Penghargaan Martabat Kemanusiaan dari GP Ansor untuk Paus Fransiskus Resmi Diterima di Vatikan
Selasa, 19 Agustus 2025 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
Romo Markus menegaskan, meski piagam itu tidak bisa lagi diberikan langsung kepada Paus Fransiskus yang telah wafat, penghargaan tersebut akan disimpan di Kantor Dikasteri Dialog Antaragama Vatikan sebagai pengingat atas warisan perjuangan Paus dalam memperjuangkan martabat manusia. Baca juga: Garap Bisnis Konveksi di Bandung, Ketum Ansor: BUMA Pecah Telor
Penghargaan ini sekaligus menandai jejak sejarah organisasi pemuda lintas iman asal Indonesia di Vatikan. Pada 21 Agustus 2024, GP Ansor bersama Pemuda Katolik, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Kristen GAMKI, Pemuda Hindu PERADAH, dan Pemuda Konghucu GEMAKU melakukan audiensi bersama Paus Fransiskus. Dalam kesempatan itu, mereka menandatangani Deklarasi Jakarta–Vatikan tentang perdamaian dan persaudaraan lintas iman.
Addin Jauharudin menegaskan, penghargaan kepada Paus Fransiskus merupakan bentuk cinta kasih GP Ansor.
Ia menambahkan, Paus Fransiskus dikenang dunia karena perannya mendorong gencatan senjata dan penghentian agresi di berbagai wilayah konflik, termasuk Palestina. “Beliau bukan hanya pemimpin umat Katolik, tapi juga simbol perdamaian dunia. Kami berharap anugerah penghormatan kecil ini bisa dibawa ke Vatikan untuk dikenang,” kata Addin.
Penghargaan ini sekaligus menandai jejak sejarah organisasi pemuda lintas iman asal Indonesia di Vatikan. Pada 21 Agustus 2024, GP Ansor bersama Pemuda Katolik, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Kristen GAMKI, Pemuda Hindu PERADAH, dan Pemuda Konghucu GEMAKU melakukan audiensi bersama Paus Fransiskus. Dalam kesempatan itu, mereka menandatangani Deklarasi Jakarta–Vatikan tentang perdamaian dan persaudaraan lintas iman.
Addin Jauharudin menegaskan, penghargaan kepada Paus Fransiskus merupakan bentuk cinta kasih GP Ansor.
Ia menambahkan, Paus Fransiskus dikenang dunia karena perannya mendorong gencatan senjata dan penghentian agresi di berbagai wilayah konflik, termasuk Palestina. “Beliau bukan hanya pemimpin umat Katolik, tapi juga simbol perdamaian dunia. Kami berharap anugerah penghormatan kecil ini bisa dibawa ke Vatikan untuk dikenang,” kata Addin.
(poe)
Lihat Juga :