UPN Veteran Jakarta Dampingi Pekerja Migran di Pulau Penang Malaysia untuk Penguatan Bidang Ekonomi dan Kesehatan
Jum'at, 22 Agustus 2025 - 15:19 WIB
loading...
Sivitas Akademika Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) melakukan pendampingan kepada para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di bawah binaan komunitas Pertumbuhan Masyarakat Indonesia (PERMAI) di Pulau Penang Malaysia. Foto/Istimewa
A
A
A
MALAYSIA - Sivitas Akademika Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) melakukan pendampingan kepada para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di bawah binaan komunitas Pertumbuhan Masyarakat Indonesia (PERMAI) di Pulau Penang Malaysia. Para pekerja migran diedukasi terkait pentingnya makanan bergizi bagi anak-anak dalam pencegahan stunting dan cara pengelolaan stres serta bagaimana pengelolaan keuangan.
Pendampingan dilaksanakan oleh Dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Studi Sarjana Akuntansi, Dosen dari Fakultas ilmu Kesehatan Program Studi Sarjana Gizi dan Dosen Fakultas kedokteran UPNVJ pada Agustus 2025 selama 14 hari. Persiapannya dilakukan 12 hari dan pelaksanaan dilakukan selama 2 hari.
Selama ini, sebagian besar Pekerja Migran Indonesia di Pulau Penang mempunyai permasalahan yang terus ada setiap tahunnya, yaitu masalah kesehatan fisik, mental, dan ekonomi. Kurangnya tenaga ahli yang dapat membantu melakukan edukasi (konsultasi) dan pendampingan bagi para Pekerja Migran Indonesia terutama yang bekerja di Pulau Penang Malaysia, menjadi permasalahan juga bagi PERMAI.
Baca juga: Indonesia Kirim 39 Perawat ke Belanda untuk Bekerja di Sektor Kesehatan
Untuk itu, PERMAI membuka peluang kerjasama bagi WNI yang ada Indonesia termasuk kampus untuk membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi para Pekerja Migran Indonesia. Berdasarkan data yang diperoleh lebih dari 75% Pekerja Migran Indonesia bekerja di sektor informal.
![UPN Veteran Jakarta Dampingi Pekerja Migran di Pulau Penang Malaysia untuk Penguatan Bidang Ekonomi dan Kesehatan]()
“Pekerja migran yang bekerja pada sektor informal rentan dengan penyakit gizi buruk, rentan dengan masalah depresi/masalah kejiwaaan dan renta juga terhadap masalah keuangan” kata Dr Lidya Primta Surbakti, sebagai ketua tim Pengabdian kepada Masyarakat Internasional Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta dikutip Jumat (22/8/2025).
Dari hasil kegiatan PKM ini diperoleh bahwa pekerja Migran Indonesia di Pulau Penang masih memiliki pengetahuan dan pemahaman terbatas mengenai stunting, pengelolaan keuangan, dan pengelolaan stres. Namun, dari hasil pendampingan PMI dapat memahami pengelolaan keuangan, mengelola stres mereka dan juga memahani tentang kecukupan gizi pada anak.
Hal ini membuktikan bahwa kegiatan ini memberikan solusi bagi masalah Pekerja Migran Indonesia di Pulau Penang. PKM yang dilakukan masih terdapat keterbatasan, di antaranya keterbatasan waktu dan belum melakukan simulasi dan praktik langsung terhadap kegiatan di atas.
Maka dengan keterbatasan ini menunjukkan tantangan bagi tim PKM Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta dalam pendampingan terutama untuk simulasi dan konsultasi untuk stunting, pengelolaan stres dan pengelolaan keuangan diharapkan menjadi program yang berkesinambungan agar dapat memberikan solusi atas masalah yang dihadapi oleh pekerja migran Indonesia.
Pendampingan dilaksanakan oleh Dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Studi Sarjana Akuntansi, Dosen dari Fakultas ilmu Kesehatan Program Studi Sarjana Gizi dan Dosen Fakultas kedokteran UPNVJ pada Agustus 2025 selama 14 hari. Persiapannya dilakukan 12 hari dan pelaksanaan dilakukan selama 2 hari.
Selama ini, sebagian besar Pekerja Migran Indonesia di Pulau Penang mempunyai permasalahan yang terus ada setiap tahunnya, yaitu masalah kesehatan fisik, mental, dan ekonomi. Kurangnya tenaga ahli yang dapat membantu melakukan edukasi (konsultasi) dan pendampingan bagi para Pekerja Migran Indonesia terutama yang bekerja di Pulau Penang Malaysia, menjadi permasalahan juga bagi PERMAI.

Baca juga: Indonesia Kirim 39 Perawat ke Belanda untuk Bekerja di Sektor Kesehatan
Untuk itu, PERMAI membuka peluang kerjasama bagi WNI yang ada Indonesia termasuk kampus untuk membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi para Pekerja Migran Indonesia. Berdasarkan data yang diperoleh lebih dari 75% Pekerja Migran Indonesia bekerja di sektor informal.
.jpg)
“Pekerja migran yang bekerja pada sektor informal rentan dengan penyakit gizi buruk, rentan dengan masalah depresi/masalah kejiwaaan dan renta juga terhadap masalah keuangan” kata Dr Lidya Primta Surbakti, sebagai ketua tim Pengabdian kepada Masyarakat Internasional Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta dikutip Jumat (22/8/2025).
Dari hasil kegiatan PKM ini diperoleh bahwa pekerja Migran Indonesia di Pulau Penang masih memiliki pengetahuan dan pemahaman terbatas mengenai stunting, pengelolaan keuangan, dan pengelolaan stres. Namun, dari hasil pendampingan PMI dapat memahami pengelolaan keuangan, mengelola stres mereka dan juga memahani tentang kecukupan gizi pada anak.
Hal ini membuktikan bahwa kegiatan ini memberikan solusi bagi masalah Pekerja Migran Indonesia di Pulau Penang. PKM yang dilakukan masih terdapat keterbatasan, di antaranya keterbatasan waktu dan belum melakukan simulasi dan praktik langsung terhadap kegiatan di atas.
Maka dengan keterbatasan ini menunjukkan tantangan bagi tim PKM Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta dalam pendampingan terutama untuk simulasi dan konsultasi untuk stunting, pengelolaan stres dan pengelolaan keuangan diharapkan menjadi program yang berkesinambungan agar dapat memberikan solusi atas masalah yang dihadapi oleh pekerja migran Indonesia.
(rca)
Lihat Juga :