Eropa Bersatu untuk Indonesia Soroti Kondisi RI Krisis Legitimasi Moral dan Politik
Senin, 01 September 2025 - 06:38 WIB
loading...
A
A
A
Mereka juga menyoroti meninggalnya driver ojol Affan Kurniawan. Wakil Ketua Umum Eropa Bersatu Ludovicus Mardiyono menjelaskan, peristiwa ini menjadi simbol kegagalan negara dalam melindungi warganya. Insiden ini menunjukkan bahwa ketika negara kehilangan empati, rakyat berada dalam posisi paling rentan.
Kapolri telah menemui keluarga korban dan menyampaikan permintaan maaf, serta pelaku telah ditangkap. Meski demikian, Ludovicus menambahkan, insiden ini menegaskan perlunya evaluasi sistemik atas respons negara terhadap keselamatan warga dalam konteks protes damai. Baca juga: Aksi Lisa Mariana Demo di Gedung DPR: Gua Tiban Apa Nih Gedung?
Ludovicus menilai DPR dan kabinet saat ini sering kali kehilangan orientasi moral dan keberpihakan kepada rakyat. Lembaga legislatif dan eksekutif cenderung mempertahankan kepentingan pribadi dan kelompok elite, sementara rakyat menanggung beban sosial dan ekonomi. Kekuasaan yang kehilangan orientasi moral selalu menghasilkan ketidakadilan dan ketimpangan.
Secara filosofis, negara adalah kontrak moral antara penguasa dan rakyat, di mana legitimasi politik muncul dari keberpihakan pada kepentingan umum. Dari perspektif teologis, kepemimpinan adalah mandat untuk melayani, menegakkan keadilan, dan melindungi martabat setiap warga. "Perlawanan rakyat, termasuk melalui demonstrasi dan kritik publik, merupakan koreksi moral terhadap negara yang telah menyimpang dari mandatnya," terangnya.
Kapolri telah menemui keluarga korban dan menyampaikan permintaan maaf, serta pelaku telah ditangkap. Meski demikian, Ludovicus menambahkan, insiden ini menegaskan perlunya evaluasi sistemik atas respons negara terhadap keselamatan warga dalam konteks protes damai. Baca juga: Aksi Lisa Mariana Demo di Gedung DPR: Gua Tiban Apa Nih Gedung?
Ludovicus menilai DPR dan kabinet saat ini sering kali kehilangan orientasi moral dan keberpihakan kepada rakyat. Lembaga legislatif dan eksekutif cenderung mempertahankan kepentingan pribadi dan kelompok elite, sementara rakyat menanggung beban sosial dan ekonomi. Kekuasaan yang kehilangan orientasi moral selalu menghasilkan ketidakadilan dan ketimpangan.
Secara filosofis, negara adalah kontrak moral antara penguasa dan rakyat, di mana legitimasi politik muncul dari keberpihakan pada kepentingan umum. Dari perspektif teologis, kepemimpinan adalah mandat untuk melayani, menegakkan keadilan, dan melindungi martabat setiap warga. "Perlawanan rakyat, termasuk melalui demonstrasi dan kritik publik, merupakan koreksi moral terhadap negara yang telah menyimpang dari mandatnya," terangnya.
(poe)
Lihat Juga :