Direktur Legal MNC Group: Clickbait hingga Fabrikasi Berita Bisa Rusak Kepercayaan Publik
Kamis, 21 Agustus 2025 - 16:13 WIB
loading...
Praktisi hukum Chris Taufik mengatakan, mendorong media untuk lebih berpegang pada kode etik jurnalistik ketimbang sekadar mengejar klik. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Di era digital , istilah clickbait bukan lagi hal asing. Judul-judul bombastis dan narasi yang dibesar-besarkan menjadi strategi banyak media atau akun untuk mendongkrak perhatian publik. Namun, menurut praktisi hukum Chris Taufik, praktik ini membawa dampak negatif yang serius.
“Kadang berita yang keluar jauh dari konteks aslinya. Soal gugatan CMNP ke MNC Group, sidang baru pembacaan gugatan, tapi diberitakan seolah perusahaan sudah pasti bangkrut. Itu fabrikasi,” kata Chris dalam Podcast To The Point yang dipandu Pung Purwanto dan Lukman Hanafi, Kamis (21/8/2025).
Ia menilai, perilaku ini bukan sekadar masalah etika, tetapi juga bisa merugikan nama baik individu maupun perusahaan. “Kalau orang sampai kehilangan reputasi gara-gara clickbait, siapa yang bertanggung jawab?,” ujarnya.
Baca juga: Geram Hary Tanoe Difitnah Kejam, Hotman: Tidak Bodong, CMNP di Pengadilan Mengakui Ada NCD Itu!
Chris mendorong media untuk lebih berpegang pada kode etik jurnalistik ketimbang sekadar mengejar klik.
“Menurut saya, etika itu bahkan lebih penting dari hukum. Tidak semua yang bisa ditulis layak dipublikasikan. Kalau media kredibel, harusnya pegangannya jelas: Kode Etik Jurnalistik,” tegasnya.
Ia mengingatkan, jika pola clickbait dan fabrikasi dibiarkan, masyarakat akan kehilangan kepercayaan (distrust) pada media maupun hukum.
Baca juga: Nilai Propaganda Gugatan CMNP Terhadap Hary Tanoe di Medsos Ada Konsekuensi Hukum, Hotman: Jelas Ini Sudah Pencemaran Nama Baik
“Distrust itu bahaya. Kalau publik tidak percaya pada hukum, lama-lama mereka tidak percaya pada negara,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi Redaksi kepada kuasa hukum CMNP, R. Primaditya Wirasandi dari Kantor Hukum Lucas SH & Partners, serta Manager Representative PT CMNP Tbk, Indah Dahlia Lavie, belum mendapatkan respons baik melalui pesan pendek maupun sambungan telepon.
“Kadang berita yang keluar jauh dari konteks aslinya. Soal gugatan CMNP ke MNC Group, sidang baru pembacaan gugatan, tapi diberitakan seolah perusahaan sudah pasti bangkrut. Itu fabrikasi,” kata Chris dalam Podcast To The Point yang dipandu Pung Purwanto dan Lukman Hanafi, Kamis (21/8/2025).
Ia menilai, perilaku ini bukan sekadar masalah etika, tetapi juga bisa merugikan nama baik individu maupun perusahaan. “Kalau orang sampai kehilangan reputasi gara-gara clickbait, siapa yang bertanggung jawab?,” ujarnya.
Baca juga: Geram Hary Tanoe Difitnah Kejam, Hotman: Tidak Bodong, CMNP di Pengadilan Mengakui Ada NCD Itu!
Chris mendorong media untuk lebih berpegang pada kode etik jurnalistik ketimbang sekadar mengejar klik.
“Menurut saya, etika itu bahkan lebih penting dari hukum. Tidak semua yang bisa ditulis layak dipublikasikan. Kalau media kredibel, harusnya pegangannya jelas: Kode Etik Jurnalistik,” tegasnya.
Ia mengingatkan, jika pola clickbait dan fabrikasi dibiarkan, masyarakat akan kehilangan kepercayaan (distrust) pada media maupun hukum.
Baca juga: Nilai Propaganda Gugatan CMNP Terhadap Hary Tanoe di Medsos Ada Konsekuensi Hukum, Hotman: Jelas Ini Sudah Pencemaran Nama Baik
“Distrust itu bahaya. Kalau publik tidak percaya pada hukum, lama-lama mereka tidak percaya pada negara,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi Redaksi kepada kuasa hukum CMNP, R. Primaditya Wirasandi dari Kantor Hukum Lucas SH & Partners, serta Manager Representative PT CMNP Tbk, Indah Dahlia Lavie, belum mendapatkan respons baik melalui pesan pendek maupun sambungan telepon.
(cip)
Lihat Juga :