Krisis Nepal dan Wake Up Call untuk Dunia yang Otoriter

Kamis, 11 September 2025 - 08:26 WIB
loading...
A A A
Nepal sekarang menatap kemungkinan pemilihan umum lebih cepat. Jika ditangani dengan bijak, ini bisa menjadi awal dari serah terima tongkat kepemimpinan generasi dalam politik. Namun, jika salah penanganan, ini berpeluang bisa menjadi ketidakstabilan yang lebih dalam.

Saat ini elit politik Nepal tampaknya akan memperlakukan September 2025 sebagai badai yang harus dilewati daripada titik balik yang harus direbut. Hanya mengganti Oli dengan politisi tua lainnya atau orang-orang lama yang masuk dalam jaringan rezim tua tidak akan memulihkan legitimasi.

Krisis ini tidak unik di Nepal. Sebelumnya, dunia menyaksikan krisis di Tunisia, Bangladesh dan Indonesia, untuk menyebut beberapa. Itu sudah terjadi di banyak ibu kota negara di mana pemerintah berpegang teguh pada merawat kekuasaan, tinimbang bekerja mernyejahterakan warga.

Sementara masyarakat, termasuk generasi muda putus asa di bawah utang, pengangguran, sensor, dan kecemasan iklim. Krisis Nepal memberi peringatan (wake up call): bahwa pemerintah yang gagal mereformasi negaranya kea rah yang lebih baik akan menghadapi kejutan September mereka sendiri, seperti di Nepal.

Pelajaran yang lebih luas: kaum muda di seluruh dunia—baik di Kathmandu, Jakarta, Lagos, atau Santiago—menuntut tidak hanya inklusi tetapi juga transformasi. Mereka menginginkan perubahan yang nyata. Perubahan yang lebih baik bagi kehidupan bernegara.

Secara keseluruhan, pelajaran dari krisis Nepal tidak hanya mengingatkan. Ia juga menawarkan kemungkinan. Dari abu September 2025, ada ruang untuk bangkit membangun tatanan politik baru untuk kesejahteraan warga secara umum, dan masa depan digital di mana hak-hak dihormati daripada ditekan.

Bagi dunia, pertanyaannya adalah apakah kita akan mengindahkan peringatan dari Krisis Nepal atau mengabaikannya sebagai krisis lokal di negara kecil, yang terjepit di antara raksasa. Memilih yang terakhir akan menjadi kesalahan besar. Karena apa yang berkobar di Kathmandu bukan hanya cerita unik Nepal.

Ia adalah kisah perjuangan generasi muda dan kekecewaan warga masyarakat yang frustasi untuk mengklaim martabat, keadilan, dan kebebasan di era disrupsi. Tanpa berbenah ke arah yang lebih baik, krisis Nepal bisa terjadi dengan pola yang sama cepat atau lambat.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Prabowo: Saya...
Presiden Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo
Garda Prabowo: Penyampaian...
Garda Prabowo: Penyampaian Mahasiswa dalam Aksi Demonstrasi Kurang Beradab
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Ubedilah Badrun Sebut...
Ubedilah Badrun Sebut Gerakan Mahasiswa Murni, Tidak Ditunggangi Kepentingan Politis
Dasco Ungkap Pimpinan...
Dasco Ungkap Pimpinan DPR akan Temui Mahasiswa Besok
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Gagas Forum Dialog,...
Gagas Forum Dialog, AHY Ajak Profesor dan Gen Z Rumuskan Masa Depan Indonesia
UBK Nonaktifkan Ketua...
UBK Nonaktifkan Ketua BEM Hukum Usai Terima Rp20 Juta
Rekomendasi
Kekeringan Landa NTB...
Kekeringan Landa NTB dan Jawa Tengah, Ribuan Warga Terdampak
Ducati Kenalkan Panigale...
Ducati Kenalkan Panigale V4 Márquez 2025 World Champion Replica
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
Berita Terkini
Kecam Dugaan Intimidasi...
Kecam Dugaan Intimidasi Dokter di NTT, Ninik: Sanksi Disiplin Jika Kader PKB Terlibat
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
Presiden Prabowo Hadiri...
Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan Putri Ketua KPK
29 Brigjen Pol Dimutasi...
29 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri pada Juni 2026, Ini Nama-namanya
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved