Pidato Presiden Prabowo Diapresiasi, HNSI Dukung Percepatan 1.100 Desa Nelayan
Minggu, 17 Agustus 2025 - 21:36 WIB
loading...
Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD di Jakarta mendapat apresiasi dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI). Foto/Dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD di Jakarta, Jumat (15/8/2025) mendapat apresiasi dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI). Wakil Ketua Umum DPP HSNI Ahmad Yohan menyatakan kalangan masyarakat nelayan dan stakeholder perikanan Indonesia memberikan apresiasi positif dan dukungan atas komitmen pemerintah membuat nelayan Indonesia kembali bangga sebagai tulang punggung bangsa.
Yohan berpendapat, Pidato Kenegaraan tersebut mencerminkan arah pembangunan yang jelas untuk mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo, dengan fokus pada pemerataan, kedaulatan, dan kemakmuran rakyat terutama bagi kalangan nelayan melalui program desa nelayan.
Baca juga: Rincian 8 Agenda Prioritas RAPBN 2026, Lengkap dengan Alokasi Anggarannya
“Kami sangat mendukung pidato tersebut yang apalagi materinya menunjukkan komitmen, kepedulian dan sekaligus sikap keberpihakan yang nyata seorang pemimpin terhadap rakyatnya khususnya Nelayan,” ujar Yohan yang juga merupakan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI ini, Minggu (17/8/2025).
Ia menggarisbawahi tekad pemerintah dalam tahun ini segera merealisasikan pembangunan sebanyak 1.100 desa nelayan yang tersebar di berbagai daerah provinsi di Indonesia.
Setiap desa nelayan itu terdiri dari kurang lebih 2.000 KK, berarti di situ akan hidup 2 juta KK. Kalau dengan asumsi satu KK terdiri dari bapak ibu dan 3 anak, berarti 5 juta, 10 juta orang akan hidup dengan baik.
Diakhir pernyataannya, Ahmad Yohan mengajak seluruh elemen bangsa memanfaatkan momentum HUT ke-80 RI untuk memperkuat persatuan dan gotong royong dalam mendukung pencapaian Asta Cita. “Kita tentu berharap tidak ada lagi petani dan nelayan kita yang miskin. Seperti kata bapak Presiden mereka harus tersenyum. Itulah tujuan dan makna hakiki Kemerdekaan yang sesungguhnya,” katanya.
Baca juga: Intip Desain RAPBN 2026: Pertumbuhan Ekonomi 5,4%, Rupiah Rp16.500 per USD
Sementara itu, sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah itu, Sekjen DPP HNSI Lydia Assegaf menambahkan pihaknya segera menyiapkan dan mensosialisasikan kepada para nelayan anggota HNSI yang tersebar di seluruh Indonesia agar dapat berkontribusi terutama dalam desa nelayan di wilayah kerja mereka masing-masing.
“Kami telah memiliki jaringan dan instrumen fungsional keanggotaan sampai ke level bawah yang kami sebut rukun nelayan. Kami harapkan mereka nantinya dapat berperan dan membantu dalam pembentukan desa nelayan yag dimaksud,” pungkas Lydia.
Yohan berpendapat, Pidato Kenegaraan tersebut mencerminkan arah pembangunan yang jelas untuk mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo, dengan fokus pada pemerataan, kedaulatan, dan kemakmuran rakyat terutama bagi kalangan nelayan melalui program desa nelayan.
Baca juga: Rincian 8 Agenda Prioritas RAPBN 2026, Lengkap dengan Alokasi Anggarannya
“Kami sangat mendukung pidato tersebut yang apalagi materinya menunjukkan komitmen, kepedulian dan sekaligus sikap keberpihakan yang nyata seorang pemimpin terhadap rakyatnya khususnya Nelayan,” ujar Yohan yang juga merupakan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI ini, Minggu (17/8/2025).
Ia menggarisbawahi tekad pemerintah dalam tahun ini segera merealisasikan pembangunan sebanyak 1.100 desa nelayan yang tersebar di berbagai daerah provinsi di Indonesia.
Setiap desa nelayan itu terdiri dari kurang lebih 2.000 KK, berarti di situ akan hidup 2 juta KK. Kalau dengan asumsi satu KK terdiri dari bapak ibu dan 3 anak, berarti 5 juta, 10 juta orang akan hidup dengan baik.
Diakhir pernyataannya, Ahmad Yohan mengajak seluruh elemen bangsa memanfaatkan momentum HUT ke-80 RI untuk memperkuat persatuan dan gotong royong dalam mendukung pencapaian Asta Cita. “Kita tentu berharap tidak ada lagi petani dan nelayan kita yang miskin. Seperti kata bapak Presiden mereka harus tersenyum. Itulah tujuan dan makna hakiki Kemerdekaan yang sesungguhnya,” katanya.
Baca juga: Intip Desain RAPBN 2026: Pertumbuhan Ekonomi 5,4%, Rupiah Rp16.500 per USD
Sementara itu, sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah itu, Sekjen DPP HNSI Lydia Assegaf menambahkan pihaknya segera menyiapkan dan mensosialisasikan kepada para nelayan anggota HNSI yang tersebar di seluruh Indonesia agar dapat berkontribusi terutama dalam desa nelayan di wilayah kerja mereka masing-masing.
“Kami telah memiliki jaringan dan instrumen fungsional keanggotaan sampai ke level bawah yang kami sebut rukun nelayan. Kami harapkan mereka nantinya dapat berperan dan membantu dalam pembentukan desa nelayan yag dimaksud,” pungkas Lydia.
(shf)
Lihat Juga :