Generasi Z Diingatkan Tak Sekadar Tren FOMO dan Perkuat Literasi
Kamis, 11 September 2025 - 21:39 WIB
loading...
A
A
A
Era prosumen telah mengubah paradigma komunikasi dari model satu arah menjadi model kolaboratif dan berbasis partisipasi. Individu tidak hanya mengonsumsi produk atau informasi, tetapi juga memproduksi dan mendistribusikannya. Era digital menciptakan dinamika baru dalam lanskap politik dan demokrasi Indonesia. Baca juga: Kebiasaan Flexing Keluarga Pejabat Nepal Picu Kemarahan Gen Z
Mira Natalia mencontohkan bagaimana narasi tercipta di media sosial dan fenomena FOMO mampu menbuat masyarakat rela mengantre dan membeli cokelat Dubai. Meskipun pada kenyataannya menurut Mira rasa cokelat tersebut tidak semahal harganya, namun narasi tercipta secara masif itu membuat cokelat tersebut menjadi laku keras. "Ini membuktikan terjadinya Prosumen di Indonesia (Prosumenesia)," tukasnya.
Sedangkan Andre Sainyakit yang akrab disapa Romo menegaskan pentingnya komunikasi politik berbasis perdamaian sebagai kebutuhan strategis. "Politik yang damai berarti politik yang membuka ruang dialog, mendengar aspirasi, dan berani berpihak pada keadilan substantif," ungkap dosen STPAK St Yohanes Penginjil Ambon ini.
Pernyatan rohaniawan Katolik yang tengah mendalami ilmu komunikasi ini merujuk pada pemikiran Paulo Freire tentang dialog yang membebaskan dan gagasan Jürgen Habermas tentang ruang publik yang rasional. Seminar dan peluncuran buku Prosumenesia dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan seperti akademisi, politisi, mahasiswa dan tenaga ahli DPR. Acara berlangsung interaktif dan para peserta antusias berdiskusi mengenai tren baru komunikasi digital.
Mira Natalia mencontohkan bagaimana narasi tercipta di media sosial dan fenomena FOMO mampu menbuat masyarakat rela mengantre dan membeli cokelat Dubai. Meskipun pada kenyataannya menurut Mira rasa cokelat tersebut tidak semahal harganya, namun narasi tercipta secara masif itu membuat cokelat tersebut menjadi laku keras. "Ini membuktikan terjadinya Prosumen di Indonesia (Prosumenesia)," tukasnya.
Sedangkan Andre Sainyakit yang akrab disapa Romo menegaskan pentingnya komunikasi politik berbasis perdamaian sebagai kebutuhan strategis. "Politik yang damai berarti politik yang membuka ruang dialog, mendengar aspirasi, dan berani berpihak pada keadilan substantif," ungkap dosen STPAK St Yohanes Penginjil Ambon ini.
Pernyatan rohaniawan Katolik yang tengah mendalami ilmu komunikasi ini merujuk pada pemikiran Paulo Freire tentang dialog yang membebaskan dan gagasan Jürgen Habermas tentang ruang publik yang rasional. Seminar dan peluncuran buku Prosumenesia dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan seperti akademisi, politisi, mahasiswa dan tenaga ahli DPR. Acara berlangsung interaktif dan para peserta antusias berdiskusi mengenai tren baru komunikasi digital.
(poe)
Lihat Juga :