Trio Manik sebuah band bernuansa Batak, beberapa personilnya datang dari Amsterdam. Penjual kain batik, juga datang dari Paris. Penari Ratoh Jaroe didatangkan dari Alsace, Perancis.
Kebaya, yang kini sudah diakui Unesco sebagai warisan bukan benda, menggelar stand khusus. Kain indah warna warni dipajang disana. „Juga ada peragaan busana kebaya yang kami tampilkan,“ kata Christiana Streiff, Ketua Perempuan Berkebaya Eropa. Ulos batik dari tanah Batak, juga tersedia. Angklung, kali ini diwakili grup angklung dari Zurich, tak kalah mempesonanya. Bali mewakilkan tari Oleg Tambulilingan.
Jika tidak ada aral melintang, maka tahun depan digelar acara serupa kembali di Swiss.
Joice bersama timnya, tidak hanya menampilkan seniman Indonesia yang menetap di Swiss. Tapi juga ada yang diimpor dari Belanda dan Perancis. Trio Manik sebuah band bernuansa Batak, beberapa personilnya datang dari Amsterdam. Penjual kain batik, juga datang dari Paris. Penari Ratoh Jaroe didatangkan dari Alsace, Perancis.
Kebaya, yang kini sudah diakui Unesco sebagai warisan bukan benda, menggelar stand khusus. Kain indah warna warni dipajang disana. „Juga ada peragaan busana kebaya yang kami tampilkan,“ kata Christiana Streiff, Ketua Perempuan Berkebaya Eropa. Ulos batik dari tanah Batak, juga tersedia. Angklung, kali ini diwakili grup angklung dari Zurich, tak kalah mempesonanya. Bali mewakilkan tari Oleg Tambulilingan.
Jika tidak ada aral melintang, maka tahun depan digelar acara serupa kembali di Swiss.
(shf)
Lihat Juga :