3 Pati TNI Asli Bali, Nomor 1 Pernah Menjabat Danjen Kopassus
Senin, 18 Agustus 2025 - 15:25 WIB
loading...
A
A
A
Jabatan Danrem 173/Praja Vira Braja yang diembannya membuat dirinya masuk dalam jajaran perwira tinggi karena menyandang pangkat bintang satu alias Brigjen TNI. Dia lalu dimutasi menjadi Kasdam XVII/Cenderawasih.
Pada 2019, I Nyoman Cantiasa dipercaya menjadi Danjen Kopassus. Setelah itu, dia menjabat Pangdam XVIII/Kasuari.
Jabatan Pangkogabwilhan III yang diembannya membuat bintang emas di pundaknya bertambah menjadi tiga atau Letjen TNI. Setelah itu dia diangkat menjadi Koorsahli KSAD, Wakil Kepala BIN, dan menjadi Staf Khusus KSAD.
Ida Bagus Putu Dunia merupakan lulusan terbaik Akademi Angkatan Udara tahun 1981 dan meraih penghargaan Bintang Adhi Makayasa.
Dia mengawali karier di Wing 300 Kohanudnas, Lanud Iswahjudi, Madiun. Dia terpilih menjadi penerbang tempur A-4 Skyhawk di Skadron 12 Wing 300 Lanud Pekanbaru, yang kemudian beralih tugas ke Skadron Udara 11 di Lanud Hasanuddin, Makassar, sebagai penerbang untuk jenis pesawat sama. Kemudian, dia melanjutkan ke Sekolah Instruktur Penerbang, Sekkau angkatan 49, Seskoau, dan Sesko TNI.
Baca Juga: Berita Duka, Mayjen TNI (Purn) IGK Manila Meninggal Dunia
Pada 2019, I Nyoman Cantiasa dipercaya menjadi Danjen Kopassus. Setelah itu, dia menjabat Pangdam XVIII/Kasuari.
Jabatan Pangkogabwilhan III yang diembannya membuat bintang emas di pundaknya bertambah menjadi tiga atau Letjen TNI. Setelah itu dia diangkat menjadi Koorsahli KSAD, Wakil Kepala BIN, dan menjadi Staf Khusus KSAD.
2. Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia
Ida Bagus Putu Dunia lahir di Tabanan, Bali, 20 Februari 1957. Dia merupakan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) pada 17 Desember 2012–2 Januari 2015.Ida Bagus Putu Dunia merupakan lulusan terbaik Akademi Angkatan Udara tahun 1981 dan meraih penghargaan Bintang Adhi Makayasa.
Dia mengawali karier di Wing 300 Kohanudnas, Lanud Iswahjudi, Madiun. Dia terpilih menjadi penerbang tempur A-4 Skyhawk di Skadron 12 Wing 300 Lanud Pekanbaru, yang kemudian beralih tugas ke Skadron Udara 11 di Lanud Hasanuddin, Makassar, sebagai penerbang untuk jenis pesawat sama. Kemudian, dia melanjutkan ke Sekolah Instruktur Penerbang, Sekkau angkatan 49, Seskoau, dan Sesko TNI.
Baca Juga: Berita Duka, Mayjen TNI (Purn) IGK Manila Meninggal Dunia
Lihat Juga :