Mathla’ul Anwar Tolak Segala Bentuk Anarkisme: Jaga Persatuan Bangsa!
Selasa, 02 September 2025 - 16:07 WIB
loading...
A
A
A
“Gaya hidup mewah yang dipertontonkan dapat memicu kecemburuan sosial di tengah masyarakat,” kata Embay.
Haji Embay juga mendorong pemerintah untuk memperbaiki pola komunikasinya dengan masyarakat. Pemerintah harus aktif melakukan konsolidasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat akar rumput untuk memitigasi terjadinya konflik. Jangan sampai, lanjut Haji Embay, ketika ada preseden buruk, pemerintah baru mengajak komunikasi pimpinan organisasi masyarakat.
“Tapi mudah-mudahan ada hikmahnya. Insya Allah, komunikasi pemerintah sekarang berubah,” ucap Haji Embay.
Untuk mendukung perubahan tersebut, ulama kelahiran Pandeglang, tahun 1952 ini mengajak masyarakat untuk saling menjaga kondusifitas di lingkungannya, menghindari provokasi, menolak tegas segala bentuk anarkisme, dan ekstremisme yang mengarah kepada terorisme. Pasalnya, kelompok radikal bisa memanfaatkan kondisi kekacauan seperti yang terjadi untuk melancarkan proganda dan politik pecah belah.
“Kita jangan sampai terbawa oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab, terutama yang berasal dari media sosial yang belum tentu benar atau tidaknya,” harapnya.
Ia menekankan bahwa dialog dan musyawarah adalah jalan terbaik dalam menyelesaikan perbedaan dan persoalan bangsa. “Segala masalah bangsa hendaknya diselesaikan melalui jalur konstitusional dan dialog, bukan dengan kekerasan. Kita harus menjaga persatuan dan keutuhan bangsa,” tandasnya.
Haji Embay juga mendorong pemerintah untuk memperbaiki pola komunikasinya dengan masyarakat. Pemerintah harus aktif melakukan konsolidasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat akar rumput untuk memitigasi terjadinya konflik. Jangan sampai, lanjut Haji Embay, ketika ada preseden buruk, pemerintah baru mengajak komunikasi pimpinan organisasi masyarakat.
“Tapi mudah-mudahan ada hikmahnya. Insya Allah, komunikasi pemerintah sekarang berubah,” ucap Haji Embay.
Untuk mendukung perubahan tersebut, ulama kelahiran Pandeglang, tahun 1952 ini mengajak masyarakat untuk saling menjaga kondusifitas di lingkungannya, menghindari provokasi, menolak tegas segala bentuk anarkisme, dan ekstremisme yang mengarah kepada terorisme. Pasalnya, kelompok radikal bisa memanfaatkan kondisi kekacauan seperti yang terjadi untuk melancarkan proganda dan politik pecah belah.
“Kita jangan sampai terbawa oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab, terutama yang berasal dari media sosial yang belum tentu benar atau tidaknya,” harapnya.
Ia menekankan bahwa dialog dan musyawarah adalah jalan terbaik dalam menyelesaikan perbedaan dan persoalan bangsa. “Segala masalah bangsa hendaknya diselesaikan melalui jalur konstitusional dan dialog, bukan dengan kekerasan. Kita harus menjaga persatuan dan keutuhan bangsa,” tandasnya.
(shf)
Lihat Juga :