Husein Mutahar Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Senin, 25 Agustus 2025 - 09:29 WIB
loading...
A
A
A
“Peristiwa itu meneguhkan dirinya sebagai pejuang yang rela mengorbankan segalanya demi tegaknya simbol negara,” ujarnya.
Selain sebagai pejuang, pria kelahiran Semarang, 5 Agustus 1916 itu juga dikenal luas sebagai pencipta lagu-lagu nasional yang hingga kini masih kita nyanyikan. Di antaranya Hari Merdeka (17 Agustus 1945), Syukur, Dirgahayu Indonesiaku, Pahlawan Merdeka, hingga Hymne Pramuka.
“Lagu-lagu tersebut bukan hanya menghiasi upacara kenegaraan, tetapi juga menanamkan semangat cinta Tanah Air, patriotisme, dan kebersamaan sejak dini kepada generasi muda,” ujar Rengga.
Dia mengatakan, Mutahar merupakan salah satu perintis Gerakan Pramuka Indonesia, yang menyatukan berbagai organisasi kepanduan ke dalam satu wadah nasional. Lebih dari itu, ia juga dikenal sebagai penggagas Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada tahun 1946 yang melibatkan para pemuda dari berbagai daerah.
“Tradisi pengibaran bendera di Istana Negara setiap 17 Agustus yang kita saksikan hingga kini, lahir dari gagasan visioner Kak Mutahar,” imbuhnya.
Meski menjadi saksi dan pelaku langsung dalam sejarah proklamasi serta pengibaran Bendera Pusaka pertama tahun 1945, Mutahar tidak pernah menonjolkan diri. “Ia memilih mengabdi dalam kesunyian dengan prinsip hidupnya: ‘Untuk Indonesia aku rela’,” pungkasnya.
Selain sebagai pejuang, pria kelahiran Semarang, 5 Agustus 1916 itu juga dikenal luas sebagai pencipta lagu-lagu nasional yang hingga kini masih kita nyanyikan. Di antaranya Hari Merdeka (17 Agustus 1945), Syukur, Dirgahayu Indonesiaku, Pahlawan Merdeka, hingga Hymne Pramuka.
“Lagu-lagu tersebut bukan hanya menghiasi upacara kenegaraan, tetapi juga menanamkan semangat cinta Tanah Air, patriotisme, dan kebersamaan sejak dini kepada generasi muda,” ujar Rengga.
Dia mengatakan, Mutahar merupakan salah satu perintis Gerakan Pramuka Indonesia, yang menyatukan berbagai organisasi kepanduan ke dalam satu wadah nasional. Lebih dari itu, ia juga dikenal sebagai penggagas Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada tahun 1946 yang melibatkan para pemuda dari berbagai daerah.
“Tradisi pengibaran bendera di Istana Negara setiap 17 Agustus yang kita saksikan hingga kini, lahir dari gagasan visioner Kak Mutahar,” imbuhnya.
Meski menjadi saksi dan pelaku langsung dalam sejarah proklamasi serta pengibaran Bendera Pusaka pertama tahun 1945, Mutahar tidak pernah menonjolkan diri. “Ia memilih mengabdi dalam kesunyian dengan prinsip hidupnya: ‘Untuk Indonesia aku rela’,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :