Antisipasi Teror di Masa Pendemi Covid-19

Senin, 04 Mei 2020 - 07:36 WIB
loading...
A A A
PSBB melarang atau membatasi berkumpulnya massa di tempat-tempat tersebut sebagai implementasi jarak fisik dan jarak sosial untuk memutus rantai penyebaran pandemi. Margareth Thatcher (perdana menteri Inggris 1979-1990) pernah menyatakan bahwa “media publicity is the oxygen for terrorism”. Jika teroris menjalankan aksinya di tempat-tempat publik yang kosong tentu tidak menarik untuk diberitakan sehingga tujuan aksi itu tidak tercapai karena aksi dan publisitas oleh media tidak terkolaborasi.

Dalam konteks pendanaan dan rekrutmen PSBB yang implementasinya termasuk pembatasan pergerakan orang juga berdampak buruk bagi kelompok teror. Pendanaan aksi teror sedikit banyak tergantung pada kontribusi finansial dari para pendukung atau simpatisan yang seideologi.

Dalam situasi dimana sektor ekonomi terguncang hebat sehingga berimbas pada turunnya penghasilan atau bahkan kehilangan pekerjaan hingga pada titik orang-orang hanya bertahan hidup atau bahkan hanya bergantung pada bantuan sosial dari pemerintah atau anggota masyarakat lain yang baik (good Samaritan). Para donatur aksi teror tentu mengalami hal yang sama sehingga kontribusinya berkurang secara signifikan.

Hal ini menyulitkan kelompok teror untuk melakukan operasi skala besar karena keterbatasan dana. Adanya pembatasan fisik dapat juga berimbas pada rekrutmen langsung. Larangan berkumpul membuat kegiatan- kegiatan indoktrinasi sangat sulit dilakukan. Apalagi jika kegiatan itu mendatangkan orang-orang dari luar wilayah, yang dapat dengan mudah dideteksi oleh aparat dan lingkungan sekitar yang khawatir dengan masuknya pendatang ke pemukiman mereka.

Namun, dengan berbagai tantangan dan hambatan tersebut aparat dan masyarakat tidak bisa terlena. Keliru jika berasumsi serangan teror akan ‘beristirahat’ selama masa pandemi. Teroris adalah militan yang memiliki kualitas seperti ketahanan (resilient) dan ketabahan (persistent) serta fleksibilitas menghadapi situasi yang tidak menguntungkan mereka.

Mereka akan dengan kreatif (resourceful) menggunakan segala medium yang masih tersedia untuk melanjutkan aksi-aksi dan akan mampu bermutasi dan beradaptasi dengan situasi yang belum ada presedennya seperti saat ini. Kualitas seperti inilah yang perlu diantisipasi aparat dan masyarakat, karena kita dihadapkan oleh musuh yang memiliki keyakinan kuat dan akan menghalalkan segala cara untuk mewujudkan keyakinanya itu walaupun hal itu jelas keliru. Mereka dapat segera beradaptasi dengan menguba metode penyerangan.

Ada kemungkinan kelompok teror atau simpatisannya akan beralih dari serangan skala besar ke serangan dengan metode low tech – high impact seperti serangan lone wolf yang bermodalkan pisau atau menabrakkan mobil ke pejalan kaki seperti yang telah dilakukan di Inggris, Perancis, Jerman dan beberapa negara Eropa lain. Di Indonesia serangan lone wolf sudah beberapa kali dilakukman diberbagai tempat. Misalnya di Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah dan yang terbaru adalah penyerangan di Polrestabes Medan, Sumatra Utara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Densus Ungkap 247 Anak...
Densus Ungkap 247 Anak Terpapar Radikalisme dan Kekerasan Sepanjang 2026
Prabowo Terbitkan Perpres...
Prabowo Terbitkan Perpres Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Mengarah Terorisme
Kasus Penyiraman Air...
Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, Prabowo: Ini Terorisme, Tindakan Biadab Harus Diusut
Dampak Nyata Perang...
Dampak Nyata Perang Iran dan AS-Israel Terhadap Keamanan Indonesia
Zero Terrorist Attack...
Zero Terrorist Attack di Era Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Lemkapi: Pencapaian Besar Polri
Ekstremisme Kekerasan...
Ekstremisme Kekerasan di Asia Tenggara
Dosen UIN Sunan Ampel:...
Dosen UIN Sunan Ampel: Dana Asing Tak Dilarang tapi Negara Wajib Mengawasi
Polda Riau Perkuat Kolaborasi...
Polda Riau Perkuat Kolaborasi Strategis dengan Polis Malaysia Tangani Narkoba hingga Terorisme
Terhubung dengan Radikalisme,...
Terhubung dengan Radikalisme, Telegram Memblokir Hampir 190.000 Akun Berbahaya
Rekomendasi
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Berita Terkini
Tongkat Komando di Kopasgat...
Tongkat Komando di Kopasgat Berganti, Ada Kasiintel hingga Wadansatbravo 90 Pasgat
Ini Tampang Tersangka...
Ini Tampang Tersangka Baru Kasus MBG Memakai Rompi Tahanan Kejagung
Kepulangan Haji Capai...
Kepulangan Haji Capai 55 Persen, Kemenhaj Puji Kedisiplinan Jemaah Haji Indonesia
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved