Penyuluh Pertanian Garda Terdepan Percepat Swasembada Pangan
Kamis, 11 September 2025 - 19:19 WIB
loading...
A
A
A
Capaian awal menunjukkan hasil yang signifikan, diantaranya stok beras nasional yang meningkat lebih dari 4 juta ton. Selain juga revitalisasi irigasi yang mampu meningkatkan indeks pertanaman, penggunaan benih unggul yang didukung oleh peran swasta dan peningkatan alokasi pupuk bersubsidi hingga lebih dari dua kali lipat serta produksi beras periode Januari hingga Juli 2025 yang naik hampir 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sedangkan Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, I Gst. Made Ngr. Kuswadana menegaskan pentingnya penyamaan komitmen dan koordinasi antara pusat dan daerah dalam menjalankan amanah Inpres ini. Ia menambahkan, pengalihan penyuluhan ke pusat akan memperkuat koordinasi dan memastikan seluruh penyuluh bergerak seirama dalam satu kebijakan.
Made menegaskan meskipun pelaksanaan program berjalan lancar tanpa risiko besar, tetap ada beberapa hal yang perlu diwaspadai. Pertama adalah potensi data yang tercecer dalam proses batch, yang meskipun tidak tergolong risiko besar, bisa menimbulkan kegaduhan apabila ada pegawai yang tidak terikut dalam pengalihan.
Oleh karena itu, diperlukan ketelitian dan koordinasi yang kuat agar data dapat tersaring dan terkonfirmasi dengan baik. "Selain itu, perlu penanganan yang jelas terhadap residu pegawai, yaitu mereka yang sudah meninggal, pensiun, atau terkena hukuman disiplin," tandas Made.
Sedangkan Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, I Gst. Made Ngr. Kuswadana menegaskan pentingnya penyamaan komitmen dan koordinasi antara pusat dan daerah dalam menjalankan amanah Inpres ini. Ia menambahkan, pengalihan penyuluhan ke pusat akan memperkuat koordinasi dan memastikan seluruh penyuluh bergerak seirama dalam satu kebijakan.
Made menegaskan meskipun pelaksanaan program berjalan lancar tanpa risiko besar, tetap ada beberapa hal yang perlu diwaspadai. Pertama adalah potensi data yang tercecer dalam proses batch, yang meskipun tidak tergolong risiko besar, bisa menimbulkan kegaduhan apabila ada pegawai yang tidak terikut dalam pengalihan.
Oleh karena itu, diperlukan ketelitian dan koordinasi yang kuat agar data dapat tersaring dan terkonfirmasi dengan baik. "Selain itu, perlu penanganan yang jelas terhadap residu pegawai, yaitu mereka yang sudah meninggal, pensiun, atau terkena hukuman disiplin," tandas Made.
(shf)
Lihat Juga :