Pajak dan Ujian Demokrasi

Rabu, 27 Agustus 2025 - 08:47 WIB
loading...
A A A
Sejarah pajak dalam peradaban manusia menunjukkan pola yang serupa: pajak selalu terkait dengan legitimasi politik dan kontrak sosial. Di Mesopotamia dan Mesir kuno, pajak diambil dari hasil pertanian dan perdagangan untuk membiayai proyek publik dan menjaga stabilitas kerajaan. Pajak Mesir kuno sering berupa komoditas seperti gandum atau ternak, yang dipungut oleh pejabat kerajaan untuk mendukung administrasi dan pembangunan piramida. Di Yunani dan Romawi, pajak menjadi instrumen politik sekaligus simbol kewajiban warga terhadap negara. Di Roma, sistem tributum membebankan warga kota dan provinsi dengan pajak yang berbeda, dan kegagalan membayar pajak dapat menimbulkan hukuman serta krisis politik.

Di Eropa abad pertengahan, pajak dipungut oleh raja dan bangsawan untuk membiayai perang, administrasi, dan pembangunan, seringkali menimbulkan ketegangan sosial yang memicu revolusi dan reformasi perpajakan pada abad berikutnya. Bahkan di Kekaisaran Turki Utsmani, pajak seperti jizyah bukan hanya kontribusi finansial, tetapi juga menegaskan posisi sosial dan politik warga non-Muslim, memperlihatkan bahwa pajak tidak pernah lepas dari legitimasi dan kontrol sosial.

Di Indonesia, tradisi perpajakan juga panjang dan berlapis. Kerajaan Sriwijaya memungut pajak atas perdagangan maritim untuk memperkuat pengaruhnya di Selat Malaka. Majapahit mengenakan sima dan pajak atas hasil bumi, memanfaatkan sistem administratif yang rapi untuk mendukung stabilitas kerajaan. Masa kolonial menghadirkan transformasi mendasar: pajak menjadi instrumen kontrol ekonomi, mulai dari pajak tanah, bea masuk, hingga pajak kerja paksa (cultuurstelsel), yang menimbulkan ketidakadilan sosial dan resistensi luas. Transformasi ini mengajarkan bahwa hubungan antara pajak dan legitimasi pemerintah bukan konsep baru; konflik modern hanyalah manifestasi kontemporer dari dilema yang sama.

Baca Juga: Anies Singgung Lagi soal Pajak: Sudah Tertib Kok Malah Diperas Terus?

Dalam konteks modern, Sven Steinmo dalam Taxation and Democracy menekankan bahwa struktur pajak dan legitimasi pemerintah saling terkait. Studi perbandingan Swedia, Inggris, dan Amerika menunjukkan bahwa keberhasilan negara dalam mengumpulkan pajak bergantung pada kualitas institusi demokratis, partisipasi publik, dan persepsi keadilan distribusi pajak. Pajak bukan sekadar alat fiskal, tetapi juga instrumen politik dan simbol kontrak sosial. Jika pemerintah gagal menyeimbangkan kepentingan fiskal dengan keadilan dan transparansi, protes publik, resistensi, atau bahkan tuntutan politik menjadi konsekuensi yang logis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
28 Tahun Reformasi 1998:...
28 Tahun Reformasi 1998: Demokrasi Tumbuh, Oligarki Menguat, Keadilan Sosial Masih Diperebutkan
Kebangkitan Nasional...
Kebangkitan Nasional dengan Meningkatkan Kohesi Sosial
Mendagri Perintahkan...
Mendagri Perintahkan Gubernur Gratiskan Pajak Kendaraan Listrik
Feri Amsari Dipolisikan,...
Feri Amsari Dipolisikan, Pangi Syarwi Chaniago: Negara Demokrasi 'Dewanya' Itu Kebebasan
Todung Mulya Lubis Jadi...
Todung Mulya Lubis Jadi Kuasa Hukum Saiful Mujani di Kasus Dugaan Makar
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Menkeu Purbaya Pastikan...
Menkeu Purbaya Pastikan Skema Pajak DSI Berlaku Normal
Rekomendasi
Perilaku Manusia Modern...
Perilaku Manusia Modern dan Tanda Dekatnya Fitnah Dajjal
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
Berita Terkini
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Pakar Hukum: Bisa Timbulkan Persoalan
Wali Kota Agustina Bawa...
Wali Kota Agustina Bawa Inovasi Semarang ke Panggung Nasional, Tawarkan Solusi Ketahanan Pangan Kota Masa Depan
Sari Yuliati Terpilih...
Sari Yuliati Terpilih sebagai Ketum PPK Kosgoro 1957 Periode 2026-2031
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved