Pemprov Sumbar Bersama Darunnajah Kerja Sama Pengelolaan Wakaf
Minggu, 24 Agustus 2025 - 16:46 WIB
loading...
Pemprov Sumbar bersama Pondok Pesantren Darunnajah menjalin kerja sama pengembangan wakaf. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) bersama Pondok Pesantren Darunnajah menjalin kerja sama pengembangan wakaf . Sebab wakaf dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat dan membangun masa depan.
Dosen Universitas Darunnajah (UDN) Muhammad Irfanudin Kurniawan mengatakan, pola wakaf yang telah dijalankan di Darunnajah menjadi perhatian Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah.
“insya Allah Pemprov. Sumbar dengan Darunnajah akan kolaborasi dan kerjasama dalam pengembangan wakaf,” katanya, Minggu (24/8/2025).
Baca juga: Menag dan Gubernur Sumbar Bahas Optimalisasi Potensi Zakat dan Wakaf untuk Umat
Menurut Kurniawan, Gubernur Sumbar menyampaikan bahwa masyarakatnya memiliki tradisi keislaman yang kuat, dan menjadikan wakaf sebagai gaya hidup.
“Insya Allah Pak Gubernur akan berkunjung ke Darunnajah untuk melihat secara langsung bagaimana pengelolaan wakaf di Darunnajah, dan apa apa saja yang dapat ditransformasikan ke Sumatera Barat,” katanya.
Kurniawan menjelaskan, selama ini Darunnajah menjadikan wakaf sebagai ladang amal yang terus tumbuh dan bermanfaat bagi umat. Pahalanya tidak terputus dengan kematian bagi wakifnya. “Wakaf bukan hanya tentang memberi, namun lebih kepada membangun masa depan yang unggul,” ucapnya.
Baca juga: Universitas Darunnajah Siap Jadi Tuan Rumah PINBA ke-15
Perlu diketahui, Darunnajah merupakan pesantren tertua di Jakarta yang menjadi cikal bakal Universitas Darunnajah (UDN). Saat ini Universitas Darunnajah memiliki 3 Fakultas yaitu Fakultas Sains dan Teknologi, Bisnis serta yang sudah berakar Fakultas Agama Islam.
Pendiri Darunnajah KH Abdul Manaf Mukhayyar berasal dari Betawi yang lahir di Kampung Kebon Kelapa, Palmerah, Jakarta Barat, pada 22 Juni 1922.
Kini Darunnajah sudah berumur 87 tahun sejak didirikan pada 1938 dengan nama Madrasah Islamiyah. Darunnajah terus mengembangkan wakaf nya, hingga kini tercatat ada 23 cabang di seluruh Indonesia dengan 78 unit pendidikan, 1 Universitas dengan 11 program studi.
”Aset wakaf ini merupakan amanah bersama, harus kita jaga, kembangkan menjadi lembaga berdampak di Indonesia bahkan Dunia,” paparnya.
Dosen Universitas Darunnajah (UDN) Muhammad Irfanudin Kurniawan mengatakan, pola wakaf yang telah dijalankan di Darunnajah menjadi perhatian Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah.
“insya Allah Pemprov. Sumbar dengan Darunnajah akan kolaborasi dan kerjasama dalam pengembangan wakaf,” katanya, Minggu (24/8/2025).
Baca juga: Menag dan Gubernur Sumbar Bahas Optimalisasi Potensi Zakat dan Wakaf untuk Umat
Menurut Kurniawan, Gubernur Sumbar menyampaikan bahwa masyarakatnya memiliki tradisi keislaman yang kuat, dan menjadikan wakaf sebagai gaya hidup.
“Insya Allah Pak Gubernur akan berkunjung ke Darunnajah untuk melihat secara langsung bagaimana pengelolaan wakaf di Darunnajah, dan apa apa saja yang dapat ditransformasikan ke Sumatera Barat,” katanya.
Kurniawan menjelaskan, selama ini Darunnajah menjadikan wakaf sebagai ladang amal yang terus tumbuh dan bermanfaat bagi umat. Pahalanya tidak terputus dengan kematian bagi wakifnya. “Wakaf bukan hanya tentang memberi, namun lebih kepada membangun masa depan yang unggul,” ucapnya.
Baca juga: Universitas Darunnajah Siap Jadi Tuan Rumah PINBA ke-15
Perlu diketahui, Darunnajah merupakan pesantren tertua di Jakarta yang menjadi cikal bakal Universitas Darunnajah (UDN). Saat ini Universitas Darunnajah memiliki 3 Fakultas yaitu Fakultas Sains dan Teknologi, Bisnis serta yang sudah berakar Fakultas Agama Islam.
Pendiri Darunnajah KH Abdul Manaf Mukhayyar berasal dari Betawi yang lahir di Kampung Kebon Kelapa, Palmerah, Jakarta Barat, pada 22 Juni 1922.
Kini Darunnajah sudah berumur 87 tahun sejak didirikan pada 1938 dengan nama Madrasah Islamiyah. Darunnajah terus mengembangkan wakaf nya, hingga kini tercatat ada 23 cabang di seluruh Indonesia dengan 78 unit pendidikan, 1 Universitas dengan 11 program studi.
”Aset wakaf ini merupakan amanah bersama, harus kita jaga, kembangkan menjadi lembaga berdampak di Indonesia bahkan Dunia,” paparnya.
(cip)
Lihat Juga :