Nadiem Tersangka, Anwar Abbas: Negeri Sudah Sakit oleh Para Koruptor
Senin, 08 September 2025 - 20:40 WIB
loading...
Mantan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim (NAM) keluar dari Gedung Jampidsus Kejagung usai ditetapkan sebagai tersangka, Kamis (4/9/2025). Foto/Aldhi Chandra
A
A
A
JAKARTA - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Anwar Abbas buka suara menanggapi langkah Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim sebagai tersangka kasus pengadaan laptop Chromebook dengan kerugian negara diperkirakan mencapai Rp1,98 triliun. Dia tidak mau terjebak dalam perdebatan politisasi atau tidak penetapan tersangka ini.
Buya Anwar menilai Presiden Prabowo Subianto sudah melaksanakan janjinya memberantas korupsi. Masyarakat diminta terus mendukung langkah Prabowo dan penegak hukum dalam pemberantasan korupsi.
“Tapi yang jelas bagi saya, Prabowo berjanji waktu pemilihan presiden (pilpres) dan dalam berbagai pidatonya akan memberantas korupsi, dan itu saya lihat sudah dilaksanakannya,” kata Buya Anwar, Senin (8/9/2025).
Baca juga: Nadiem Tersangka Pengadaan Laptop, Hotman Paris: Tak Ada Kecurigaan BPKP soal Penentuan Harga
Korupsi sepanjang pengetahuan Buya Anwar tidak hanya di Kementerian Pendidikan, tapi sudah merata di mana-mana dan ke mana-mana. Tidak hanya di lembaga eksekutif tapi juga sudah menjalar ke lembaga legislatif dan yudikatif.
“Jadi, negeri sudah sakit oleh para koruptor. Dan Prabowo tampak bertekad untuk menumpasnya. Untuk itu, ya wajib bagi kita untuk mendukungnya,” kata Buya Anwar yang juga menjabat Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.
Disinggung mengenai anggapan Nadiem hanya salah dalam pengambilan keputusan dan tidak menerima aliran uang, Buya Anwar berpandangan, seharusnya seseorang mau menerima amanah jika memiliki ilmunya. Jika mereka memiliki ilmunya maka seharusnya tidak takut dan tidak salah dalam mengambil keputusan.
“Hanya orang yang tidak tahu bagaimana menjalankan sesuatu, yang punya rasa takut untuk berbuat. Kalau orang yang tahu tentu tidak akan takut. Seorang pembalap F1 tidak takut untuk berlomba karena dia sudah tahu dan punya ilmunya. Tapi dia tentu tidak bisa dan tidak berani membawa privat jet karena tidak tahu cara mengemudikannya,” pungkasnya.
Buya Anwar menilai Presiden Prabowo Subianto sudah melaksanakan janjinya memberantas korupsi. Masyarakat diminta terus mendukung langkah Prabowo dan penegak hukum dalam pemberantasan korupsi.
“Tapi yang jelas bagi saya, Prabowo berjanji waktu pemilihan presiden (pilpres) dan dalam berbagai pidatonya akan memberantas korupsi, dan itu saya lihat sudah dilaksanakannya,” kata Buya Anwar, Senin (8/9/2025).
Baca juga: Nadiem Tersangka Pengadaan Laptop, Hotman Paris: Tak Ada Kecurigaan BPKP soal Penentuan Harga
Korupsi sepanjang pengetahuan Buya Anwar tidak hanya di Kementerian Pendidikan, tapi sudah merata di mana-mana dan ke mana-mana. Tidak hanya di lembaga eksekutif tapi juga sudah menjalar ke lembaga legislatif dan yudikatif.
“Jadi, negeri sudah sakit oleh para koruptor. Dan Prabowo tampak bertekad untuk menumpasnya. Untuk itu, ya wajib bagi kita untuk mendukungnya,” kata Buya Anwar yang juga menjabat Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.
Disinggung mengenai anggapan Nadiem hanya salah dalam pengambilan keputusan dan tidak menerima aliran uang, Buya Anwar berpandangan, seharusnya seseorang mau menerima amanah jika memiliki ilmunya. Jika mereka memiliki ilmunya maka seharusnya tidak takut dan tidak salah dalam mengambil keputusan.
“Hanya orang yang tidak tahu bagaimana menjalankan sesuatu, yang punya rasa takut untuk berbuat. Kalau orang yang tahu tentu tidak akan takut. Seorang pembalap F1 tidak takut untuk berlomba karena dia sudah tahu dan punya ilmunya. Tapi dia tentu tidak bisa dan tidak berani membawa privat jet karena tidak tahu cara mengemudikannya,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :