Kepala BGN Sebut Kualitas Gizi Anak-anak Indonesia Meningkat
Jum'at, 15 Agustus 2025 - 19:40 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Lapor Prabowo, Kepala BGN Dadan Hindayana Sebut Penerima Manfaat MBG Hampir 20 Juta Orang
Menu juga disesuaikan dengan kearifan lokal dan selera anak di setiap daerah. “Di Sukabumi, misalnya, anak-anak paling suka daging sapi. Di Banten, lele jadi favorit. Dengan cara ini, anak makan dengan senang hati dan makanannya tidak terbuang,” jelasnya.
Dampak positif mulai terlihat. Berdasarkan laporan lapangan, tingkat kehadiran siswa meningkat dari rata-rata 70 persen menjadi 95 persen sejak program berjalan.
Di salah satu SPG, penelitian selama setahun menunjukkan peningkatan berat badan, perbaikan hasil tes kesehatan, dan penurunan jumlah anak dengan kekurangan gizi.
“Ini proses jangka panjang, tapi tanda-tanda keberhasilan sudah terlihat. Kami juga akan melibatkan lembaga independen untuk evaluasi menyeluruh,” kata Dadan.
Agar program tepat sasaran, BGN membagi wilayah menjadi dua kategori: wilayah aglomerasi yang dikelola melalui mitra, dan wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) yang bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri melalui pembentukan satgas di setiap kabupaten.
Saat ini, dari 5.305 SPG aktif, masih ada 18 ribu penerima manfaat yang harus diverifikasi, dengan 5 ribu di antaranya Kementerian Komunikasi dan Digital RI Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Jalan Merdeka Barat No.9 Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10110 belum selesai prosesnya.
Menu juga disesuaikan dengan kearifan lokal dan selera anak di setiap daerah. “Di Sukabumi, misalnya, anak-anak paling suka daging sapi. Di Banten, lele jadi favorit. Dengan cara ini, anak makan dengan senang hati dan makanannya tidak terbuang,” jelasnya.
Dampak positif mulai terlihat. Berdasarkan laporan lapangan, tingkat kehadiran siswa meningkat dari rata-rata 70 persen menjadi 95 persen sejak program berjalan.
Di salah satu SPG, penelitian selama setahun menunjukkan peningkatan berat badan, perbaikan hasil tes kesehatan, dan penurunan jumlah anak dengan kekurangan gizi.
“Ini proses jangka panjang, tapi tanda-tanda keberhasilan sudah terlihat. Kami juga akan melibatkan lembaga independen untuk evaluasi menyeluruh,” kata Dadan.
Agar program tepat sasaran, BGN membagi wilayah menjadi dua kategori: wilayah aglomerasi yang dikelola melalui mitra, dan wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) yang bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri melalui pembentukan satgas di setiap kabupaten.
Saat ini, dari 5.305 SPG aktif, masih ada 18 ribu penerima manfaat yang harus diverifikasi, dengan 5 ribu di antaranya Kementerian Komunikasi dan Digital RI Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Jalan Merdeka Barat No.9 Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10110 belum selesai prosesnya.
Lihat Juga :