Masih Ada Loyalis Jokowi, Bakal Ada Reshuffle Kabinet Jilid Selanjutnya?
Sabtu, 20 September 2025 - 06:33 WIB
loading...
A
A
A
“Lalu kemudian kita juga lihat Nanik S Deyang di Wakil Kepala BGN. Lalu ada M Qodari di KSP ini sebenarnya Pak Prabowo sadar bahwa problem komunikasi pemerintah ini harus segera ditangani,” sambungnya.
Maka itu, kata dia, penguatan komunikasi pemerintah atau komunikasi publik pemerintah menjadi penting. “Itu kenapa Mas Angga Raka di situ (Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, red),” tuturnya.
Dia pun menyoroti perubahan PCO yang dibentuk di era Jokowi kini menjadi Badan Komunikasi Pemerintah. “Yang lebih penting berkomunikasi dengan masyarakat bukan presidennya, tapi pemerintah dalam hal ini kementerian, lembaga, pemda yang harus punya orkestrasi dalam pesan dalam komunikasi ke masyarakat,” tuturnya.
Dia mengakui beberapa yang kena reshuffle tersebut orang-orang dekat Jokowi. “Yang kemudian diganti oleh orang-orangnya Pak Prabowo. Mungkin supaya Pak Prabowo nyaman bekerja lebih percaya kepada orang-orang yang memang dia percaya,” imbuhnya.
Dia juga menyoroti posisi Menteri BUMN yang kosong pascareshuffle tersebut. “Menteri BUMN yang kemudian jadi Menpora kita juga bisa lihat sangat mungkin ada reshuffle lagi nih, karena Menteri BUMN kosong kan, kecuali skenario keduanya Menteri BUMN itu dianggap enggak perlu lagi karena sudah ada Danantara kan,” pungkasnya.
Peneliti Indikator Politik Bawono Kumoro menilai posisi Wakil Menteri Kehutanan dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah ditempati oleh dua kader Partai Gerindra pascareshuffle kabinet kemarin.
“Rohmat Marzuki sebagai Wakil Menteri Kehutanan dan Angga Raka Prabowo sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah sebagai pengganti dari Kantor Komunikasi Kepresidenan, penempatan dua kader Partai Gerindra adalah hal wajar dan dapat dipahami,” katanya.
Dia menilai Presiden Prabowo sangat mungkin memiliki pertimbangan tersendiri seperti misal Badan Komunikasi Pemerintah akan semakin dapat berjalan optimal bila dipegang Angga Raka Prabowo notabene kader Partai Gerindra dan juga merupakan salah satu orang di inner circle Presiden Prabowo.
Maka itu, kata dia, penguatan komunikasi pemerintah atau komunikasi publik pemerintah menjadi penting. “Itu kenapa Mas Angga Raka di situ (Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, red),” tuturnya.
Dia pun menyoroti perubahan PCO yang dibentuk di era Jokowi kini menjadi Badan Komunikasi Pemerintah. “Yang lebih penting berkomunikasi dengan masyarakat bukan presidennya, tapi pemerintah dalam hal ini kementerian, lembaga, pemda yang harus punya orkestrasi dalam pesan dalam komunikasi ke masyarakat,” tuturnya.
Dia mengakui beberapa yang kena reshuffle tersebut orang-orang dekat Jokowi. “Yang kemudian diganti oleh orang-orangnya Pak Prabowo. Mungkin supaya Pak Prabowo nyaman bekerja lebih percaya kepada orang-orang yang memang dia percaya,” imbuhnya.
Dia juga menyoroti posisi Menteri BUMN yang kosong pascareshuffle tersebut. “Menteri BUMN yang kemudian jadi Menpora kita juga bisa lihat sangat mungkin ada reshuffle lagi nih, karena Menteri BUMN kosong kan, kecuali skenario keduanya Menteri BUMN itu dianggap enggak perlu lagi karena sudah ada Danantara kan,” pungkasnya.
Peneliti Indikator Politik Bawono Kumoro menilai posisi Wakil Menteri Kehutanan dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah ditempati oleh dua kader Partai Gerindra pascareshuffle kabinet kemarin.
“Rohmat Marzuki sebagai Wakil Menteri Kehutanan dan Angga Raka Prabowo sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah sebagai pengganti dari Kantor Komunikasi Kepresidenan, penempatan dua kader Partai Gerindra adalah hal wajar dan dapat dipahami,” katanya.
Dia menilai Presiden Prabowo sangat mungkin memiliki pertimbangan tersendiri seperti misal Badan Komunikasi Pemerintah akan semakin dapat berjalan optimal bila dipegang Angga Raka Prabowo notabene kader Partai Gerindra dan juga merupakan salah satu orang di inner circle Presiden Prabowo.
Lihat Juga :