Masyarakat Adat Gelar Ritual Doa di MK sebelum Sidang Gugatan PSN

Selasa, 19 Agustus 2025 - 18:36 WIB
loading...
Masyarakat Adat Gelar...
Ritual doa di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Selasa (19/8/2025). Foto/Danandaya Arya Putra
A A A
JAKARTA - Momen menarik terjadi sebelum sidang gugatan pengujian UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang (UU) Cipta Kerja di Mahkamah Konstitusi (MK). Pemohon menggelar ritual doa sebelum persidangan dimulai.

Berdasarkan pantauan SindoNews, empat pemohon asal Papua dengan mengenakan pakaian adat menggelar ritual doa di depan Gedung MK. Mereka berdoa agar MK nantinya bisa mengabulkan permohonan yang diajukan.

Sebab, ketentuan UU Cipta Kerja khususnya yang berkaitan dengan kemudahan dan percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN), telah menyengsarakan mereka khususnya masyarakat adat. Setelah ritual doa selesai selanjutnya para pemohon dan kuasa hukumnya masuk ke gedung MK untuk menghadiri persidangan.

Masyarakat Adat Gelar Ritual Doa di MK sebelum Sidang Gugatan PSN


Baca juga: SIG Pasok 76.000 Ton Semen Dukung Pembangunan Bendungan Sidan di Bali



"Nah tadi mereka bersama-sama mengajukan sebuah doa agar proses persidangan dari hari ini sampai ke depannya putusan itu berjalan dengan baik dan mereka berharap putusannya bisa berpihak kepada mereka," ujar salah satu kuasa hukum pemohon, Tigor Hutapea kepada wartawan, Selasa (19/8/2025).

Korban PSN yang diatur dalam UU Cipta Kerja ini sengaja mengajukan gugatan ke MK, agar proyek tersebut bisa dibatalkan. "Mereka ini korban-korban dari berbagai proyek strategis nasional yang ada di Indonesia. Ada yang dari rempang, ada yang dari Merauke, ada yang dari Kalimantan Utara ada juga yang dari IKN dan ada juga yang dari Sulawesi atas proyek Nikel," tuturnya.

Baca juga: PSN Wiraraja Galang Diguyur Investasi Jepang USD1 Miliar, Pengusaha: Kepercayaan Investor

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa dampak dari PSN yang diatur dalam UU Cipta Kerja banyak tanah atau tempat kehidupan masyarakat adat justru dirampas secara paksa. "Dampaknya besar ya, mereka merasa proyek strategis nasional ini tidak membawa manfaat bagi mereka dan dengan kekuatan PSN banyak sekali tanah-tanah mereka begitu tempat kehidupan mereka yang diambil secara paksa," katanya.

Sekadar informasi, gugatan terkait PSN teregistrasi dengan nomor 112/PUU-XXIII/2025 yang diajukan oleh Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Yayasan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), serta 19 pemohon lainnya yang terdiri dari yayasan dan perkumpulan advokat.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
Dharma Pongrekun Rombak...
Dharma Pongrekun Rombak 85% Gugatan UU Kesehatan di MK
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Tak Ada Batasan Anggota...
Tak Ada Batasan Anggota Polri Duduki Jabatan Sipil, Wamenkum Persilakan Gugat ke MK
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Pangdam Mandala Trikora...
Pangdam Mandala Trikora Mayjen Frits Tepis TNI Berangkatkan Mama Sinta ke Jakarta
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
Rekomendasi
Pulisic Absen, Amerika...
Pulisic Absen, Amerika Serikat Bungkam Australia 2-0 di Piala Dunia 2026
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Berita Terkini
Kuliah Umum di IPDN,...
Kuliah Umum di IPDN, Menko AHY Ajak Praja Taklukkan Tantangan Geografis Indonesia
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang,...
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan, Nanti Rakyat yang Menilai
4 Prajurit TNI Penyiram...
4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Ajukan Banding
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
Ubedilah Badrun Sebut...
Ubedilah Badrun Sebut Gerakan Mahasiswa Murni, Tidak Ditunggangi Kepentingan Politis
Infografis
Putusan MK Buka Berpeluang...
Putusan MK Buka Berpeluang PDIP Usung Anies di Pilgub Jakarta 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved