Founder Restorasi Jiwa Ajak Masyarakat Lawan Provokasi dengan Ketenangan
Sabtu, 30 Agustus 2025 - 14:48 WIB
loading...
A
A
A
Sebab itu, narasi ini sengaja dia buat sebagai bahan refleksi dalam Restorasi Jiwa Bangsa. Syam mengajak seluruh elemen bangsa untuk memulihkan kesehatan jiwa secara kolektif. Dengan begitu, masyarakat akan lebih mampu berpikir dewasa, tidak gampang disulut emosi karena memiliki ketenangan batin dan kecakapan dalam berpikir serta mencerna informasi.
“Restorasi jiwa bangsa bukan jargon kosong. Dia adalah ajakan untuk menyehatkan kembali cara pandang, cara merasa, dan cara bersikap,” tuturnya.
Dia menyampaikan satu pesan besar bahwa di tengah gelombang provokasi, kewarasan bukan hanya bentuk perlindungan diri, tapi juga bentuk perlawanan kolektif yang paling penting saat ini.
Apalagi di tengah gempuran isu, hasutan, dan permainan kepentingan yang membayangi stabilitas bangsa, perlu masyarakat ingat bahwa bangsa ini hanya bisa berdiri kokoh jika setiap individu berani menjaga ketenangan jiwa dan kejernihan hati. Dalam badai sosial yang semakin kuat, dia mengajak semua pihak untuk mengambil satu sikap sederhana namun kuat, tetap waras.
“Indonesia adalah rumah bersama yang luas. Gelombang provokasi mungkin akan terus datang, tetapi jika jiwa-jiwa kita tetap jernih, rumah ini akan tetap berdiri,” kata Syam.
“Restorasi jiwa bangsa bukan jargon kosong. Dia adalah ajakan untuk menyehatkan kembali cara pandang, cara merasa, dan cara bersikap,” tuturnya.
Dia menyampaikan satu pesan besar bahwa di tengah gelombang provokasi, kewarasan bukan hanya bentuk perlindungan diri, tapi juga bentuk perlawanan kolektif yang paling penting saat ini.
Apalagi di tengah gempuran isu, hasutan, dan permainan kepentingan yang membayangi stabilitas bangsa, perlu masyarakat ingat bahwa bangsa ini hanya bisa berdiri kokoh jika setiap individu berani menjaga ketenangan jiwa dan kejernihan hati. Dalam badai sosial yang semakin kuat, dia mengajak semua pihak untuk mengambil satu sikap sederhana namun kuat, tetap waras.
“Indonesia adalah rumah bersama yang luas. Gelombang provokasi mungkin akan terus datang, tetapi jika jiwa-jiwa kita tetap jernih, rumah ini akan tetap berdiri,” kata Syam.
(jon)
Lihat Juga :