Husein Mutahar Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Senin, 25 Agustus 2025 - 09:29 WIB
loading...
A
A
A
“Kini, perhatian negara sangat dinantikan, agar jasa Kak Mutahar mendapat penghormatan tertinggi yang layak ia sandang: Pahlawan Nasional Republik Indonesia,” tuturnya.
Rengga mengungkapkan Izin Penggunaan Tanah Makam (IPTM) almarhum Husein Mutahar telah habis sejak 2007. Mutahar dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Blok AAI Blad 017 pada 9 Juni 2004.
Makamnya hingga saat ini belum diperpanjang oleh ahli warisnya. Sosok yang akrab disapa Kak Mutahar adalah ajudan Presiden Soekarno yang memiliki kontribusi besar bagi Republik Indonesia.
“Kiprahnya melintasi sejarah bangsa, mulai dari peristiwa kemerdekaan, pendidikan, kepramukaan, paskibraka, hingga musik kebangsaan. Karena jasanya yang begitu besar, sudah sepatutnya ia dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintah,” ujarnya.
Mutahar dikenal sebagai sosok yang menyelamatkan Sang Saka Merah Putih saat terjadi peristiwa genting pascakemerdekaan. “Ia ditugaskan Presiden Soekarno saat menjabat sebagai ajudan untuk menyelamatkan Bendera Pusaka dengan nyawanya saat Agresi Militer Belanda II pada 1948,” jelasnya.
Siasat Mutahar saat itu untuk mengelabui Belanda adalah memisahkan kain merah dan putih bendera, lalu menyembunyikan bagian merah di pinggangnya, dan bagian putih di dalam kopernya, lalu membawanya keluar dari istana. Bendera Pusaka kemudian dikembalikan Mutahar setelah Belanda mengakui kedaulatan Indonesia dan Presiden Soekarno serta Moh. Hatta kembali ke Yogyakarta.
Izin Makamnya Terabaikan
Rengga mengungkapkan Izin Penggunaan Tanah Makam (IPTM) almarhum Husein Mutahar telah habis sejak 2007. Mutahar dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Blok AAI Blad 017 pada 9 Juni 2004.
Makamnya hingga saat ini belum diperpanjang oleh ahli warisnya. Sosok yang akrab disapa Kak Mutahar adalah ajudan Presiden Soekarno yang memiliki kontribusi besar bagi Republik Indonesia.
“Kiprahnya melintasi sejarah bangsa, mulai dari peristiwa kemerdekaan, pendidikan, kepramukaan, paskibraka, hingga musik kebangsaan. Karena jasanya yang begitu besar, sudah sepatutnya ia dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintah,” ujarnya.
Penyelamat Bendera Pusaka
Mutahar dikenal sebagai sosok yang menyelamatkan Sang Saka Merah Putih saat terjadi peristiwa genting pascakemerdekaan. “Ia ditugaskan Presiden Soekarno saat menjabat sebagai ajudan untuk menyelamatkan Bendera Pusaka dengan nyawanya saat Agresi Militer Belanda II pada 1948,” jelasnya.
Siasat Mutahar saat itu untuk mengelabui Belanda adalah memisahkan kain merah dan putih bendera, lalu menyembunyikan bagian merah di pinggangnya, dan bagian putih di dalam kopernya, lalu membawanya keluar dari istana. Bendera Pusaka kemudian dikembalikan Mutahar setelah Belanda mengakui kedaulatan Indonesia dan Presiden Soekarno serta Moh. Hatta kembali ke Yogyakarta.
Lihat Juga :