Warga Jaga Warga, Jangan Terjebak Divide et Impera
Minggu, 31 Agustus 2025 - 08:53 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai bentuk keterbukaan, ia menambahkan pesan khusus. “Bila anda melihat ketidakadilan atau hal buruk terjadi secara tidak adil terhadap pihak mana pun, jangan sungkan beritahu saya lewat website pribadi saya ada kotak email di sana, atau melalui TikTok saya,” pungkasnya.
Diketahui, demonstrasi besar di depan Gedung DPR pada akhir Agustus 2025 menjadi perhatian nasional. Ribuan massa dari mahasiswa, pelajar, buruh, hingga pengemudi ojek online tumpah ruah menyuarakan tuntutan, mulai dari penolakan tunjangan DPR yang dinilai berlebihan hingga seruan pembubaran lembaga legislatif tersebut.
Namun, aksi yang awalnya damai berubah ricuh. Data resmi mencatat empat orang meninggal dunia, termasuk Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang tewas terlindas kendaraan taktis polisi. Sedikitnya 14 orang dirawat di RS Pelni, ratusan orang ditangkap, dan sejumlah fasilitas umum rusak akibat pembakaran maupun pelemparan.
Kesaksian dari lapangan juga menyebut adanya provokator yang sengaja menyalakan api kerusuhan. Mereka diduga menargetkan etnis minoritas, khususnya warga Tionghoa, serta mencoba memprovokasi baik demonstran maupun aparat agar bentrokan semakin panas. Aksi ini mengingatkan pada taktik lama dari zaman penjajahan: divide et impera atau pecah belah untuk menguasai.
Diketahui, demonstrasi besar di depan Gedung DPR pada akhir Agustus 2025 menjadi perhatian nasional. Ribuan massa dari mahasiswa, pelajar, buruh, hingga pengemudi ojek online tumpah ruah menyuarakan tuntutan, mulai dari penolakan tunjangan DPR yang dinilai berlebihan hingga seruan pembubaran lembaga legislatif tersebut.
Namun, aksi yang awalnya damai berubah ricuh. Data resmi mencatat empat orang meninggal dunia, termasuk Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang tewas terlindas kendaraan taktis polisi. Sedikitnya 14 orang dirawat di RS Pelni, ratusan orang ditangkap, dan sejumlah fasilitas umum rusak akibat pembakaran maupun pelemparan.
Kesaksian dari lapangan juga menyebut adanya provokator yang sengaja menyalakan api kerusuhan. Mereka diduga menargetkan etnis minoritas, khususnya warga Tionghoa, serta mencoba memprovokasi baik demonstran maupun aparat agar bentrokan semakin panas. Aksi ini mengingatkan pada taktik lama dari zaman penjajahan: divide et impera atau pecah belah untuk menguasai.
(rca)
Lihat Juga :