Pajak dan Ujian Demokrasi

Rabu, 27 Agustus 2025 - 08:47 WIB
loading...
Pajak dan Ujian Demokrasi
Eko Ernada. Foto/Istimewa
A A A
Eko Ernada
Kolumnis dan Dosen HI FISIP Universitas Jember

USULAN kenaikan pajak daerah belakangan ini memicu gelombang protes keras dari masyarakat. Bukan sekadar soal angka, kenaikan ini menantang kesabaran publik dan menimbulkan pertanyaan mendasar: apakah pajak dirancang untuk membangun negara, atau justru menjadi alat tekanan yang menguji kesetiaan rakyat terhadap penguasa? Pajak berhenti menjadi instrumen fiskal biasa dan berubah menjadi ujian demokrasi yang menuntut akuntabilitas nyata dari pemerintah.

Di berbagai kota di Indonesia, usulan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menimbulkan reaksi warga yang keras, hingga memunculkan tuntutan pemakzulan kepala daerah. Kronologi ini menyoroti konflik antara kebutuhan fiskal pemerintah dan aspirasi publik, memperlihatkan bagaimana pajak modern menjadi simbol hubungan antara negara dan warga.

Pemerintah daerah biasanya menaikkan pajak untuk memperkuat kapasitas fiskal, membiayai pembangunan infrastruktur, dan memenuhi kebutuhan administrasi yang semakin kompleks. Namun, jika kenaikan ini dilakukan tanpa komunikasi transparan, tanpa menjelaskan proporsi manfaat bagi masyarakat, atau tanpa melibatkan partisipasi warga, legitimasi pemerintah dapat tergerus dan protes sosial menjadi tidak terhindarkan.

Baca Juga: Ditentang Warga, Bupati Pati Akhirnya Batal Naikkan PBB 250%
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengamat: Penegakan...
Pengamat: Penegakan Hukum Jadi Cermin Kualitas Demokrasi
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
28 Tahun Reformasi 1998:...
28 Tahun Reformasi 1998: Demokrasi Tumbuh, Oligarki Menguat, Keadilan Sosial Masih Diperebutkan
Kebangkitan Nasional...
Kebangkitan Nasional dengan Meningkatkan Kohesi Sosial
Tarik Dana JHT BPJS...
Tarik Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan Dipotong Pajak, Purbaya Buka Suara
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Rekomendasi
AEF/MANTENA Cup Jadi...
AEF/MANTENA Cup Jadi Ajang Persiapan Atlet Berkuda Indonesia Menuju Asian Games 2026
Scaloni Berani Cadangkan...
Scaloni Berani Cadangkan Messi, Ada Apa?
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
29 Brigjen Pol Dimutasi...
29 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri pada Juni 2026, Ini Nama-namanya
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved