Mendagri Instruksikan Satpol PP dan Satlinmas Jaga Ketenteraman
Kamis, 18 September 2025 - 17:16 WIB
loading...
Mendagri Tito Karnavian menginstruksikan Satpol PP dan Satlinmas jaga ketentraman. Foto/SindoNews
A
A
A
SUMEDANG - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menginstruksikan Satpol PP agar memperkuat eksistensi dalam pelaksanaan penegakan perda maupun perkada. Termasuk menjaga ketenteraman, ketertiban umum secara profesional, efektif, dan berintegritas.
Hal itu disampaikan Tito saat rapat penguatan kapasitas Satpol PP di Daerah dalam Penegakan Perda dan Perkada terkait Pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia Bersih dan Pengelolaan Sampah serta Peningkatan Peran Satlinmas. Rapat berlangsung di Balairung Rudini, Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Kamis (18/9/2025).
Didampingi Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Safrizal ZA, Tito memimpin langsung rapat yang dihadiri 350 orang Kasatpol PP seluruh Indonesia. Selain itu, dalam merespon perkembangan situasi terkini di beberapa daerah, Tito juga menekankan penguatan peran Satlinmas melalui aktifasi Sistem Keamanana Lingkungan (Siskamling) di desa/kelurahan.
“Khususnya dalam mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan serta potensi pencegahan gangguan Trantibum di wilayahnya masing-masing,” katanya.
Baca juga: Mendagri: Presiden Prabowo Perintahkan Hidupkan Kembali Siskamling
Mantan Kapolri ini menilai, Siskamling merupakan metode pencegahan gangguan ketenteraman dan ketertiban umum (Trantibum) yang ampuh karena berbasis pada partisipasi aktif masyarakat. ”Trantibumlinmas merupakan fondasi utama dalam pembangunan, dan tanpa lingkungan yang aman, mustahil kita dapat membangun kesejahteraan dan kemajuan,” kata Tito.
Oleh karena itu, Satpol PP memiliki peran strategis sebagai perangkat daerah yang menegakkan perda/perkada khususnya terkait pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan yang merupakan salah satu kunci dalam mengubah perilaku masyarakat, serta penguatan peran dari Satlinmas di tingkat desa/kelurahan sebagai modal sosial gunu memperkuat siskamling secara terpadu dan berkelanjutan khususnya dalam menjaga penyelenggaraan Trantibumlinmas wilayah.
Baca juga: Dirjen Polpum Kemendagri Apresiasi Pemkab Bekasi Perkuat Peran Satlinmas dan Siskamling
Tito juga menegaskan penegakan perda/perkada harus diiringi pendekatan humanis dan partisipatif. “Satpol PP bukan hanya hadir untuk menindak, tetapi juga mengedukasi dan mengajak masyarakat menjadikan kebersihan sebagai budaya bersama. Gerakan Indonesia Bersih hanya akan berhasil jika pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat bergerak bersama-sama,” katanya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA menambahkan, Satpol PP dan Satlinmas diharapkan menjadi motor penggerak perubahan perilaku masyarakat.
“Peran Satpol PP dan Satlinmas sangat strategis dalam menjaga ketertiban umum sekaligus memastikan perda kebersihan terlaksana. Dengan kolaborasi lintas sektor, kita ingin kebersihan menjadi bagian dari ketertiban dan kenyamanan hidup masyarakat,” ujarnya.
Sebelumnya juga, Kemendagri telah mengeluarkan surat edaran Nomor 300.1.4/E.1/BAK tertanggal 3 September 2025 tentang peningkatan peran Satlinmas dalam menjaga ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.
Dan dengan langkah ini, Satpol PP dan Satlinmas tidak hanya berfungsi sebagai penegak Perda/Perkada, tetapi juga sebagai penggerak Gerakan Nasional Indonesia Bersih, demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Safrizal ZA mengatakan, kegiatan di Kampus IPDN hari ini merupakan upaya mendukung program prioritas nasional. “Bapak Presiden dalam rapat kali ini menitikberatkan ketentraman, ketertibaan serta dukungan terhadap gerakan nasional Indonesia bersih, terutama dalam tiga area pokok, yaitu kebersihan baliho dan sepanduk,” ujarnya.
Untuk mengatur mengenai penempatan baliho dan spanduk, pihaknya meminta daerah lebih selektif dalam hal perizinan. “Harus dilihat dulu lokasi-lokasi yang tidak diizinkan, juga bentuknya seperti apa. Kalau memang melanggar ya harus ditertibkan Satpol PP,” katanya.
Safrizal ZA meminta kepala daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk mengatur sedemikian rupa proses penempatan spanduk dan baliho, sehingga wajah kota menjadi lebih indah. Safrizal ZA juga mengatakan Mendagri telah menginstruksikan kepala daerah untuk mengaktifkan kembali siskamling di seluruh Indonesia.
“Kita sudah mendata, lebih dari 58% daerah mengaktifkan sistem keamanan lingkungan. Kita berharap akhir September ini seluruh daerah sudah mengaktifkan kembali siskamling,” tandasnya.
Hal itu disampaikan Tito saat rapat penguatan kapasitas Satpol PP di Daerah dalam Penegakan Perda dan Perkada terkait Pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia Bersih dan Pengelolaan Sampah serta Peningkatan Peran Satlinmas. Rapat berlangsung di Balairung Rudini, Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Kamis (18/9/2025).
Didampingi Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Safrizal ZA, Tito memimpin langsung rapat yang dihadiri 350 orang Kasatpol PP seluruh Indonesia. Selain itu, dalam merespon perkembangan situasi terkini di beberapa daerah, Tito juga menekankan penguatan peran Satlinmas melalui aktifasi Sistem Keamanana Lingkungan (Siskamling) di desa/kelurahan.
“Khususnya dalam mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan serta potensi pencegahan gangguan Trantibum di wilayahnya masing-masing,” katanya.
Baca juga: Mendagri: Presiden Prabowo Perintahkan Hidupkan Kembali Siskamling
Mantan Kapolri ini menilai, Siskamling merupakan metode pencegahan gangguan ketenteraman dan ketertiban umum (Trantibum) yang ampuh karena berbasis pada partisipasi aktif masyarakat. ”Trantibumlinmas merupakan fondasi utama dalam pembangunan, dan tanpa lingkungan yang aman, mustahil kita dapat membangun kesejahteraan dan kemajuan,” kata Tito.
Oleh karena itu, Satpol PP memiliki peran strategis sebagai perangkat daerah yang menegakkan perda/perkada khususnya terkait pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan yang merupakan salah satu kunci dalam mengubah perilaku masyarakat, serta penguatan peran dari Satlinmas di tingkat desa/kelurahan sebagai modal sosial gunu memperkuat siskamling secara terpadu dan berkelanjutan khususnya dalam menjaga penyelenggaraan Trantibumlinmas wilayah.
Baca juga: Dirjen Polpum Kemendagri Apresiasi Pemkab Bekasi Perkuat Peran Satlinmas dan Siskamling
Tito juga menegaskan penegakan perda/perkada harus diiringi pendekatan humanis dan partisipatif. “Satpol PP bukan hanya hadir untuk menindak, tetapi juga mengedukasi dan mengajak masyarakat menjadikan kebersihan sebagai budaya bersama. Gerakan Indonesia Bersih hanya akan berhasil jika pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat bergerak bersama-sama,” katanya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA menambahkan, Satpol PP dan Satlinmas diharapkan menjadi motor penggerak perubahan perilaku masyarakat.
“Peran Satpol PP dan Satlinmas sangat strategis dalam menjaga ketertiban umum sekaligus memastikan perda kebersihan terlaksana. Dengan kolaborasi lintas sektor, kita ingin kebersihan menjadi bagian dari ketertiban dan kenyamanan hidup masyarakat,” ujarnya.
Sebelumnya juga, Kemendagri telah mengeluarkan surat edaran Nomor 300.1.4/E.1/BAK tertanggal 3 September 2025 tentang peningkatan peran Satlinmas dalam menjaga ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.
Dan dengan langkah ini, Satpol PP dan Satlinmas tidak hanya berfungsi sebagai penegak Perda/Perkada, tetapi juga sebagai penggerak Gerakan Nasional Indonesia Bersih, demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Safrizal ZA mengatakan, kegiatan di Kampus IPDN hari ini merupakan upaya mendukung program prioritas nasional. “Bapak Presiden dalam rapat kali ini menitikberatkan ketentraman, ketertibaan serta dukungan terhadap gerakan nasional Indonesia bersih, terutama dalam tiga area pokok, yaitu kebersihan baliho dan sepanduk,” ujarnya.
Untuk mengatur mengenai penempatan baliho dan spanduk, pihaknya meminta daerah lebih selektif dalam hal perizinan. “Harus dilihat dulu lokasi-lokasi yang tidak diizinkan, juga bentuknya seperti apa. Kalau memang melanggar ya harus ditertibkan Satpol PP,” katanya.
Safrizal ZA meminta kepala daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk mengatur sedemikian rupa proses penempatan spanduk dan baliho, sehingga wajah kota menjadi lebih indah. Safrizal ZA juga mengatakan Mendagri telah menginstruksikan kepala daerah untuk mengaktifkan kembali siskamling di seluruh Indonesia.
“Kita sudah mendata, lebih dari 58% daerah mengaktifkan sistem keamanan lingkungan. Kita berharap akhir September ini seluruh daerah sudah mengaktifkan kembali siskamling,” tandasnya.
(cip)
Lihat Juga :